Friday, 20 May 2016

ONE SWEET DAY WITH YOU

Hello everyone.

Tidak seperti biasanya saya menulis tentang keriangan weekend saya di blog. Biasanya saya memusingkan Anda semua dengan postingan foto weekend saya di wall fb saya hehehe lalu itu akan memenuhi timeline Anda dan mungkin Anda akan mengegrutu, "huh, wanita ini happy banget kelihatannya". Hehehehe.

Anyway, as a real life poster, saya memang selalu posting apa yang saya rasakan atau alami. Saat masih sedih kemarin, ya saya posting. Saat kena depresi, ya posting. Saat happy on weekend, posting juga lah. Nggak ada yang suka kan dengan postingan curcol di media sosial. Tapi memang ini namanya media sosial mah berat. Posting sedih dibilang curcol, cengeng, gak mutu. Posting happy dibilang pamer, sombong, ya begitulah, namanya manusia gak bisa kita kontrol hati dan mulutnya. So, saran saya sih posting saja yang Anda suka. Selama tidak menyerang orang lain, yo wis, santai aja hehehehe.

Anyway, kali ini spesial karena weekend kali ini memang benar-benar FUN! Awalnya kami berencana menghabiskan waktu di Auckland zoo atau di akuarium raksasa, namun karena menunggu jadwal shalat Jumat si bule akhirnya kami memutuskan pergi ke pusat perbelanjaan saja. Sylvia park namanya. Mungkin ada baiknya saya menuliskan satu demi satu keriangan kami hari ini.

One, CAMPUS STORE
Seperti teenager yang lagi dating heheh kami ketemuan di perpustakaan kampus karena cuma jalana kaki dari unilodge. Dia biasanya langsung sms begitu ia tiba disana. That is what I like from him. Tidak pernah sekali pun ia membuat saya menunggu atau bertanya tanya ia dimana. Ia akan selalu mengabari saya. 
Lalu kami pergi ke campus store, tempat dimana saya ingin sekali membeli sweater bertuliskan uni of Auckland. Sweater ini lumayan mahal 65 dollar atau 650 ribu rupiah. Karena saya tinggal di unilodge, saya dapat voucher 20% off sehingga harganya sisa 52 dollar. Masih lumayan mahal, tapi karena saya sudah mengincar sweater ini sejak pertama kali datang, saya sudah menyiapkan budget untuk itu. Namun pas saya hendak membayar, ia langsung menyodorkan kartunya dan membayar. "Let me do it for you, darling". Sampai sampai si mbak penjaga kasir tersenyum melihat kami. Yay, alhamdulillah, akhirnya sweater ini saya miliki tanpa mengurangi duit beasiswa saya!

Two, kebabs on queens
Karena belum makan siang, kami pergi ke Sylvia park, pusat perbelanjaan untuk makan kebab. Kebab on queens memang halal dan kami tidak ragu makan disana. Namun saat itu kami berdebat dimana letak foodcourt. Dan seperti biasa saya suka ngambek kalau kebanyakan jalan kaki hehehe apalagi kalau lagi lapar, wah saya menyeramkan seperti monster hehehe. Untunglah kami menemukan foodcourt itu dan akhirnya mulai makan. Satu lagi yang saya sukai dari si bule ini, dia tidak pernah membatasi apa yg saya ingin pesan, istilahnya pesan saja apa yang saya mau. Nyam, akhirnya kami makan kebab yang yummy banget.

Three, Megazone Bumper Car!
Yeah, ini sudah kami rencanakan dari minggu lalu sebenarnya. Namun karena baru minggu ini ia punya day off hari Jumat maka baru hari ini kami bisa laksanakan. Saya ingin mengulang nostalgia saya waktu kecil dulu saat sering naik bom bom car dengan adik saya. Rindu ingin mengulang keseruan naik mobil itu lalu kehantam kanan kiri yay, asyik banget. Saya ketawa banget saat ini dan betul betul menikmati hari saya bersamanya. Kami naik bumper car satu satu dan dengan nakalnya ia selalu nyerempet mobil saya hahahaha. Asyik banget. 

