Saturday, 21 May 2016

WANITA, DAN POSTINGANNYA

Dear Everyone.

Salam hangat dari Auckland yang sUdah super BRRRRR untuk saya. Saat ini suhu sudah drop ke 12 derajat. Heater saya sudah menyala dua duanya dan saya sudah fully covered hehehe. Sudah pakai jaket, kaos kaki, berselimut, yah lumayan lah sudah tidak sedingin tadi.

Biasanya hari Minggu saya suka posting MY TOP FIVE OF THE WEEK. Tapi kali ini saya ingin menulis sesuatu yang sedikit agak beda. Sedikit nyentil, di hari minggu yang masih gelap ini. Bagi yang puasa, selamat puasa yaa, semoga puasa Sya’ban kita barokah amiin.

Amm hari ini saya ingin menulis tentang wanita. Makhluk indah super rumit yang diciptakan Allah di bumi. Saat kita semua masih sekolah, semua tampak sama. Kita pakai seragam, kita pergi ke sekolah yang sama, lalu ikut dari kelas ke kelas. Paling parah, ada yang tinggal kelas, atau sedikit low performance nya di kelas. Paling banter pun, kita sadar ada yang populer, ada si kutu buku, ada si bengal, ada anak emas kesayangan guru-guru, gitu lah semua wanita atau gadis saat itu, tampak sama.
 
Namun setelah kuliah berakhir, atau mungkin masih saat kuliah, kita akan mulai melihat perbedaan antara masing-masing kita. Kita melihat ada yang sudah nikah duluan saat kuliah dan tertatih tatih menyelesaikan kuliahnya. Ada yang kuliah super cepat lalu melaju ke master dan doktoral. Ada juga yang nggak ngapa gapain, tapi kuliahnya juga jalan di tempat hehehe.

Begitu memasuki dunia kerja, semuanya semakin terasa. Ada yang kerja di bank, ada yang jadi guru, dosen, ada yang jadi manager. Tapi ada juga yang jadi ibu rumah tangga. Atau ada juga yang mungkin masih single. Saat inilah biasanya wanita akan terlihat klasifikasi nya, yang beberapa diantaranya akan coba saya paparkan dalam tulisan saya kali ini.

One, housewivey
Wanita klasifikasi ini adalah murni ibu rumah tangga. Mereka tidak bekerja, dedikasinya hanya untuk anak dan suaminya. Postingannya di media sosial pun biasanya tentang resep masakan, parenting, atau foto liburan bersama keluarga. Mereka yang menurut saya beruntung, karena tidak terlalu terpaksa untuk bekerja setelah pendidikan mereka selesai.

Two, housewivey plus karir
Wanita tipe ini menurut saya wanita yang oke banget. Jarang ada yang berhasil di keduanya. Biasanya sih jika keluarganya oke, karirnya begitu begitu saja. Jika karirnya ok, maka biasanya keluarganya yang normal saja. Tapi ada laah yang over achiever ladies gitu, yang bisa maintain antara karir dan keluarganya. Postingannya biasanya berupa kegiatan karirnya, atau liburan bersama keluarganya. Mungkin agak jarang posting tentang masakan atau sharing resep.

Three, housewivey plus bisnis
Yang ini tipenya ibu rumah tangga tapi juga punya bisnis. Ini juga keren menurut saya karena saya mah gak bisa berdagang hehehe. Postingan wanita tipe ini biasanya tentang jualannya. Kadang ia juga suka share resep atau foto liburan bersama keluarganya. Namun biasanya di media sosial ia lebih suka sharing jualannya. Cukup menarik, karena mereka biasanya tetaplah ibu rumah tangga tapi masih punya waktu untuk me manage dagangannya. Salut!

Four, housewivey plus socialita
Tipe yang ini biasanya tidak bekerja. Namun mereka suka hang out. Jadi postingannya ya tentang kegiatannya dengan teman-temannya. Atau kadang ada postingannya bersama keluarganya. Kebanyakan dari mereka biasanya dari kalangan berada yang secar a financial cukup sehingga tidak perlu lagi bekerja. Biasanya di rumah pun mereka punya asisten yang membuat mereka bisa bebas keluar rumah tanpa terlalu direpoti urusan domestik rumah tangga.

Five, single and happy
Hehe sekarang saya masuk ke dunia para singles. Sengaja saya bedakan karena biasanya postingan yang sudah married biasanya beda dengan yang masih luntang lantung kayak saya ini hehehe. Yang married biasanya sudah ada panggilan hubby, atau sayang, atau panggilan sayang ke anaknya. Sedangkan yang single mah biasanya masih in relationship atau memang betul betul single. Tipe ini biasanya postingannya tentang apa saja. Mau tentang bunga, langit, bahkan semut di tanah aja bisa jadi postingannya. Meskipun saya saat ini in relationship, tapi sepertinya saya tipe yang ini. Tipe alay heheh. Saya posting apapun yang saya suka, mau langit, resep, lagi rindu Najwa, ya pokoknya yang lagi happening lah istilahnya hehehe. Tipe yang ini juga sering posting kebersamaan mereka dengan keluarga atau dengan teman-temannya. Yang penting happy lah gitu prinsip mereka.

Six, single and karir
Yang ini biasanya postingannya keren hehehe. Dia suka posting kegiatan kegiatanya. Jadi pembicara dimana. Atau nulis jurnal apa. Postingannya sarat informasi lah intinya. Akademis banget kadang kadang. Mereka suka sharing artikel atau hasil-hasil penelitian terbaru. Atau meskipun foto, ia akan posting fotonya saat di seminar atau di konferensi atau saat ia lagi kuliah. Intinya wanita tipe ini wuih cerdas banget lah hehehe.

Seven, single and bisnis
Kalau yang ini agak jarang saya lihat di media sosial. Biasanya sih karena sudah berumah tangga akhirnya mereka terjun ke dunia bisnis. Tapi ada aja sih yang single dan sudah mulai merintis bisnis, which is keren menurut saya. Sekali lagi, karena saya nggak bisa berdagang, saya selalu menganggap mereka yang bisa dagang itu keren hehehehe.

Eight, single and socialita
Yang ini masih single atau in relationship tapi postingannya borju banget biasanya. Kalau nggak tentang menghadiri peragaan busana, ia biasanya posting tempat tempat keren dimana ia hang out. Ia juga akan posting tentang teman-teman sosialitanya hehehe. Pokoknya stylish lah yang ini mah hehehehe.

Nine, single and adventurer
Sengaja tipe yang ini saya munculkan di seksi single karena ada aja sih yang married tapi masih hobi travelling. Namun sengaja saya sebut adventurer, yang artinya travellingnya sudah ke level yang gak memungkinkan untuk bawa keluarga dan segala pernak perniknya hehehehe. Biasanya postingan wanita yang ini ya tentang perjalanan petualangannya. Saya jelas bukan tipe ini karena meski saya suka lihat tempat baru dan sudah melanglang buana ke beberapa daerah ayng tidak semua orang mengunjunginya, namun saya tipe STAY, bukan VISIT. Saya suka berdiam di suatu tempat dan melihat lebih dalam tentang kebudayaan mereka. Karena itu saya lebih suka berpetualang melalui beasiswa. Karena dengan beasiswa biasanya kita akan berdiam di suatu tempat.

Well, setidaknya itulah yang saya amati dari postingan beberap teman di media sosialnya. Sekali lagi, ini adalah murni observasi saya ya, jadi no offense jika mungkin ada yang tidak tersebut di list di atas, atau ada yang merasa klasifikasi saya salah hehehe. Wong Cuma postingan saat kedinginan di Auckland kok hehehe.

Intinya sih, NEVER REGRET TO BE WHO YOU ARE ya. Mau apapun Anda saat ini, you is you. Nggak usah membandingkan diri dengan orang lain. You are unique just to be you. Nggak usah sakit hati liat orang lain posting tentang family, saat ada diantara Anda yang single. Atau yang married, kena shock berat liat betapa bahagianya menjadi single. Semua orang sudah ada takaran dan waktuNya. He is never too  late or too soon. He designs everything ON TIME. Jadi nikmati saja saat sekarang. Saat episodenya lagi episode single, ya happy happy dengan teman-teman dan kesendirian Anda. Saat episodenya lagi coupling, yaaa be happy laah ada yang nemenin ehem (menyindir diri sendiri). Saat episodenya akhirnya menikah dan punya baby, ya get happy laah. Percayalah, ladies. Semua tepat pada waktunya. Never too late. Never too soon. Just ON TIME. Just ON TIME.


Auckland, 22 Mei 2016


-NK-


UNILODGE: WORTH 100 DOLLAR EXTRA

Hello everyone.

Weekend nih, namun karena hari ini hujan sudah diprediksikan dan malam ini saya ingin menyambut malam nisyfu sya'ban, jdilah saya nggak kemana-mana sore ini. Biasanya sih, jalan dengan di RC setelah ia kerja weekend nyetir bis hehehe. Tapi tidak hari ini, saya memutuskan ingin fokus dengan ma;am nisyfu sya'ban saya. So, jadilah saya seperti biasa ngendon di kamar, ditemani laptop, internet dan musik.

Amm kali ini saya ingin menulis tentang kediaman saya, unilodge. Meski sudah beberapa kali saya posting tentang unilodge dalam sub bagian artikel artikel saya, namun belum pernah saya mendedikasikan tulisan saya khusus untuk unilodge. So, kali ini izinkanlah saya mendedikasikan tulisan saya yang ini untuk mensyukuri betapa besar rahmat yang saya rasakan di kediaman saya, unilodge.