Senang banget rasanya menghabiskan hari bersama orang yang kita sayangi dan ia benar benar ada untuk kita. Jika biasanya orang lain menghabiskan waktu dengan pasangannya namun sibuk sendiri dengan gadgetnya, maka Russell Church adalah benar-benar ia yang begitu berkomitmen dengan saya. Ia tidak pernah menyentuh hapenya kecuali jika saat saya ingin ia memoto saya hehehe. Dan jadilah saya bahagia karena selalu diperlakukan seperti ratu olehnya.
Setelh bumper car, kami masih sempat main racing game yang asyik banget, serasa seperti teenager banget padahal dua duanya sudah berumur heheheh.


Four, ice cream!
Pergi bersama Russell Church berarti benar-benar dijamu olehnya. Setelah shopping, makan, ia biasanya akan menawarkan dessert atau cemilan enak seperti es krim yummy hehehe. Asyik banget pokoknya. Belum pernah dalam hidup saya dimanjakan pasangan seperti caranya Russell Church memanjakan saya. Ia begitu berkomitmen, penuh dedikasi dan selalu berusaha membahagiakan saya. Ia sangat takut jika pun saya cemberut. Betapa menyenangkannya!
Es krim ini yummy banget karena ada batangan coklat di pucuknya, Yay, coklatnya itu yummy banget karena diselimuti dengan lembut dan dinginnya es krim hehehe.


Five, MINI GOLF AROUND THE WORLD!
Khusus yang ini akan saya posting lagi dengan tulisan tersendiri karena saya begitu mengagumi arsitektur yang di desain pengelola permainan ini. Dan meski awalnya saya tidak pede main ini, meski si bule berkali kali mengundang saya main ini, yah, apalah saya ini cuma perempuan kampung yang ngopi di kafe aja jarang akibat sering cari uang hehe. Bagaimana mungkin saya main golf? Megang stiknya aja nggak pernah hehehe.
Tapi itulah Russell Church. Ia selalu ingin saya merasakan semuanya. Ia bahagia jika ia bisa membahagiakan saya. Ia selalu percaya saya bisa melakukan hal hal besar meski saya sendiri tidak percaya hehehe.
Mulailah kami main. Tiiketnya lumayan mahal untuk kantong saya. 15 dollar pe orang. Ia menyiapkan kartu skor meski saya sudah bilang saya nggak akan bisa hehehe. Dan konsep mini golf ini keren banget. Kami mulai dari NZ dengan burung kiwinya. Lalu ke Australia dengan buayanya.

Lalu kami melewati gerbang Perancis

Si bule dengan menara eiffel

Lalu ke Afrika dengan singanya hehehe. Dan lucunya ni singa ikutan mengaum lho, saya sampai takut hehehehe.
Anyway, saya akan posting lebih lanjut tentang mini golf ini saking banyaknya foto kami keliling dunia hari ini hehehe.
Yang paling lucu adalah saat kami melewati Amerika dengan Mount Rushmore nya, dan suku indian. Itu benar-benar ada bunyi upacara indiannya lho. Dan disini lah saya berhasil memasukkan bola hanya dengan sekali pukul, yay. Si Russell Church benar benar bahagia karena meski saya baru mulai, saya sudah bisa menyamainya hehehe. Itu juga yang saya suka darinya. Ia tidak menghina saya, ia membesarkan hati saya dan membuat saya percaya bahwa saya BISA!

Six, A NEW RING!
Satu lagi yang saya kagumi dari seorang Russell Church adalah betapa ia memanjakan saya dengan perhiasan dan perhiasan. Katanya, seorang wanita yang berharga harus dihargai dengan perhiasan pula untuk keindahannya. Kadang kadang ia membelikan saya sebagai kejutan, kadang ia membawa saya ke toko perhiasan dan membiarkan saya memilih. I really like it, karena saya bisa memilih model yang saya inginkan. |Dan hari ini saya terpikat dengan cincin dengan bentuk hati seperti ini

Saya sangat bahagia dengan cincin ini karena herat shaped nya itu begitu menyenangkan saya hehehe. Romantis banget kata yang jual hehehehe.

Seven, COFFEE!
Satu lagi yang saya sukai dari kencan kami adalah ngopi. Russell Church seperti tipikal bule lainnya juga senang sekali ngopi. Saya sih biasanya ikut aja. Kadang saya pesan milkshake, kadang juga tidak hehehe. Seperlunya saja, jangan mentang mentang dibelikan hehehehe. Dan hari ini saya memesan es kopi yang juga yummyyy banget.