Banyak yang bilang kediaman saya ini mahal banget. Banyak yg bilang gaya hidup saya borju banget di Auckland, padahal aslinya mah enggak. Iya emang mungkin tinggi banget bayar a studio apartment sendiri dengan sewa 300$ per week ya. Kebanyakan sih pada bayar rent paling 175$ paling parah ya 200$ lah seperti saat saya di hostel. Biasanya teman-teman lain pada share dengan sesama Indonesia atau flatting dengan teman internasional. Tapi seperti saya bilang kan, saya ini penyendiri. Saya kurang nyaman sharing tempat tinggal dengan orang lain bahkan saat di hostel, saya ngerasa banget canggung pas berpapasan dengan bule lain pas mau ke wc hehe. Padahal kamar sudah milik sendiri tapi tetap aja kesika pas mau ke toilet. Belum lagi kalau lupa bawa kunci terus pintu kamarnya tekunci gitu yaaah, jadi harus kasak kusuk ngubungin tukang lunci terus melayang deh tuh uang 5 dollar buat bayarin si tukang kunci untuk bukain pintu kamar. Atau kalau pas lagi apes, tekuncinya pas weekend, ya bayarnya jadi 45 dollar. Kerampokan deh hehehehe.

So, lets share about unilodge pros:

One, of course, A STUDIO APARTMENT FOR MYSELF
Ini yang paling keren. Siapa yang gak mau punya kediaman untuk kita sendiri. Kompor sendiri, toilet sendiri. Yang paling saya suka ya dapurnya. Dapur saya di unilodge ini keren bgt lho. Emang kompor listrik jdi kalau masak mesti nunggu agak lama dibanding yg api. Terus juga gak ada oven. Tapi semua yang lain ada. Ada kettle boiler, microwave, toaster, dan semua tersedia untuk kita sendiri. Mau masak kapan aja mah bisa. Nggak usah nunggu dapur buka atau nggak enak pas berpapapsan dengan penghuni lain. Semua bahan masakan pun tersedia, nggak perlu bulak balik kamar kalau pas bumbu ketinggalan hehehe. Itu yang sering saya sebel pas di unilodge. Capek bulak balik kamar-dapur pas lagi masak. Belum lagi kalau dingin fiuuh, benar-benar perjuangan memasak. Kadang akhirnya rasa lapar hilang karena kelamaan masak hehehehe. So, dapur modern lengkap dengan pengisap asap ini mah keren dan oke banget untuk saya.


Lengkap dengan toaster pribadi dan siapa yang nggak senang punya dapur keren seperti ini?
Bahkan peralatan makan yang terdiri dari piring dan perabotan serba putih nan modern juga tersedia saya mah tinggal bawa koper ajaaa hehehehe.

Two, the bed and the full channel TV
Hal kedua yang paling saya suka dari unilodge adalah ranjangnya yang nyaman banget plus TV dengan channel yang oke. Channelnya sih biasa aja. Semua TV di NZ mah juga punya kayaknya. Cuma karena saya memang suka dengan serial western seperti friends, akhirnya tambah senang degan banyaknya program TV atau pun film film keren yg diputar disini apalagi kadang saat holiday semisal easter gitu ada aja blockbuster movies yang biasa cuma kita temui di bioskop. I really love my bed too. Meskipun saya harus beli sprei sendiri, tapi karena saya yang menatanya jdi nyaman gitu. Ranjangnya juga empuk banget. Nyaman cuddling di bawah selimut gitu pas lagi dingin dingin hehehehe.

Three, the Facilities
Fasilitas di sebagai penghuni unilodge memang oke banget. Saya merasa banget menikmati fasilitas ini sehingga mungkin harus saya list satu per satu apa saja yang paling saya sukai dari berabagai fasilitas yang ditawarkan unilodge. Here they are:

A) The Pool
Kolam renang di unilodge ini meskipun bukan yang heated atau yang di dalam ruangan, lumayan pas lagi summer atau spring gitu nyelup nyelupin kaki. Apalagi saat saya kena depresi kemarin, sering banget saya duduk di tepi kolam ini baca buku atau sekedar nikmatin langit. Asyik juga lahhh duduk sendirian gitu karena para penghuni unilodge rata-rata pada kuliah gitu sedangs aya masih menganggur akibat sakit yang saya derita. So, walaupun saya nggak bisa berenang, kolam renang ini tetap menyenangkan buat saya.

B) Ruang belajar, teater, common room buat meeting dengan sesama tenant
Di unilodge kami punya banyak ruang umum yang bisa dipakai bersama. Kebanyakan sih yangs aya pakai di ruangan ini yaitu ruang belajar dengan ruang teater buat nonton film di wide screen. Kalau yang common room dimana ada meja billyard gitu, saya jarang ikutan ngumpul. You know me, I don't like being with people. Senangnya menyendiri hehehe. Jadi saya lebih suka ngendon di ruang belajar atau pun nonton film sendirian di ruang teater. DVD nya ya nyewa lah terus putar sendiri gitu. Biasanya saya nonton film sendirian hari Kamis saat semua penghuni unilodge rata-rata kuliah dan saya sendiri aja yang pakai ruangan itu.


C) Gym
Ini juga fasilitas yang paling sering saya gunakan akhir akhir ini. Selain gym yang mungil di unilodge ini, kami juga sapat gym membership di Gym yang besar milik uni of auckland. Namun biasanya saya lebih memilih gym yang kecil ini karena cukup turun sebentar dari kamar sudah sampai hehehe. Kadang saya malah pakai piyama nge gyim nya saking malasnya ganti baju. Lagian saat jam jam kuliah, gym ini biasanya sepi sehingga biasanya cuma saya yang pakai hehehe. I really love this gym karena quiet yah seperti biasa lagi, saya nggak suka ketemu orang hahahah. Jadilah saya bahagia dengan gym yang begitu compact ini.

D) Unlimited internet
Yup, internet di unilodge terkait dengan internet dari uni of auckland, jadi kecepatannya sama, kenceng banget dan yang paling penting unlimited itu lhooo heheheh. Saya kaan jadi puas upload foto dan mengobrak abrik timeline Anda semua hehehehe. Huru hara internet, itu istilah saya hehehehe. Kalau di hostel biasanya saya kena charge lagi 15$ kalau internet putus di tengah minggu karena habis kuota. Tapi disini internet kencang dan full banget kalau mau ngapain aja. Bahkan saya sering nonton tv via net hehehe. Makanya saya jadi betah di kamar. Internet is surely my best friend.

E) Free voucher dan events
Living in unilodge pastinya akan dapat berbagai fasilitas seperti yang saya sebut seperti gym tadi. Selain itu, ada beberapa voucher yang asyik banget buat dipakai di uni fasilitas seperti kantin, cafe dan campus stor. Kami yang tinggal di unilodge biasanya dapat voucher 20% off. Selain itu, event di unilodge ini banyak banget lho. Kalau mau aja saya ikutin hampir tiap weekend ada free party. Ada pool party, ice cream party, choco party, pokoknya asyik banget. Bahkan minggu besok ada potluck party dimana semua tenant diwajibkan bawa makanan terus share ke tenant yang lain. Istilahnya sih saling tukar makanan gitu hehehe. Cuma saya aja yang jarang ikutan. Kalau saya ikuti setiap event mah setiap weekend nggak perlu masak cukup ikutan party aja asyik banget hehehe.

Four, Safety dan Maintanance
Keamanan, Yup, itu lumayan ok di unilodge. Receptionnya beroperasi setiap hari,, terus setiap ruangan ada tagnya yang nggak bisa dibuka kalau bukan tenant. Saya senang banget juga dengan kualitas air panas di unildoge. Mau kapanpun mandi di unilodge, air panas mah tetap ada. Mau selama apapun nge shower, tetap ada air panas. Beda banget dengan saat di hostel, kadang air panasnya suka mati di tengah tengah mandi. Atau kalau nyewa apartment sendiri ya mesti siap siap bayar lisrik banyak apalagi pas winter karena heater makainya jadi lebih banyak hehehe. Kalau disini 300$ itu sudah include dengan listrik dan water bill plus internet. All in lah hehehehe. Itu yang saya suka banget. Bayangin aja kalau lagi winter terus harus cuci piring dengan air dingin huaa apa nggak keram tu tangan hehehe.
Maintanance juga keren banget disini. Pokoknya asal kita komplain, petugas maintanace langusng datang dan melayani keluhan kita. Bahkan saat saya komplain ranjang saya agak kurang nyaman gitu, langsung diganti oleh management. Keren kan? Hehehehe

Five, distance, distamce, distance. 
Tinggal di unilodge itud ekat banget dengan fasilitas lain seperti countdown supermarket besar di NZ. Juga dekat dengan supermarket seperti indian supermarket atau chinese supermaket ang biasanya juga menjual bumbu malaysia dan indonesia. Pokoknya mau belanja mah mudah banget disini. Mau ke downtown pun bus stopnya deket gak sejauh saat saya tinggal di hostel dulu. Saing jauhnya dulu itu saya sampai membagi jarak dari hostel ke bus stop itu menjadi tiga bagian lho hehehe. Saya biasanya berhenti tiga kali sebelum akhirnya sampai ke bus stop hehehe. Selain itu karena dekat dengan city campus dengan berbagai fasilitasnya, tinggal di unilodge mah enak banget. Mau ke internasional office dekat. Mau ke dokter langganan saya dekat. Mau ke kantor pos ada Mau ke library juga dekat. Pokoknya senang banget mah tinggal di sini. That is why, saya bilang extra 100$ itu worthy banget karena banyaknya hal yang bisa dinikmati disini. Saat di hostel kadang harus tahan dengan toilet yang kotor habis dipakai tenant sebelumnya. Atau pas mandi ada yang masuk ke shower room. Namun hal itu nggak terasa lagi di unilodge. Mau mandi terus keluar gak pakai handuk juga gak papa hehehehe. Apalagi kalau pas lagi dingin, nyaman banget karena gak perlu dingin dingin keluar heheheh.