Asyik banget, kan ya. Dan hari menyenangkan kami harus ditutup dengan dinner, yang yummy banget. Kami makan roast chicken yang enak banget dan bumbu gravynya uenaaak banget. Alhamdulillah ya rabb, atas hari yang begitu membahagiakan ini.

Eight, Dinner!
Bahkan sebelum pulang, ia masih sempat singgah membelikan ibu saya bingkisan ini.

Nine, A gift for Mom
Begitu rendah hatinya ia, hingga selalu berkata, ini belum seberapa dibanidng betapa berterima kasihnya ia pada mama saya karena telah melahirkan anak yang begitu menawan hatinya seperti saya hehehe jadi malu hahahaha.



Alhamdulillah ya Rabb atas hari ini. Terima kasih telah begitu membahagiakan saya. Terima kasih Russell Church atas kebahagiaan yang dibagi hari ini. Kau begitu memuliakan saya. I am so happy with you.

Anyway, happy weekend ya everyone. Saya terlalu bahagia sehingga susah tidur hehehe. But I need to sleep karena ini sudah lewat tengah malam.

Signing off, the world. See you tomorrow!

Auckland, 21 Mei 2016

-NK-

Tuesday, 17 May 2016

Dear Najwa

Dear Najwa.

Happy birthday. Kemarin kau genap berusia 10 tahun. Sebenarnya aku ingin menulis kemarin malam, namun apa daya energiku habis saat menangis di tempat tidurku di Unilodge. Penting bagiku untuk melepaskan tangisku setiap tanggal 17 Mei, karena selama 364 hari berikutnya aku akan selalu berusaha tampak "aku baik baik saja".

Sebenarnya tidak selamanya aku baik baik saja. Kehilangnmu itu adalah sesuatu yang sangat menyakitkan yang jika dirasakan kepedihannya akan mematikan setiap sel dalam tubuhku. Setiap kali aku ingat betapa sakitnya terpisah darimu itu, aku tidak bisa lagi bangkit. Aku menangis, dan setiap butir sel dalam tubuhku akan meraung dan ingin mati rasanya. Namun, bukankah kita tidak ingin mati konyol dengan takdir hidup? Bukankah sebagai hamba kita harus mengedepankan ikhlas, apapun takdir untuk kita. Ikhlas, itulah yang membuatku mampu menjalani hari berikutnya.

Dear Najwa,
Terus terang aku bangga padamu. Kau memang bukan anak yang sangat pintar di kelas, dan seringkali aku melihat kau di bully teman-temanmu. Kadang saat aku masih ada di sana, kau memelukku dan berkata teman-temanmu mengolok seragammu yang jelek atau kulitmu atau dirimu yang terlihat tidak punya sebanyak yang lain. You know what, itu mengiris hatiku sebenarnya. Karena seandainya semua pihak bisa berdamai lalu bertemu di titik tengah untuk kebaikan dirimu, maka kau tidak akan begitu menderita akan perpisahan ini. Jika semua pihak bisa berkepala dingin, maka aku masih bisa mengajarimu Bahasa Inggris, Matematika, IPA dan banyak pelajaranmu yang insya Allah bisa ku kuasai. Tapi yah, anakku, sekali lagi, takdir tidak berpihak pada kebersamaan kita untuk sementara ini. Jadilah kau di bully teman-temanmu karena banyak hal yang tidak kau miliki.

Tapi satu hal, sayangku, bagaimana pun mereka mem bully dirimu, jangan pernah merasa bersalah karena kau adalah dirimu. Jadilah dirimu sendiri, jadilah original, pertahankan apa yang membuatmu nyaman, dan jadilah percaya diri. Aku tak pernah memaksamu untuk pintar matematika, atau ranking 10 besar di kelas, aku paham bahwa orang berhasil tidak ditentukan dari rankingnya di kelas. Aku bangga, meski kau tidak menjuarai apapun. Aku bangga, meski kau banyak diremehkan teman-temanmu. Dan tulisan ini akan mengungkap hal apa saja yang ku banggakan darimu dari kebersamaan singkat kita tahun lalu.

Satu, keceriaanmu
Najwa, kau begitu ceria. Bagaimana pun hidup memperlakukanmu, kau bertahan dengan keceriaanmu. Kau paham bahwa aku tak lagi bersamamu dan tentu sebagai anak normal, kau merasa sedih melihat temanmu yang lain diantar jemput ibu mereka. Namun kau tidak menangis. Kau tetap bahagia dengan kesendirianmu. You know what, aku bangga padamu. Kau mewarisi kekuatanku, kau mewarisi kecuekanku. Terus terang sifat itu ada juga di diriku. Bagaimana pun orang lain menghujat aku, aku tetap memilih mencari alasan untuk bahagia. Dan kau, mewarisi itu, aku bangga pada keceriaanmu.

Pernah suatu hari kau bahkan tidak bisa menyelesaikan soal matematika, kau datang padaku dan dengan wajah kusut kau bercerita bagaimana susahnya soal itu. Lalu aku menemanimu dan kita mengerjakan soal itu bersama sama hingga selesai. Kau tetap ceria meskipun aku harus meninggalkanmu setelah jam istirahat. Kau tetap melambaikan tangan dan bersemangat mengikuti pelajaran. Itu sangat membanggakan, sayangku.

Teruslah ceria, itu adalah kualitas diri yang paling hakiki untuk menghadapi hidupmu ke depan, anakku.

Dua, kemandirianmu
Kau begitu mandiri, Najwa sayang. Itu juga membanggakanku. Aku mendnegar bahwa kau sudah bisa bikin teh sendiri, kau bisa menyiapkan bajumu sendiri, sesuatu yang biasanya ku lakukan saat aku bersamamu. Itu sangat hebat, anakku. Kau mungkin belum menemukan manfaat kemandirianmu saat ini. Namun saat kau dewasa, sifat mandiri mu ini akan memberi banyak manfaat dalam menghadapi hidup. Aku bangga padamu. Sifat mandiri itu juga ada dalam diriku dan itu membuat kita percaya diri anakku. Kau harus tetap mandiri, meski suatu saat kau menikah. Namun jangan mau dimanfaatkan laki laki, kau harus mandiri tapi juga harus tahu kapan kau harus diperlakukan sebagai seorang lady. Hormati dirimu sendiri dan kenali siapa yang berpotensi memanfaatkan kemandirianmu. Jauhi mereka dan bertemanlah dengan mereka yang akan membawamu ke arah yang baik.

Pernah suatu hari uang jajanmu habis sementara kau lapar dan aku belum datang memberimu uang. Kau lalu menemukan ide untuk membelikan teman-temanmu apa yang mereka inginkan, istilahnya kau jadi kurirnya mereka. Dan dengan usahamu itu, kau mendapatkan upah atas jasa yang kau tawarkan pada mereka. That is BRILLIANT anakku! Anak-anak yang lain belum tentu punya ide sehebat dirimu. Dan kau tidak malu jadi kurir yang penting kau bisa jajan dan itu juga halal karena disetujui teman-temanmu. I can not say I am proud enough. Kau benar-benar hebat, anakku!

Karakter seperti ini akan membuatmu survive dimanapun, dalam keadaan apapun. Kau akan bisa beradaptasi dengan kesulitan dan menemukan solusi daripada menggerutu. Itu lebih hebat dari juara matematika anakku. Kau adalah problem solver, jarang ada orang yang sepertimu.

Tiga, keikhlasanmu
Kau, Najwa adalah anak yang begitu ikhlas. Kau tidak komplain denga takdir Allah. Kau menerima bahwa kita terpisah bahwa kau hanya memiliki Bapakmu dalam hidupmu sehari-hari. Jika pun aku tak sempat menemuimu, kau tetap survive. Kau tidak menggerutu, paling paling kau bertanya "mama tadi kemana, awa nungguin lho". Cuma itu, lalu kita akan sama sama ke kantin dan membeli apa yang kau mau. Sungguh kau adalah anak yang jauh dari cengeng dan sifat menggerutu. Kau telah tumbuh jadi gadis cilik dengan segala sifat qanaahmu. Itu hebat sekali, anakku. Jarang ada anak sepuluh tahun yang begitu mandiri, begitu ceria, begitu bahagia, meski hidup tidak adil padanya. Untuk kualitas ini, aku mengagumi mu. Kau begitu ikhlas, begitu lapang, begitu bahagia. Allah SWT selalu melimpahkan kebahagiaan padamu, anakku, meski hidup tidak selalu ramah untukmu.