Well,itulah my unildoge. Tahun 2017 sepertinya saya akan mencoba meneruskan kontrak saya disini. Meskipun kampus saya akan pindah ke darerah deakt hostel saya dulu, tapi saya pikir saya akan jauh lebih bahagia untuk tetap bertahan di unilodge. I really love my uniloddge. It is worthed every 100$ extra yang saya keluarkan. Worthy, really.

Auckland, 21 Mei 2016

-NK-

Friday, 20 May 2016

ONE SWEET DAY WITH YOU

Hello everyone.

Tidak seperti biasanya saya menulis tentang keriangan weekend saya di blog. Biasanya saya memusingkan Anda semua dengan postingan foto weekend saya di wall fb saya hehehe lalu itu akan memenuhi timeline Anda dan mungkin Anda akan mengegrutu, "huh, wanita ini happy banget kelihatannya". Hehehehe.

Anyway, as a real life poster, saya memang selalu posting apa yang saya rasakan atau alami. Saat masih sedih kemarin, ya saya posting. Saat kena depresi, ya posting. Saat happy on weekend, posting juga lah. Nggak ada yang suka kan dengan postingan curcol di media sosial. Tapi memang ini namanya media sosial mah berat. Posting sedih dibilang curcol, cengeng, gak mutu. Posting happy dibilang pamer, sombong, ya begitulah, namanya manusia gak bisa kita kontrol hati dan mulutnya. So, saran saya sih posting saja yang Anda suka. Selama tidak menyerang orang lain, yo wis, santai aja hehehehe.

Anyway, kali ini spesial karena weekend kali ini memang benar-benar FUN! Awalnya kami berencana menghabiskan waktu di Auckland zoo atau di akuarium raksasa, namun karena menunggu jadwal shalat Jumat si bule akhirnya kami memutuskan pergi ke pusat perbelanjaan saja. Sylvia park namanya. Mungkin ada baiknya saya menuliskan satu demi satu keriangan kami hari ini.

One, CAMPUS STORE
Seperti teenager yang lagi dating heheh kami ketemuan di perpustakaan kampus karena cuma jalana kaki dari unilodge. Dia biasanya langsung sms begitu ia tiba disana. That is what I like from him. Tidak pernah sekali pun ia membuat saya menunggu atau bertanya tanya ia dimana. Ia akan selalu mengabari saya. 
Lalu kami pergi ke campus store, tempat dimana saya ingin sekali membeli sweater bertuliskan uni of Auckland. Sweater ini lumayan mahal 65 dollar atau 650 ribu rupiah. Karena saya tinggal di unilodge, saya dapat voucher 20% off sehingga harganya sisa 52 dollar. Masih lumayan mahal, tapi karena saya sudah mengincar sweater ini sejak pertama kali datang, saya sudah menyiapkan budget untuk itu. Namun pas saya hendak membayar, ia langsung menyodorkan kartunya dan membayar. "Let me do it for you, darling". Sampai sampai si mbak penjaga kasir tersenyum melihat kami. Yay, alhamdulillah, akhirnya sweater ini saya miliki tanpa mengurangi duit beasiswa saya!

Two, kebabs on queens
Karena belum makan siang, kami pergi ke Sylvia park, pusat perbelanjaan untuk makan kebab. Kebab on queens memang halal dan kami tidak ragu makan disana. Namun saat itu kami berdebat dimana letak foodcourt. Dan seperti biasa saya suka ngambek kalau kebanyakan jalan kaki hehehe apalagi kalau lagi lapar, wah saya menyeramkan seperti monster hehehe. Untunglah kami menemukan foodcourt itu dan akhirnya mulai makan. Satu lagi yang saya sukai dari si bule ini, dia tidak pernah membatasi apa yg saya ingin pesan, istilahnya pesan saja apa yang saya mau. Nyam, akhirnya kami makan kebab yang yummy banget.

Three, Megazone Bumper Car!
Yeah, ini sudah kami rencanakan dari minggu lalu sebenarnya. Namun karena baru minggu ini ia punya day off hari Jumat maka baru hari ini kami bisa laksanakan. Saya ingin mengulang nostalgia saya waktu kecil dulu saat sering naik bom bom car dengan adik saya. Rindu ingin mengulang keseruan naik mobil itu lalu kehantam kanan kiri yay, asyik banget. Saya ketawa banget saat ini dan betul betul menikmati hari saya bersamanya. Kami naik bumper car satu satu dan dengan nakalnya ia selalu nyerempet mobil saya hahahaha. Asyik banget. 

Senang banget rasanya menghabiskan hari bersama orang yang kita sayangi dan ia benar benar ada untuk kita. Jika biasanya orang lain menghabiskan waktu dengan pasangannya namun sibuk sendiri dengan gadgetnya, maka Russell Church adalah benar-benar ia yang begitu berkomitmen dengan saya. Ia tidak pernah menyentuh hapenya kecuali jika saat saya ingin ia memoto saya hehehe. Dan jadilah saya bahagia karena selalu diperlakukan seperti ratu olehnya.
Setelh bumper car, kami masih sempat main racing game yang asyik banget, serasa seperti teenager banget padahal dua duanya sudah berumur heheheh.


Four, ice cream!
Pergi bersama Russell Church berarti benar-benar dijamu olehnya. Setelah shopping, makan, ia biasanya akan menawarkan dessert atau cemilan enak seperti es krim yummy hehehe. Asyik banget pokoknya. Belum pernah dalam hidup saya dimanjakan pasangan seperti caranya Russell Church memanjakan saya. Ia begitu berkomitmen, penuh dedikasi dan selalu berusaha membahagiakan saya. Ia sangat takut jika pun saya cemberut. Betapa menyenangkannya!
Es krim ini yummy banget karena ada batangan coklat di pucuknya, Yay, coklatnya itu yummy banget karena diselimuti dengan lembut dan dinginnya es krim hehehe.


Five, MINI GOLF AROUND THE WORLD!
Khusus yang ini akan saya posting lagi dengan tulisan tersendiri karena saya begitu mengagumi arsitektur yang di desain pengelola permainan ini. Dan meski awalnya saya tidak pede main ini, meski si bule berkali kali mengundang saya main ini, yah, apalah saya ini cuma perempuan kampung yang ngopi di kafe aja jarang akibat sering cari uang hehe. Bagaimana mungkin saya main golf? Megang stiknya aja nggak pernah hehehe.
Tapi itulah Russell Church. Ia selalu ingin saya merasakan semuanya. Ia bahagia jika ia bisa membahagiakan saya. Ia selalu percaya saya bisa melakukan hal hal besar meski saya sendiri tidak percaya hehehe.
Mulailah kami main. Tiiketnya lumayan mahal untuk kantong saya. 15 dollar pe orang. Ia menyiapkan kartu skor meski saya sudah bilang saya nggak akan bisa hehehe. Dan konsep mini golf ini keren banget. Kami mulai dari NZ dengan burung kiwinya. Lalu ke Australia dengan buayanya.

Lalu kami melewati gerbang Perancis

Si bule dengan menara eiffel

Lalu ke Afrika dengan singanya hehehe. Dan lucunya ni singa ikutan mengaum lho, saya sampai takut hehehehe.
Anyway, saya akan posting lebih lanjut tentang mini golf ini saking banyaknya foto kami keliling dunia hari ini hehehe.
Yang paling lucu adalah saat kami melewati Amerika dengan Mount Rushmore nya, dan suku indian. Itu benar-benar ada bunyi upacara indiannya lho. Dan disini lah saya berhasil memasukkan bola hanya dengan sekali pukul, yay. Si Russell Church benar benar bahagia karena meski saya baru mulai, saya sudah bisa menyamainya hehehe. Itu juga yang saya suka darinya. Ia tidak menghina saya, ia membesarkan hati saya dan membuat saya percaya bahwa saya BISA!

Six, A NEW RING!
Satu lagi yang saya kagumi dari seorang Russell Church adalah betapa ia memanjakan saya dengan perhiasan dan perhiasan. Katanya, seorang wanita yang berharga harus dihargai dengan perhiasan pula untuk keindahannya. Kadang kadang ia membelikan saya sebagai kejutan, kadang ia membawa saya ke toko perhiasan dan membiarkan saya memilih. I really like it, karena saya bisa memilih model yang saya inginkan. |Dan hari ini saya terpikat dengan cincin dengan bentuk hati seperti ini

Saya sangat bahagia dengan cincin ini karena herat shaped nya itu begitu menyenangkan saya hehehe. Romantis banget kata yang jual hehehehe.

Seven, COFFEE!
Satu lagi yang saya sukai dari kencan kami adalah ngopi. Russell Church seperti tipikal bule lainnya juga senang sekali ngopi. Saya sih biasanya ikut aja. Kadang saya pesan milkshake, kadang juga tidak hehehe. Seperlunya saja, jangan mentang mentang dibelikan hehehehe. Dan hari ini saya memesan es kopi yang juga yummyyy banget.

Asyik banget, kan ya. Dan hari menyenangkan kami harus ditutup dengan dinner, yang yummy banget. Kami makan roast chicken yang enak banget dan bumbu gravynya uenaaak banget. Alhamdulillah ya rabb, atas hari yang begitu membahagiakan ini.

Eight, Dinner!
Bahkan sebelum pulang, ia masih sempat singgah membelikan ibu saya bingkisan ini.

Nine, A gift for Mom
Begitu rendah hatinya ia, hingga selalu berkata, ini belum seberapa dibanidng betapa berterima kasihnya ia pada mama saya karena telah melahirkan anak yang begitu menawan hatinya seperti saya hehehe jadi malu hahahaha.



Alhamdulillah ya Rabb atas hari ini. Terima kasih telah begitu membahagiakan saya. Terima kasih Russell Church atas kebahagiaan yang dibagi hari ini. Kau begitu memuliakan saya. I am so happy with you.

Anyway, happy weekend ya everyone. Saya terlalu bahagia sehingga susah tidur hehehe. But I need to sleep karena ini sudah lewat tengah malam.

Signing off, the world. See you tomorrow!

Auckland, 21 Mei 2016

-NK-

Tuesday, 17 May 2016

Dear Najwa

Dear Najwa.

Happy birthday. Kemarin kau genap berusia 10 tahun. Sebenarnya aku ingin menulis kemarin malam, namun apa daya energiku habis saat menangis di tempat tidurku di Unilodge. Penting bagiku untuk melepaskan tangisku setiap tanggal 17 Mei, karena selama 364 hari berikutnya aku akan selalu berusaha tampak "aku baik baik saja".

Sebenarnya tidak selamanya aku baik baik saja. Kehilangnmu itu adalah sesuatu yang sangat menyakitkan yang jika dirasakan kepedihannya akan mematikan setiap sel dalam tubuhku. Setiap kali aku ingat betapa sakitnya terpisah darimu itu, aku tidak bisa lagi bangkit. Aku menangis, dan setiap butir sel dalam tubuhku akan meraung dan ingin mati rasanya. Namun, bukankah kita tidak ingin mati konyol dengan takdir hidup? Bukankah sebagai hamba kita harus mengedepankan ikhlas, apapun takdir untuk kita. Ikhlas, itulah yang membuatku mampu menjalani hari berikutnya.

Dear Najwa,
Terus terang aku bangga padamu. Kau memang bukan anak yang sangat pintar di kelas, dan seringkali aku melihat kau di bully teman-temanmu. Kadang saat aku masih ada di sana, kau memelukku dan berkata teman-temanmu mengolok seragammu yang jelek atau kulitmu atau dirimu yang terlihat tidak punya sebanyak yang lain. You know what, itu mengiris hatiku sebenarnya. Karena seandainya semua pihak bisa berdamai lalu bertemu di titik tengah untuk kebaikan dirimu, maka kau tidak akan begitu menderita akan perpisahan ini. Jika semua pihak bisa berkepala dingin, maka aku masih bisa mengajarimu Bahasa Inggris, Matematika, IPA dan banyak pelajaranmu yang insya Allah bisa ku kuasai. Tapi yah, anakku, sekali lagi, takdir tidak berpihak pada kebersamaan kita untuk sementara ini. Jadilah kau di bully teman-temanmu karena banyak hal yang tidak kau miliki.

Tapi satu hal, sayangku, bagaimana pun mereka mem bully dirimu, jangan pernah merasa bersalah karena kau adalah dirimu. Jadilah dirimu sendiri, jadilah original, pertahankan apa yang membuatmu nyaman, dan jadilah percaya diri. Aku tak pernah memaksamu untuk pintar matematika, atau ranking 10 besar di kelas, aku paham bahwa orang berhasil tidak ditentukan dari rankingnya di kelas. Aku bangga, meski kau tidak menjuarai apapun. Aku bangga, meski kau banyak diremehkan teman-temanmu. Dan tulisan ini akan mengungkap hal apa saja yang ku banggakan darimu dari kebersamaan singkat kita tahun lalu.

Satu, keceriaanmu
Najwa, kau begitu ceria. Bagaimana pun hidup memperlakukanmu, kau bertahan dengan keceriaanmu. Kau paham bahwa aku tak lagi bersamamu dan tentu sebagai anak normal, kau merasa sedih melihat temanmu yang lain diantar jemput ibu mereka. Namun kau tidak menangis. Kau tetap bahagia dengan kesendirianmu. You know what, aku bangga padamu. Kau mewarisi kekuatanku, kau mewarisi kecuekanku. Terus terang sifat itu ada juga di diriku. Bagaimana pun orang lain menghujat aku, aku tetap memilih mencari alasan untuk bahagia. Dan kau, mewarisi itu, aku bangga pada keceriaanmu.

Pernah suatu hari kau bahkan tidak bisa menyelesaikan soal matematika, kau datang padaku dan dengan wajah kusut kau bercerita bagaimana susahnya soal itu. Lalu aku menemanimu dan kita mengerjakan soal itu bersama sama hingga selesai. Kau tetap ceria meskipun aku harus meninggalkanmu setelah jam istirahat. Kau tetap melambaikan tangan dan bersemangat mengikuti pelajaran. Itu sangat membanggakan, sayangku.

Teruslah ceria, itu adalah kualitas diri yang paling hakiki untuk menghadapi hidupmu ke depan, anakku.

Dua, kemandirianmu
Kau begitu mandiri, Najwa sayang. Itu juga membanggakanku. Aku mendnegar bahwa kau sudah bisa bikin teh sendiri, kau bisa menyiapkan bajumu sendiri, sesuatu yang biasanya ku lakukan saat aku bersamamu. Itu sangat hebat, anakku. Kau mungkin belum menemukan manfaat kemandirianmu saat ini. Namun saat kau dewasa, sifat mandiri mu ini akan memberi banyak manfaat dalam menghadapi hidup. Aku bangga padamu. Sifat mandiri itu juga ada dalam diriku dan itu membuat kita percaya diri anakku. Kau harus tetap mandiri, meski suatu saat kau menikah. Namun jangan mau dimanfaatkan laki laki, kau harus mandiri tapi juga harus tahu kapan kau harus diperlakukan sebagai seorang lady. Hormati dirimu sendiri dan kenali siapa yang berpotensi memanfaatkan kemandirianmu. Jauhi mereka dan bertemanlah dengan mereka yang akan membawamu ke arah yang baik.

Pernah suatu hari uang jajanmu habis sementara kau lapar dan aku belum datang memberimu uang. Kau lalu menemukan ide untuk membelikan teman-temanmu apa yang mereka inginkan, istilahnya kau jadi kurirnya mereka. Dan dengan usahamu itu, kau mendapatkan upah atas jasa yang kau tawarkan pada mereka. That is BRILLIANT anakku! Anak-anak yang lain belum tentu punya ide sehebat dirimu. Dan kau tidak malu jadi kurir yang penting kau bisa jajan dan itu juga halal karena disetujui teman-temanmu. I can not say I am proud enough. Kau benar-benar hebat, anakku!

Karakter seperti ini akan membuatmu survive dimanapun, dalam keadaan apapun. Kau akan bisa beradaptasi dengan kesulitan dan menemukan solusi daripada menggerutu. Itu lebih hebat dari juara matematika anakku. Kau adalah problem solver, jarang ada orang yang sepertimu.

Tiga, keikhlasanmu
Kau, Najwa adalah anak yang begitu ikhlas. Kau tidak komplain denga takdir Allah. Kau menerima bahwa kita terpisah bahwa kau hanya memiliki Bapakmu dalam hidupmu sehari-hari. Jika pun aku tak sempat menemuimu, kau tetap survive. Kau tidak menggerutu, paling paling kau bertanya "mama tadi kemana, awa nungguin lho". Cuma itu, lalu kita akan sama sama ke kantin dan membeli apa yang kau mau. Sungguh kau adalah anak yang jauh dari cengeng dan sifat menggerutu. Kau telah tumbuh jadi gadis cilik dengan segala sifat qanaahmu. Itu hebat sekali, anakku. Jarang ada anak sepuluh tahun yang begitu mandiri, begitu ceria, begitu bahagia, meski hidup tidak adil padanya. Untuk kualitas ini, aku mengagumi mu. Kau begitu ikhlas, begitu lapang, begitu bahagia. Allah SWT selalu melimpahkan kebahagiaan padamu, anakku, meski hidup tidak selalu ramah untukmu.

Empat, kehangatanmu
Meski banyak pihak menanamkan kebencian padamu, kau tetap Najwa yang hangat. Kadang aku khawatir jika dengan berjalannya waktu, kau berubah menjadi seorang yang dingin, seorang pembenci dalam hidup. Namun hingga saat ini, bagaimana pun injeksi kebencian itu di isntall ke dalam dirimu, kau tetap Najwa yang hangat. Najwa yang tetap tersenyum saat aku datang. Atau saat Nenek datang mengunjungimu. Kau tetap sopan, ramah, meski ada banyak virus kebencian yang telah ditanamkan dalam otakmu. Kau tetap hangat, penuh cinta, tetap bisa senyum dan berkata pada kawan-kawanmu bahwa aku adalah ibumu. Itu hebat sekali anakku. Ada banyak anak-anak korban perceraian yang akhirnya tumbuh dengan kebencian lalu menghujat salah satu pihak orang tua nya. Tapi kau tidak begitu. Entah bagaimana otak mungilmu itu memahami perpisahan ini, kau tetap bisa tersenyum, tetap hangat dan sopan padaku dan nenekmu. Itu adalah kualitas yang sangat membanggakan, anakku. Kau dijauhkan dari sifat amarah, benci dan kasar. Sesuai seperti doaku. Sehingga jika aku melihat pertumbuhanmu, aku selalu percaya bahwa Allah selalu menjawab doa doa ku. Aku berdoa agar kau selalu bahagia, selalu lapang, selalu hangat, selalu penuh cinta. Dan itu yang kulihat dalam dirimu. Semoga waktu tidak akan mengubahmu, anakku. Tetaplah hangat, tetaplah ceria, tetaplah lapang dengan takdir. Sungguh, itu adalah kulitas diri yang tidak semua orang berhasil mendapatkannya di dunia ini. Dan kau memiliki itu. That is why you are lucky.