Empat, kehangatanmu
Meski banyak pihak menanamkan kebencian padamu, kau tetap Najwa yang hangat. Kadang aku khawatir jika dengan berjalannya waktu, kau berubah menjadi seorang yang dingin, seorang pembenci dalam hidup. Namun hingga saat ini, bagaimana pun injeksi kebencian itu di isntall ke dalam dirimu, kau tetap Najwa yang hangat. Najwa yang tetap tersenyum saat aku datang. Atau saat Nenek datang mengunjungimu. Kau tetap sopan, ramah, meski ada banyak virus kebencian yang telah ditanamkan dalam otakmu. Kau tetap hangat, penuh cinta, tetap bisa senyum dan berkata pada kawan-kawanmu bahwa aku adalah ibumu. Itu hebat sekali anakku. Ada banyak anak-anak korban perceraian yang akhirnya tumbuh dengan kebencian lalu menghujat salah satu pihak orang tua nya. Tapi kau tidak begitu. Entah bagaimana otak mungilmu itu memahami perpisahan ini, kau tetap bisa tersenyum, tetap hangat dan sopan padaku dan nenekmu. Itu adalah kualitas yang sangat membanggakan, anakku. Kau dijauhkan dari sifat amarah, benci dan kasar. Sesuai seperti doaku. Sehingga jika aku melihat pertumbuhanmu, aku selalu percaya bahwa Allah selalu menjawab doa doa ku. Aku berdoa agar kau selalu bahagia, selalu lapang, selalu hangat, selalu penuh cinta. Dan itu yang kulihat dalam dirimu. Semoga waktu tidak akan mengubahmu, anakku. Tetaplah hangat, tetaplah ceria, tetaplah lapang dengan takdir. Sungguh, itu adalah kulitas diri yang tidak semua orang berhasil mendapatkannya di dunia ini. Dan kau memiliki itu. That is why you are lucky.

Dear Najwa.
Itulah kebangaanku padamu, anakku. Kau tak perlu menjadi bintang kelas, atau jadi ahli matematika, akhlak itu yang terpenting di dunia. Jika suatu saat kau berhasil membaca tulisanku ini, meskipun saat itu mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini, maka kau akan tahu bahwa aku selalu menemanimu dengan doaku. Aku selalu berdoa suatu saat kita akan ditakdirkan bertemu. Atau jika pun tidak, maka kau akan berkesempatan membaca tulisanku.

Tetaplah ceria anakku. Tetaplah ikhlas. Tetaplah hangat. Tetaplah mandiri. Hati hati dengan orang-orang yang akan memanfaatkanmu. Jauhi mereka tapi tak perlu membencinya. Tetaplah dengan kepercayaan dirimu anakku. Jangan balas siapapun yg membully mu. Cukup berlalu dan diam. Mereka tidak akan bertambah bahagia hanya dengan membully mu dan kau juga tidak akan kekurangan dengan bully an mereka. Percayalah, kau akan jadi wanita mandiri yang kuat dan percaya diri. Kepahitan hidup ini tidak akan menjadikanmu patah. Kau akan tumbuh. Insya Allah.

Aku menyayangimu. Sangat menyayangimu.

Love,

-Me-

Monday, 16 May 2016

A Khusnudzon Story: Al Baqarah:216

Dear Everyone. 

Malam ini saya tidak bisa tidur nih hehe. Sepertinya obat escitalopram yang saya minum tiap hari plus olahraga telah cukup mengembalikan stamina saya. Saya merasa begitu berenergi meskipun saya puasa hari ini. Saya baca dari buku how to defeat depression itu, olahraga akan mempercepat produksi serotonin di otak saya dan itu membuat saya jadi happy, in good mood dan merasa positif. Alhamdulillah, meski di awal awal depresi saya bahkan tidak bisa bangun, saat ini saya bahkan tidak merasa mengantuk. Bukan sepert dulu saya tidak bisa tidur karea memikrikan reaksi, saat ini saya tidak bisa tidur karena memang belum mengantuk. Dan here I am, typing for you from my unilodge room, here in Auckland. 