Dear Najwa.
Itulah kebangaanku padamu, anakku. Kau tak perlu menjadi bintang kelas, atau jadi ahli matematika, akhlak itu yang terpenting di dunia. Jika suatu saat kau berhasil membaca tulisanku ini, meskipun saat itu mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini, maka kau akan tahu bahwa aku selalu menemanimu dengan doaku. Aku selalu berdoa suatu saat kita akan ditakdirkan bertemu. Atau jika pun tidak, maka kau akan berkesempatan membaca tulisanku.

Tetaplah ceria anakku. Tetaplah ikhlas. Tetaplah hangat. Tetaplah mandiri. Hati hati dengan orang-orang yang akan memanfaatkanmu. Jauhi mereka tapi tak perlu membencinya. Tetaplah dengan kepercayaan dirimu anakku. Jangan balas siapapun yg membully mu. Cukup berlalu dan diam. Mereka tidak akan bertambah bahagia hanya dengan membully mu dan kau juga tidak akan kekurangan dengan bully an mereka. Percayalah, kau akan jadi wanita mandiri yang kuat dan percaya diri. Kepahitan hidup ini tidak akan menjadikanmu patah. Kau akan tumbuh. Insya Allah.

Aku menyayangimu. Sangat menyayangimu.

Love,

-Me-

Monday, 16 May 2016

A Khusnudzon Story: Al Baqarah:216

Dear Everyone. 

Malam ini saya tidak bisa tidur nih hehe. Sepertinya obat escitalopram yang saya minum tiap hari plus olahraga telah cukup mengembalikan stamina saya. Saya merasa begitu berenergi meskipun saya puasa hari ini. Saya baca dari buku how to defeat depression itu, olahraga akan mempercepat produksi serotonin di otak saya dan itu membuat saya jadi happy, in good mood dan merasa positif. Alhamdulillah, meski di awal awal depresi saya bahkan tidak bisa bangun, saat ini saya bahkan tidak merasa mengantuk. Bukan sepert dulu saya tidak bisa tidur karea memikrikan reaksi, saat ini saya tidak bisa tidur karena memang belum mengantuk. Dan here I am, typing for you from my unilodge room, here in Auckland. 

Ammm, kali ini saya ingin bercerita tentang Khusnudzon pada takdir Allah. Khusnudzon sebenarnya bagian dari kualitas takwa kita. Karena bagaimana mungkin kita percaya dengan qada dan qadarNya jika kita tidak percaya bahwa apa yang telah digariskanNya adalah yang terbaik untuk masing-masing dari kita? Jika kita menyatakan bahwa kita percaya dan beriman pada Allah, maka kita juga harus mengimani bahwa apapun yang telah diputuskanNya adalah yang terbaik untuk kita. Memang tidak mudah mengasah khusnudzon itu. Kita dengan mudah bisa terjerumus pada menyalahkan takdir Allah, atau bahkan menyesalinya. Namun sesungguhnya, apapun yang terjadi dalam hidup setiap makhluk adalah atas sepengetahuanNya. Bukankah tidak ada sehelai daun pun yang luruh tanpa diketahui oleh Allah SWT. Jadi segala sesuatu yang terjadi pasti adalah yang TERBAIK dariNya.



Mari kita menyimak kisah saya. Di umur yang belum kepala 4 ini saya telah menemui banyak hal dalam hidup. Mungkin banyak dari Anda yang bergidik ngeri jika tahu bagaimana kisah hidup saya dan bagaiman hidup menghempaskan saya kesana kemari. Namun bagi saya, semua telah digariskan Allah SWT dan saya ikhlas menerimanya. Instead of menggerutu dan menyalahkan Allah SWT, saya menjadikan berbagai episode hidup itu sebagai sebuah peluang. Sebuah peluang untuk tumbuh, bukan patah. 

Ok, untuk lebih mmeudahkan melihat inti sari kisah ini dan katannya dengan Al Baqarah:216, saya akan membagi tulisan saya ke dalam berbagai episode, sehingga akan lebih mudah melihat cara saya memandang segala sesuatu dari sisi positif. Here they are: 

One, takdir KEHILANGAN NAJWA (LOSING DESTINY)
Yup, tidak banyak mungkin yang tahu betapa hancurnya hati saya saat rumah tangga saya harus hancur lebur bersama dengan kehilangan anak yang saya lahirkan dengan susah payah. Ya, saya mengakui rumah tangga saya sudah tidak bisa lagi diselamatkan, namun saya mengira saya masih bisa bertemu dengannya. Namun, tanpa menyalahkan pihak manapun, ternyata takdir itu tidak berpihak pada saya. Saya harus kehilangan Najwa, tidak memiliki akses sama sekali pada anak saya sendiri. 

Selama saya di Samarinda, saya harus berjuang untuk bisa menemui Najwa. Cuma 15 menit, waktu yang saya punya di sekolahnya. Untuk itu, saya harus berkendara naik motor dari kampus ke sekolahnya. Lalu, saya kadang harus menemui kekecewaan saat ia tidak masuk atau ia terlalu sibuk dengan tugas-tugasnya. Ada hari dimana saya telah memacu motor saya untuk bisa sempat menemui nya, namun ternyata saat saya tiba di sekolah, ia tidak ada. Berlinang air mata saya kembali ke kampus atau ke EF untuk mengajar. Bahkan esok Najwa genap 10 tahun, saya pun tak bisa mengucapkan sekedar selamat ulang tahun. Sms saya tidak akan pernah sampai kepadanya. Hadiah dari saya akan berakhir di tempat sampah. Uang dari saya pun akan masuk celengan masjid atau pun dibuang. Tidak ada jalan sama sekali untuk ber negosiasi. The door is closed dan saya sudah tidak berani lagi unuk mencoba. Apalah saya ini, cuma wanita sendiri, seorang pegawai rendahan di kampus dan cuma punya kamar kos. 

Hingga hari ini, tentu mudah sekali menyalahkan takdir Allah untuk hal ini. Intinya ya Allah, tega nian kau takdirkan hal ini untuk saya. Padahal ia adalah sahabat baik saya dan saya ibu yang baik untuknya, namun mengapa tidak kau takdirkan kami untuk bersama? Namun daripada menggerutu dan tidak menghasilkan solusi apa apa, saya akhirnya memilih ber khusnudzon padaNya. Mungkin saya kufur nikmat, mungkin saya tidak amanah, dan mungkin saya harus banyak mendoakan Najwa. Hal ini saya dapat saat saya di India. Seorang kawan saya dari Yaman, kehilangan ayahnya. Setiap ia rindu dengan ayahnya, ia akan berdoa untuk bermimpi bertemu dengannya. Dan itu yang ia katakan, 

"MAKE DHUA NURUL, EVERY TIME YOU MISS HER, MAKE DHUA, DHUA IS THE WEAPON OF EVERY MU'MIN". 

So, sejak saat itu saya selalu mendoakan Najwa saat saya rindu padanya. Saya berdoa agar bisa bermimpi bertemu dengannya dan biasanya Alhamdulillah, doa saya di ijabah. Saya selalu bermimpi memeluknya, atau bercanda dengannya saat saya sedang sangat rindu. 



Takdir ini tidak membawa saya menyalahkan Allah SWT, takdir ini membawa saya justru jauh lebih banyak berdoa padaNya.

Two, takdir sakit (HEALTH DESTINY)
Yes, sesaat setelah melahirkan Najwa saya kena sakit. Awalnya karena saya kena salah jahit karena bidan yang menjahit saya adalah bidan praktek karena kami tidak punya cukup uang saat itu untuk membayar dokter. Dan you know, everyone melahirkan mah cuma pakai bidan dan it works. Tapi ternyata  tidak untuk saya hehehe. Bidan yang menjahit saya adalah mereka yang baru saja lulus teori dan perlu orang coba untuk praktek dan akhirnya, jahitan saya salah. Hingga saat ini saya masih tidak bisa menahan angin dan jahitan itu masih belum benar meski saya sudah ulang jahit lagi. Whoa, itu sakit sekali, saudara-saudara. Jahit ulang itu seperti akan punya bayi tapi tidak ada bayinya. Sakitnya sama seperti melahirkan. Namun sudah dua kali jahit pun, masih juga jahitan itu belum beres. 

Sejak salah jahit itu, perut saya sering terganggu. Saya tidak bisa makan sayur, buah, soda, susu, keju, minuman digin, yah pokonya hidup saya kadi kering karena tidak bisa akan apa apa. Saya kehilangan berat badan 15 kg dan hampir dikira AIDS oeh dokter. Namun dengan berbagai pemeriksaan hingga kolonoskopi, dokter tetap tidak bisa menemukan penyebab sakit perut saya. 


Apakah saya sedih? Ya tentu saja. Saat itu saya baru 26 tahun, dosen muda dengan cita cita tinggi ingin master ke luar negeri. Namun dengan adanya penyakit itu, akhirnya saya hanya bisa menuntaskan master saya di kampus tempat saya mengajar. Saya tidak punya cukup biaya untuk meninggalkan Najwa dan mengurusi penyakit saya. 

Namun apakah saya menyalahkan Allah? Nooo. Saya menemui hikmahNya. Saya jadi tambah langsing hehehe. Lalu saya juga terbiasa puasa senin kamis, akibat tidak bisa makan apa apa, bahkan hingga saat ini saya jadi terbiasa dengan rasa lapar. Setiap saya puasa, saya hanya minum air putih saat sahur, karena saya tidak merasa lapar. 



Alhamdulillah, takdir ini tidak membuat saya menggerutu, takdir ini menjadikan saya langsing, lebih ringan dan malah jadi lebih mahir puasa.

Three, takdir POTONG GAJI (FINANCIAL DESTINY)
Yup, ini takdir yang saya temui saat saya baru pulang dari India. Terjadi kesalahan pembayaran gaji saya saat saya di India sehingga saya berutang pada negara sebesar 13 juta rupiah. Saat itu, gaji saya hanya di posisi 3 juta karena sertifikasi saya masih belum aktf akibat saya baru pulang sekolah. Dengan kalkulasi itu, saya diminta melunasi 13 juta either sejaligus atau dicicil. Akhirnya saya memilih mencicil dengan 1,3 juta per bulan selamma 10 bulan. Sejak saat itu, gaji saya di kampus hanya 1,7 juta. Dengan uang kos per bulan sebesar 700 ribu rupiah, otomatis saya hanya menerima 1 juta per bulan. Itu pun saya masih berpikir bagaimana tetap bisa memberi uang pada orang tua saya dan masih bisa menabung. Penting bagi saya untuk menabung, karena saya sendirian. Jika saya sakit, maka uang tabungan bisa saya jadikan uang talangan untuk saya. Begitulah. 

Awalnya, saya sedih sekali dengan hal ini. Bagaimana mungkin hidup di Samarinda dengan 1 juta dan masih ingin memberi orang tua. Karena saya tahu tidak akan ada tambahan uang di kampus, akhirnya saya melamar ke kursus bahasa Inggris. Dan saya harus rela kerja siang malam untuk tetap memenuhi semua yang saya perlu bayar. 

Lagi-lagi, instead of menggerutu, saya memilih ber positif thinking dengan takdir ini. Dengan pekerjaan saya yang lumayan memuaskan di EF, akhirnya saya menemui banyak orang hebat yang menyukai gaya mengajar saya. Saya menemui manajer resotran, manajer hotel, pemilik perusahaan batubara, bahkan anak anak pejabat. Kursus tempat saya bekerja memang yang terbesar di Samarinda dan banyak orang orang kaya kursus di sana. Termasuk mereka mereka yang memiliki pengaruh besar di kota saya. Dan alhamdulillah, berkat pekerjaan ini, meski saya hanya anak kos, saya bisa mentraktir mahasiswa makan di restoran mahal saat saya lulus beassiwa LPDP, terbang ke sana kemari mengurus berbagai dokumen, dengan tiket pesawat dan hotel yang dibiayai, dan masih banyak lagi. Belum termasuk parcel-parcel lebaran yang memenuhi kamar kos saya hadiah dari murid-murid. Whoa, itu benar-benar hal yang mengejutkan. 

Selain itu, justru di EF saya merintis jalan beasiswa saya. Saya banyak meng upload dokumen dari kantor EF karena mereka memiliki jaringan internet yang cukup kencang. Selain itu, suasana kantor yang begitu nyaman juga membuat saya betah nge warnet disana hehehe. 



See, takdir ini tidak menjadikan saya menggerutu, tapi banyak hal baik yang terjadi dari takdir pemotongan gaji. Saya bertemu banyak orang dan merintis jalan beasiswa saya.

Four, takdir gagal PhD di Kimia plus depresi (education destiny)
Yah, mungkin karena saya sudah begitu banyak menemui episode hidup, takdir depresi kali ini saya hadapi dengan lapang dada. Jika Anda sudah bisa ikhlas saat kehilangan anak yang anda kandung selama 9 bulan dan dilahirkan dengan salah jahitan, maka setiap episode kehidupan akan terasa lebih ringan kepahitannya. Tetap pahit, siapa yang tidak sedih PhDnya harus belok arah. Apalagi di negara orang dengan kontrak dan resiko menanggung biaya sendiri. Ditambah depresi yang begitu membuat saya tidak mampu bahkan mengurus diri saya sendiri. Kepala saya selalu pusing, lengkap dengan badan yang lesu dan terasa sangat lelah. 

Namun, instead of menyesali takdir ini, saya memilih untuk tetap positif dan khusnudzon padaNya. Dengan depresi ini, saya jadi kenal dokter di Uni of Auckland. Beliau sudah jadi seperti kawan saya karena beliau yang menangani depresi saya. Beliau tahu saya kehilangan anak saya dan paham mungkin itulah sumber tersembunyi depresi saya. Namanya Dr. Viv. Orangnya sudah tua namun sangat wise dan baik. Agak tomboy seperti saya, namun tetap cantik hehehe. Pengalamannya sudah kemana mana dan beliau sangat pintar. Beliau pula yang mendeteksi bahwa bidang kimia organik sintesis mungkin terlalu berat untuk saya. 

Selain itu saya bertemu konselor. Saya pun berteman dengannya namun tidak sedekat dengan Dokter Viv. Karena terapi konseling saya hanya 2 kali sebulan sedangkan saya bertemu hampir tiap minggu dengan Dr Viv. Plus, saya juga lebih kenal dengan supervisor baru di education. Saya jadi berkenalan dengan ahli pendidikan kimia, dan yay, alhamdulillah, LPDP menyetujui perpindahan study saya karena alasan yang cukup kuat. 

Dengan depresi ini pula, saya jadi istirahat total. Sudah lama rasanya saya tidak istirahat. Selama saya di India, saya sibuk dengan tugas dan ujian, lalu tesis. Selesai itu saya langsung pulang ke Indonesia. Lalu sibuk mengajar di dua tempat sambil mempersiapkan beasiswa. Coba, bagaiman saya bisa istirahat. Bahkan hari Minggu pun saya masih mengajar privat di Samarinda. Intinya saya selalu bekerja, cari uang hehehe. Namun sejak saya disini dan kena depresi, saya istirahat. Saya diberi obat paten, makan bergizi dan dicurahi kasih sayang. Dan akhirnya saya punya waktu untuk memeriksakan benjolan di dada kanan saya. Itu pun, ya Allah, barokah Allah itu tidak terkira, asuransi yang saya ajukan hanya 600 NZD malah disetujui 893 NZD. Coba bayangkan, betapa banyak Allah Mengirmkan saya rejeki dari arah yang tidak saya sangka-sangka. 

Depresi ini tidak membuat saya menggerutu. Depresi ini membuat saya berkenalan dengan dokter, konselor, punya supervisor baru di bidang pendidikan kimia, dan punya waktu untuk istirahat dan mencintai diri saya.

Five, takdir perceraian (relationship destiny)
Semua orang pasti menyangka saya gila saat saya masih bisa baik sangka pada takdir Allah yang ini. Yeah, saya tidak mengisayaratkan saya mendukung perceraian, namun ada kalanya kita  harus berjuang untuk hal yang tidak cocok untuk kita dan melepaskannya. Orang yang berani bukanlah orang yang sealu mendapatkan apa yang diperjuangkannya, namun adalah mereka yang mampu berjuang dan paham saat ia harus melepaskan sesuatu yang diperjuangkannya. Itulah bagaimana saya memandang keruntuhan rumah tangga saya. Kadang kita harus runtuh, hancur lebur, untuk kembali sebagai pribadi yang lebih baik. 

Dan yeah, saat tahun 2012 itu saya hancur. Tiba tiba saya kehilangan anak, rumah, status yang tidak jelas, dihujat banyak orang, ditinggalkan, wis pokoknya kiamat sugra dah saat itu. Namun, akhirnya perceraian menjadikan saya kuat. Saya jadi menjaga diri saya sendiri. Saya tumbuh jadi wanita yang percaya diri karena saya banyak menyelesaikan masalah saya sendiri. Saya jadi lebih solid dengan diri saya, dan yang paling penting, saya tidak punya waktu lagi menengok hidup orang lain karena hidup saya terlalu rumit dan memusingkan untuk saya hehehe. Saya kadi lebih fokus dengan diri saya, belajar ber negosiasi, tidak manja dan belajar jadi survivor. 

Dan itu yang terjadi. Instead of menangisi kehancuran rumah tangga saya, takdir ini justru membawa pengembaraan saya ke India, menyelesaikan master dan yang membawa saya ke New Zealand. Jika saya masih berumah tangga, mungkin saat ini saya tidak disini.

No, saya tidak menyatakan mendukung perceraian. Itu adalah hal yang paling dibenci Allah, namun jika itu terjadi, maka baik sangka padaNya tidak boleh putus. Meski saya akhirnya kehilangan banyak hal dengan perceraian ini, bahkan akses ke anak saya, saya tidak suudzon pada Allah. Bahkan jika pun saya bisa suudzon, saya memilih untuk positif, memandang ini sebagai suatu kesempatan bukan kesulitan. 



Perceraian menjadikan saya kebih kuat, lebih ringan, lebih ikhlas, tidak suka menghakimi apalagi mengurusi orang lain, membawa saya ke India dan ke New Zealand. 

Well, buruk sangka pda takdir Allah itu tidak akan merubah keadaan. Itu malah membuat kita makin terpuruk. Lebih baik ber khusnudzon padaNya. Percaya bahwa apa yang ditetapkanNya adalah yang terbaik untuk kita. Karena Allah itu sesuai sangkaan hamba-Nya, so lebih baik bersangka ia Maha Baik pada kita dibanding sebaliknya. Sungguh, Allah itu tidak pernah menzalimi hamba-hambaNya. 

Seperti QS. Al-Baqarah:216. Bisa jadi kita membenci sesuatu, meskipun itu baik untuk kita, dan bisa jadi kita mencintai sesuatu meskipun itu buruk untuk kita. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak. 