Ammm, kali ini saya ingin bercerita tentang Khusnudzon pada takdir Allah. Khusnudzon sebenarnya bagian dari kualitas takwa kita. Karena bagaimana mungkin kita percaya dengan qada dan qadarNya jika kita tidak percaya bahwa apa yang telah digariskanNya adalah yang terbaik untuk masing-masing dari kita? Jika kita menyatakan bahwa kita percaya dan beriman pada Allah, maka kita juga harus mengimani bahwa apapun yang telah diputuskanNya adalah yang terbaik untuk kita. Memang tidak mudah mengasah khusnudzon itu. Kita dengan mudah bisa terjerumus pada menyalahkan takdir Allah, atau bahkan menyesalinya. Namun sesungguhnya, apapun yang terjadi dalam hidup setiap makhluk adalah atas sepengetahuanNya. Bukankah tidak ada sehelai daun pun yang luruh tanpa diketahui oleh Allah SWT. Jadi segala sesuatu yang terjadi pasti adalah yang TERBAIK dariNya.



Mari kita menyimak kisah saya. Di umur yang belum kepala 4 ini saya telah menemui banyak hal dalam hidup. Mungkin banyak dari Anda yang bergidik ngeri jika tahu bagaimana kisah hidup saya dan bagaiman hidup menghempaskan saya kesana kemari. Namun bagi saya, semua telah digariskan Allah SWT dan saya ikhlas menerimanya. Instead of menggerutu dan menyalahkan Allah SWT, saya menjadikan berbagai episode hidup itu sebagai sebuah peluang. Sebuah peluang untuk tumbuh, bukan patah. 

Ok, untuk lebih mmeudahkan melihat inti sari kisah ini dan katannya dengan Al Baqarah:216, saya akan membagi tulisan saya ke dalam berbagai episode, sehingga akan lebih mudah melihat cara saya memandang segala sesuatu dari sisi positif. Here they are: 

One, takdir KEHILANGAN NAJWA (LOSING DESTINY)
Yup, tidak banyak mungkin yang tahu betapa hancurnya hati saya saat rumah tangga saya harus hancur lebur bersama dengan kehilangan anak yang saya lahirkan dengan susah payah. Ya, saya mengakui rumah tangga saya sudah tidak bisa lagi diselamatkan, namun saya mengira saya masih bisa bertemu dengannya. Namun, tanpa menyalahkan pihak manapun, ternyata takdir itu tidak berpihak pada saya. Saya harus kehilangan Najwa, tidak memiliki akses sama sekali pada anak saya sendiri. 

Selama saya di Samarinda, saya harus berjuang untuk bisa menemui Najwa. Cuma 15 menit, waktu yang saya punya di sekolahnya. Untuk itu, saya harus berkendara naik motor dari kampus ke sekolahnya. Lalu, saya kadang harus menemui kekecewaan saat ia tidak masuk atau ia terlalu sibuk dengan tugas-tugasnya. Ada hari dimana saya telah memacu motor saya untuk bisa sempat menemui nya, namun ternyata saat saya tiba di sekolah, ia tidak ada. Berlinang air mata saya kembali ke kampus atau ke EF untuk mengajar. Bahkan esok Najwa genap 10 tahun, saya pun tak bisa mengucapkan sekedar selamat ulang tahun. Sms saya tidak akan pernah sampai kepadanya. Hadiah dari saya akan berakhir di tempat sampah. Uang dari saya pun akan masuk celengan masjid atau pun dibuang. Tidak ada jalan sama sekali untuk ber negosiasi. The door is closed dan saya sudah tidak berani lagi unuk mencoba. Apalah saya ini, cuma wanita sendiri, seorang pegawai rendahan di kampus dan cuma punya kamar kos. 

Hingga hari ini, tentu mudah sekali menyalahkan takdir Allah untuk hal ini. Intinya ya Allah, tega nian kau takdirkan hal ini untuk saya. Padahal ia adalah sahabat baik saya dan saya ibu yang baik untuknya, namun mengapa tidak kau takdirkan kami untuk bersama? Namun daripada menggerutu dan tidak menghasilkan solusi apa apa, saya akhirnya memilih ber khusnudzon padaNya. Mungkin saya kufur nikmat, mungkin saya tidak amanah, dan mungkin saya harus banyak mendoakan Najwa. Hal ini saya dapat saat saya di India. Seorang kawan saya dari Yaman, kehilangan ayahnya. Setiap ia rindu dengan ayahnya, ia akan berdoa untuk bermimpi bertemu dengannya. Dan itu yang ia katakan, 

"MAKE DHUA NURUL, EVERY TIME YOU MISS HER, MAKE DHUA, DHUA IS THE WEAPON OF EVERY MU'MIN". 

So, sejak saat itu saya selalu mendoakan Najwa saat saya rindu padanya. Saya berdoa agar bisa bermimpi bertemu dengannya dan biasanya Alhamdulillah, doa saya di ijabah. Saya selalu bermimpi memeluknya, atau bercanda dengannya saat saya sedang sangat rindu. 



Takdir ini tidak membawa saya menyalahkan Allah SWT, takdir ini membawa saya justru jauh lebih banyak berdoa padaNya.

Two, takdir sakit (HEALTH DESTINY)
Yes, sesaat setelah melahirkan Najwa saya kena sakit. Awalnya karena saya kena salah jahit karena bidan yang menjahit saya adalah bidan praktek karena kami tidak punya cukup uang saat itu untuk membayar dokter. Dan you know, everyone melahirkan mah cuma pakai bidan dan it works. Tapi ternyata  tidak untuk saya hehehe. Bidan yang menjahit saya adalah mereka yang baru saja lulus teori dan perlu orang coba untuk praktek dan akhirnya, jahitan saya salah. Hingga saat ini saya masih tidak bisa menahan angin dan jahitan itu masih belum benar meski saya sudah ulang jahit lagi. Whoa, itu sakit sekali, saudara-saudara. Jahit ulang itu seperti akan punya bayi tapi tidak ada bayinya. Sakitnya sama seperti melahirkan. Namun sudah dua kali jahit pun, masih juga jahitan itu belum beres. 

Sejak salah jahit itu, perut saya sering terganggu. Saya tidak bisa makan sayur, buah, soda, susu, keju, minuman digin, yah pokonya hidup saya kadi kering karena tidak bisa akan apa apa. Saya kehilangan berat badan 15 kg dan hampir dikira AIDS oeh dokter. Namun dengan berbagai pemeriksaan hingga kolonoskopi, dokter tetap tidak bisa menemukan penyebab sakit perut saya. 


Apakah saya sedih? Ya tentu saja. Saat itu saya baru 26 tahun, dosen muda dengan cita cita tinggi ingin master ke luar negeri. Namun dengan adanya penyakit itu, akhirnya saya hanya bisa menuntaskan master saya di kampus tempat saya mengajar. Saya tidak punya cukup biaya untuk meninggalkan Najwa dan mengurusi penyakit saya. 

Namun apakah saya menyalahkan Allah? Nooo. Saya menemui hikmahNya. Saya jadi tambah langsing hehehe. Lalu saya juga terbiasa puasa senin kamis, akibat tidak bisa makan apa apa, bahkan hingga saat ini saya jadi terbiasa dengan rasa lapar. Setiap saya puasa, saya hanya minum air putih saat sahur, karena saya tidak merasa lapar. 



Alhamdulillah, takdir ini tidak membuat saya menggerutu, takdir ini menjadikan saya langsing, lebih ringan dan malah jadi lebih mahir puasa.

Three, takdir POTONG GAJI (FINANCIAL DESTINY)
Yup, ini takdir yang saya temui saat saya baru pulang dari India. Terjadi kesalahan pembayaran gaji saya saat saya di India sehingga saya berutang pada negara sebesar 13 juta rupiah. Saat itu, gaji saya hanya di posisi 3 juta karena sertifikasi saya masih belum aktf akibat saya baru pulang sekolah. Dengan kalkulasi itu, saya diminta melunasi 13 juta either sejaligus atau dicicil. Akhirnya saya memilih mencicil dengan 1,3 juta per bulan selamma 10 bulan. Sejak saat itu, gaji saya di kampus hanya 1,7 juta. Dengan uang kos per bulan sebesar 700 ribu rupiah, otomatis saya hanya menerima 1 juta per bulan. Itu pun saya masih berpikir bagaimana tetap bisa memberi uang pada orang tua saya dan masih bisa menabung. Penting bagi saya untuk menabung, karena saya sendirian. Jika saya sakit, maka uang tabungan bisa saya jadikan uang talangan untuk saya. Begitulah. 