Believe me, it is true. Bersangka baiklah, maka hanya hal baik yang akan terjadi pada hidup Anda.

Well, time to sleep. Sudah lewat tengah malam waktu Auckland. semoga tulisan konyol ini bisa memberikan sedikit pemahaman koboy saya tentang ayat demi ayat yang saya rasakan dala hdup saya. Saya memang bukan seorang penghafal quran, atau belajar agama hingga ke Mekkah sana. Saya hanya seorang yang sederhana yang melihat ayat quran, mengimaninya, lalu melihat itu dalam berbagai episode hdiup yang saya rasakan. 

Auckland, 17 Mei 2016

-NK-

Sunday, 15 May 2016

KISAH KULKAS DAN LEMARI AJAIB: A "BAROKAH" STORY (QS: At-Thalaq:3)

Hello everyone.

Hari ini saya tiba tiba ingin menulis. Menulis memang hal yang disarankan dokter untuk memahami apa yang sedang ada di kepala saya. Terapi menulis sangat baik untuk orang depresi karena selain itu memberikan mereka "something to do", menulis juga membuat mereka memahami apa yang sedang ada di kepala mereka. Terus terang saat ini saya sedang beristirahat total, karena selain saya sedang mengurus kepindahan PhD ke school of education, saya juga sedang menjalani terapi depresi. Sehingga, sehari-hari jika tidak sedang menemui dokter atau menjalani sesi terapi dengan konselor, saya ya di kamar. I don't really like going out. Selain karena dingin, saya juga bukan orang yang senang berkumpul. Kadang saya takut mengganggu orang lain, atau juga karena saya merasa lelah dan ingin sendiri saja, dengan musik dan diri saya di kamar. Sahabat saya, ya laptop. Karena melalui media ini, internet saya dapatkan, unlimited, tanpa putus. So, here I am, writing something I like.

Well, edisi kali ini saya ingin berbagi kisah. Alkisah, di negeri far far away, hehe, ada seorang wanita yang hidup sendirian di kamarnya. Ia memiliki kulkas dan lemari ajaib, yang terisi dengan sendirinya. Ok lah, nggak cocok, ganti aja mah. Yah, hari ini saya ingin bercerita tentang kulkas dan lemari ajaib saya. Kulkas ini disediakan oleh unilodge begitu pun lemarinya, yang compact dengan dapur. Terus terang dapur adalah hal yang paling saya sukai dari suatu hunian karena saya suka memasak. Dan saat saya di Samarinda, saya sedih banget karena kamar kos yang kecil mungil milik saya itu tidak ada dapurnya. Yah, memang di sekitar tempat tinggal saya selalu ada sayur dan lauk yang dijual di warung warung. Namun, ya tetap saja, saya kehilangan dapur. I miss being in kitchen.

Saat di hostel, dapurnya sharing dengan orang banyak dan kadang kadang tutup jika saya ingin masak saat tengah malam. Seperti Anda tahu, saya tidak begitu suka berpapasan dengan orang saat saya melakukan kegiatan saya. Aneh memang, tapi itulah saya, penyendiri. Selain itu, jarak dapur ini jauh dari kamar sehingga kadang suka sebel saat ada bumbu yang ketinggalan di kamar. Tapi sejak saya masuk di unilodge, yay, I got my own kitchen. Dan karena ini studio apartment lengkap dengan dapur dan shower sendiri, jadilah saya bahagia dengan kesendirian saya.

Ok, lets get back tentang kulkas. Seperti saya bilang, kulkas saya ini selalu terisi, lengkap. Ada susu putih, susu coklat, keju, kentang goreng, bumbu dapur, es krim di freezer, ayam, beef, sosis buah, buah kaleng, sarden, wis pokoknya komplit. Coklat juga yang cair ada yang batangan ada. Pokoknya saya tinggal milih mau makan yang mana. Di sela sela kulkas ini pun, ada croissant atau muffin yang selalu tersedia untuk sarapan saya.
Soda, mayones, margarin, semua wis ada tinggal pilih. Dan alhamdulillah, ini selalu terisi tanpa se dollar pun keluar dari tabungan saya. Murni saya hanya bayar sewa kamar disini dan saat saya perlu beli yang saya inginkan dan itu pun sedikit sekali.
Selain itu, lemari yang ada di atas cooktop saya juga selalu terisi penuh. Bahkan tissue toilet saja itu dibelikan yang pakai aloe vera supaya tidak iritasi kulit. Minuman, makanan, spaghetti, mi dengan bermacam macam rasa, teh, kopi, gula, tepung dengan berbagai bumbu masak kering selalu tersedia. Subhanallah, betapa besar nikmat Allah untuk saya.
Dan setiap weekend, lemari dan kulkas ini akan terisi penuh, hadiah darinya untuk bahan makanan saya seminggu ke depan. Jika pun saya terlalu lelah untuk keluar karena dingin atau saat di awal awal saya kena depresi berat itu, biasanya paket sembako ini akan datang ke reception unilodge setiap Senin pagi. Mereka bahkan sudah hafal si pengirimnya sehingga cukup menelpon saya dan bilang "your RC pack is here" singkatan mereka untuk Russell Church hehe. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, hanya itu yang bisa saya ucapkan. Banyak bersyukur atas rahmat Allah SWT untuk saya.

Ok, lalu apa hubungannya dengan barokah? Barokah adalah manfaat dari suatu rizki. Sehingga disarankan kita untuk meminta RIZKI YANG BAROKAH. Karena rizki yang tidak barokah akan membawa kita pada kemudaratan. Kita bisa saja mendapatkan uang 10 juta sehari, namun uang itu sia-sia. Tidak bermanfaat baik bagi kita ataupun orang orang di sekeliling kita. Mungkin kita akan sakit atau hal lainnya yang membuat kita tidak menikmati uang tersebut. Sementara, rizki yang barokah akan memberikan manfaat bagi kita dan orang orang di sekeliling kita. Barokah, itulah value dari suatu rizki. Nilai, itu yang kuta cari dalam hidup ini. Karena angka itu hanya sekedar angka, namun nilai, barokah, itulah yang membedakannya. Uang beasiswa boleh 2,000 NZD sebulan, tapi barokahnya bisa berlipat lipat. Seperti tempat tinggal yang nyaman, makanan yang tersedia cukup, kesehatan, jaminan keamanan. Itu yang membedakan.

Jadi mintalah rizki yang barokah. Jangan pernah buruk sangka dengan takdir Allah. Itu pasti yang terbaik untuk masing masing kita. Jangan lepas untuk tetap bertakwa, karena hanya orang yang bertakwa yang akan diberikan jalan keluar dan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka. It is true.

Alhamdulillah.

Auckland, 16 Mei 2016

-NK-




Saturday, 14 May 2016

My Top Five of The Week (second Week of May)

Hi all, happy weekend from New Zealand!

Well, saat ini seperti biasa, saya akan posting tentang 5 hal yang saya syukuri minggu ini. Mungkin ada diantara Anda yang bertanya kenapa cuma 5 hal. Yeah, sebenarnya banyak abnget yangs aya syukuri setiap harinya, cuma untuk lebih nge hitss ya dipilih 5 saja selama seminggu. Selain karena hari kerja itu 5  hari dimana lebih banyak dinamika yang terjadi selain saat weekend, dan juga kelihatan lebih keren ah kalau disebut TOP FIVE OF THE WEEK, iya kan hehehe. Itulah alasannya kenapa postingan saya tentang hal yg saya syukuri selalu saya sebut sebagai TOP FIVE OF THE WEEK.

Ok, minggu ini masih seperti biasa, hidup saya masih menunggu. Menunggu kabar saya diterima atau tidak di fakultas yang baru yaitu School of Education and Social Work. Setelah dihantam depresi, lalu mengumpulkan dukungan dari dokter, konselor dan supervisor, dan disetujui oleh LPDP, saat ini saya sedang menunggu tanda diterima di fakultas yang baru untuk segera memulai PhD saya di bidang yang baru. Menegangkan? Pastinya. Tapi saya yakin, usaha saya sudah maksimal, sehingga saat ini saya menyerahkan segalanya pada Allah SWT, apa keputusan terbaik untuk saya. Well, here are my top five of this second week of May.

One, my HOW TO DEFEAT DEPRESSION program
Sebenarnya saya hampir putus asa menghadapi depresi ini. Ini seperti penyakit aneh. Saya tidak ada keluhan fisik apa apa tapi selalu merasa pusing, mual, muntah tanpa sebab. Bahkan hingga minggu kedua April, saya susah sekali bangun dari tempat tidur. Ada saat dimana saya bahkan ditolong oleh mekanik unilodge hanya untuk sekedar mengambil obat depresi saya di lemari. Bayangkan, saya sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur. Setelah itu, saat saya pergi ke luar ruangan, saya merasa bangunan bakal menimpa saya. Saya benar-benar merasa saya sepertinya sudah gila. Namun, alhamdulillah sejak awal Mei, saya merasa membaik. Sakit kepala saya sudah mulai menghilang dan badan saya terasa segar.
Saat inilah saya mulai meneruskan membaca buku 15 steps to overcome anxiety and depression, buku yang saya pinjam dari Uni of Auckland Library. Disini ada 15 langkah setiap minggunya untuk mengatasi depresi. Kelihatannya aneh saya harus berlatih supaya tenang dan tidak stress, tapi memang depresi itu sungguh mengerikan, saudara saudara. Saya bisa berkata begini karena saya merasakan hal itu.
Program pertama di buku ini adalah RELAX. Saya berlatih teknik relax setiap hari selama 5 menit tiga kali sehari. Dan program minggu keduanya yang saat ini saya jalankan adalah OLAHRAGA MINIMAL 30 MENIT SEHARI. Ini benar-benar OK. Awalnya tentu saya merasa lelah apalagi sudah sebulan setengah saya hanya berbaring di tempat tidur tanpa beraktifitas yang berat. Namun setelah saya jalani, treadmill, rowing, yoga, cycling, alhamdulillah saya merasa jauh lebih sehat. Akhirnya saya bertekat akan menjadikan ini kebiasaan saya. Yah, tentu tidak mudah, namun kebiasaan baik harus dilestarikan. Dan saya pikir it is time to do sport again.
Program di buku ini benar-benar saya syukuri karena buku ini seperti berbicara dengan saya tentang depresi. Jadi saya benar-benar merasa dituntun. The book talks to me hehehe. Dan setiap hari akhirnya saya habiskan dengan membaca langkah demi langkah dari buku ini yang saya aplikasikan satu demi satu. Dan semoga dengan ini, depresi saya benar-benar akan terlewati. Amin!

Two, my GREAT UNILODGE
Saya tidak pernah berhenti bersyukur tinggal di Unilodge. Yeah, sewanya memang mahal, 300 dollar seminggu dan itu saya bayar sendiri artinya saya tidak berbagi dengan orang lain atau menyewa satu tempat lalu sharing sewa. Ini studio apartment. Namun yang saya syukuri adalah, despite sewanya yang tinggi, tempat ini nyaman banget. Saya punya dapur sendiri, punya shower yg ok, punya gym, swimming pool meskipun saya gak bisa berenang hehehe, punya meja billyard kalau lagi bosen meskipun saya nggak pernah main hehehe dan INTERNET UNLIMITED yang super cepat karena jaringannya terkoneksi dengan uni of auckland. Coba bayangkan, saat saya di hostel, iya sih, sewanya cuma 200 dollar seminggu, tapi itu cuma kamar. Toilet sharing yang kadang bikin saya nggak nyaman karena harus berpapasan dengan bule lain. Shower sharing, bahkan dapur yg buat masak masak juga sharing, dan tutup jam 11 malam, padahal kadang tengah malam saya masih lapar hehehe. Lalu jarak dengan bus stop yang jauh banget dan yang sering bikin gak puas adalah internetnya cuma 2GB seminggu dan harus beli lagi kalau pas lagi habis. Sementara di unilodge youtube saya nggak pernah putus karena internet yang super cepat dan unlimited. Selain itu, fasilitas yang lengkap dan manajemen yang profesional karena mereka attach dengan uni of auckland, jadi gak akan macam macam hehehe. Belum lagi fasilitas gym yang bikin saya nggak perlu jauh jauh berolahraga. Itulah sebabnya unilodge adalah kediaman yang pantas saya syukuri.

Three, my WONDERFUL INSURANCE
Yup, asuransi. Ini adalah hal yang paling menyenangkan saya pikir dari keberadaan saya di Auckland. Kalau biasanya jika ingin berobat, yang pertama kita tengok adalah isi dompet, namun disini saya benar-benar dijamin bebas biaya untuk ketemu dokter, bahkan dapat obat-obat paten yang oke banget. Semuanya karena kami di cover asuransi yang terkait dengan SPP uni of auckland. Asuransinya sih namanya student safe yang berada di bawah allianz. Namun servicenya ok banget. Sejak awal Januari saat saya masuk rumah sakit, mereka benar-benar profesional menangani saya. Saat itu terus terang saya agak keder melihat tagihan rumah sakit yang hampir 2,000 Dollar atau 20 juta rupiah. Busyet, dapat uang darimana segitu. Namun dengan tawakkal, saya kirim formulir dan mengklaim penggantian biaya. Dan cuma perlu seminggu, mereka telah melunasi tagihan rumah sakit itu, Benar-benar mudah dan gak berbelit belit.
Dan minggu depan saya akan menjalani mammogram. Itu adalah x ray untuk payudara karena saya menemukan benjolan di dada kanan saya. Awalnya saya juga khawatir mereka tidak approve karena saya merasa banget sudah banyak tagihan yang saya kirim ke asuransi ini hehehe. Saya sepertinya satu satunya mahasiswa internasional yang sering sakit. Sejak Maret hingga April, saya benar-benar ditangani dokter dan konselor dan semua tagihan kosnultasi, obat semua ditagihkan ke asuransi. Jadi saya ya agak keder untuk tagihan mammogram ini sehingga saya minta pre approval terlebih dahulu. Dan alhamdulillah, pre approval saya disetujui sehingga minggu depan ini saya bisa menjalani mammogram dan ultrasound untuk memastikan benjolan tersebut. Lengkap dengan konsultasi ke dokter bedah untuk membicarakan hasil pemeriksaan. Saya akan ditangai ahli kanker payudara di New Zealand. Dan semuanya ditanggung asuransi. Isnt it wonderful?

Four, my love story
Yes, ini adalah hal yang juga saya syukuri. Meski tidak muda lagi, namun perubahan di bidang asmara dalam hidup saya ini tentu membawa kebahagiaan hehehe. Apalagi, saat ini yang kami jalani adalah hubungan antar orang dewasa yang sudah jauh dari kesan cemburu buta, jauh dari kesan menggebu gebu, kami saling dukung, saling support, menikmati kebersamaan masing masing. Dan ia benar-benar partner yang oke, despite umurnya yang terpaut jauh dari saya. Ia adalah seorang sahabat baik yang bisa diajak berbagi dari cerita hidup hingga program TV. Ia bukan hanya seorang kekasih romantis, yes, ia romantis, banget romantisnya, tapi ia juga sahabat baik. Jadi hubungan ini terasa begitu tenang, menyenangkan, tanpa ada drama atau roller coaster feeling. Tidak ada tuh namanya menunggu nunggu sms nya, ia selalu sms sebelum saya gusar menunggu. Ia selalu bercanda, meski kadang kadang silly, tapi itu bikin saya kangen hehe. Belum lagi dukungannya pada saya yang begitu massive. Ia tidak pernah berhenti percaya bahwa saya mampu melakukan sesuatu yang besar bahkan saat saya tidak percaya lagi dengan diri saya. Selain itu, ia juga kekasih yang romantis, penyayang, seorang lelaki yang begitu menghormati saya dan membanggakan saya. Saya benar-benar merasa tersanjung saat bersamanya. Jujur, bahkan ia membuat saya merasa seperti gadis perawan yang masih muda dan belum pernah gagal dalam pernikahan. Anda tahu, kadang laki-laki memandang rendah pada wanita seperti saya ini dan cenderung merendahkan. Intinya sih, banyak aja yang menikahi janda namun dengan banyak catatan SUDAH UNTUNG SAYA MAU SAMA KAMU, sehingga si wanita cenderung hopeless dan akhirnya menikah dengan opini daripada nggak ada. Namun, Russell Church adalah laki-laki yang begitu menghormati saya, meskipun ia tahu seluruh masa lalu saya. Ia masih berkenan menerima dan menghormati saya. Bahkan lebih dari saat dulu saya masih perawan dan dipinang untuk pertama kalinya hehehe. Itu yang bikin saya bahagia banget dimuliakan sebegitu rupa olehnya.



Five, me, still ME!
Yah, meskipun mungkin banyak yang tidak paham dengan gaya saya, namun saya benar-benar mencintai diri saya ini. Karena meskipun saya sendiri, saya tidak pernah merasa kesepian. Saya selalu bisa menciptakan kebahagiaan meskipun saya sendiri. Dan dengan gaya sendiri, saya menemukan jalan untuk survive. Saya memang penyendiri, terutama sejak jalan hidup saya berubah, saya lebih suka hidup dengan diri saya. Namun saya tahu, justru dengan itu, saya terhindar dari ghibah, dari iri dengan hidup orang lain, dari tindakan menghakimi orang lain. Karena saya merasa hidup saya aja belum benar, gimana saya bisa menghakimi orang lain hehehe. Selain itu, fokus dengan diri saya sendiri membuat saya bisa fokus dengan kekuatan saya dan akhirnya menghasilkan pencapaian. Saya tidak bergantung pada orang lain. Saya posting apa yang saya suka di fb saya, ada yang komen syukur, gak komen juga gak apa apa. Ada yang kirim pesan di inbox ya dibalas, kalau pun sepi yo wis, berarti saya bisa fokus dengan hal lain. Saya tidak punya teman akrab, tapi saya akrab dengan banyak orang. Saya tidak pilah pilih dalam bersahabat, niat saya hanya satu bagaimana saya bisa memudahkan hidup orang lain. Dan saya bersyukur, meski saya tidak punya banayk dalam hidup, hati saya benar-benar penuh dengan syukur hingga kadang malam hari saat saya tidur, saya bisa tidur dengan senyum mengingat betapa ajaibnya hidup saya dan tidak semua orang dipercaya untuk menjalani takdir seperti yang saya jalani. Meski sehari hari saya sendirian di kamar saya di unilodge ini, saya selalu bisa menciptakan kebahagiaan. Saat sampai waktu shalat, saya shalat, kadang saya mengaji, kadang saya mendengarkan musik, atau memasak, selalu ada hal yang bisa dilakukan. Dan itu menarik untuk saya. Dan demi kualitas diri yang begitu solid ini, saya bersyukur menjadi diri saya. Yes, me, still me!

Well, itulah lima hal yang saya syukuri minggu ini. Bagaimana dengan Anda? Think of your top five of the week, dan berbahagialah. Karena tidak semua manusia, dikaruniai hati yang mampu bersyukur.

Auckland, 15 Mei 2016

-NK-