Awalnya, saya sedih sekali dengan hal ini. Bagaimana mungkin hidup di Samarinda dengan 1 juta dan masih ingin memberi orang tua. Karena saya tahu tidak akan ada tambahan uang di kampus, akhirnya saya melamar ke kursus bahasa Inggris. Dan saya harus rela kerja siang malam untuk tetap memenuhi semua yang saya perlu bayar. 

Lagi-lagi, instead of menggerutu, saya memilih ber positif thinking dengan takdir ini. Dengan pekerjaan saya yang lumayan memuaskan di EF, akhirnya saya menemui banyak orang hebat yang menyukai gaya mengajar saya. Saya menemui manajer resotran, manajer hotel, pemilik perusahaan batubara, bahkan anak anak pejabat. Kursus tempat saya bekerja memang yang terbesar di Samarinda dan banyak orang orang kaya kursus di sana. Termasuk mereka mereka yang memiliki pengaruh besar di kota saya. Dan alhamdulillah, berkat pekerjaan ini, meski saya hanya anak kos, saya bisa mentraktir mahasiswa makan di restoran mahal saat saya lulus beassiwa LPDP, terbang ke sana kemari mengurus berbagai dokumen, dengan tiket pesawat dan hotel yang dibiayai, dan masih banyak lagi. Belum termasuk parcel-parcel lebaran yang memenuhi kamar kos saya hadiah dari murid-murid. Whoa, itu benar-benar hal yang mengejutkan. 

Selain itu, justru di EF saya merintis jalan beasiswa saya. Saya banyak meng upload dokumen dari kantor EF karena mereka memiliki jaringan internet yang cukup kencang. Selain itu, suasana kantor yang begitu nyaman juga membuat saya betah nge warnet disana hehehe. 



See, takdir ini tidak menjadikan saya menggerutu, tapi banyak hal baik yang terjadi dari takdir pemotongan gaji. Saya bertemu banyak orang dan merintis jalan beasiswa saya.

Four, takdir gagal PhD di Kimia plus depresi (education destiny)
Yah, mungkin karena saya sudah begitu banyak menemui episode hidup, takdir depresi kali ini saya hadapi dengan lapang dada. Jika Anda sudah bisa ikhlas saat kehilangan anak yang anda kandung selama 9 bulan dan dilahirkan dengan salah jahitan, maka setiap episode kehidupan akan terasa lebih ringan kepahitannya. Tetap pahit, siapa yang tidak sedih PhDnya harus belok arah. Apalagi di negara orang dengan kontrak dan resiko menanggung biaya sendiri. Ditambah depresi yang begitu membuat saya tidak mampu bahkan mengurus diri saya sendiri. Kepala saya selalu pusing, lengkap dengan badan yang lesu dan terasa sangat lelah. 

Namun, instead of menyesali takdir ini, saya memilih untuk tetap positif dan khusnudzon padaNya. Dengan depresi ini, saya jadi kenal dokter di Uni of Auckland. Beliau sudah jadi seperti kawan saya karena beliau yang menangani depresi saya. Beliau tahu saya kehilangan anak saya dan paham mungkin itulah sumber tersembunyi depresi saya. Namanya Dr. Viv. Orangnya sudah tua namun sangat wise dan baik. Agak tomboy seperti saya, namun tetap cantik hehehe. Pengalamannya sudah kemana mana dan beliau sangat pintar. Beliau pula yang mendeteksi bahwa bidang kimia organik sintesis mungkin terlalu berat untuk saya. 

Selain itu saya bertemu konselor. Saya pun berteman dengannya namun tidak sedekat dengan Dokter Viv. Karena terapi konseling saya hanya 2 kali sebulan sedangkan saya bertemu hampir tiap minggu dengan Dr Viv. Plus, saya juga lebih kenal dengan supervisor baru di education. Saya jadi berkenalan dengan ahli pendidikan kimia, dan yay, alhamdulillah, LPDP menyetujui perpindahan study saya karena alasan yang cukup kuat. 

Dengan depresi ini pula, saya jadi istirahat total. Sudah lama rasanya saya tidak istirahat. Selama saya di India, saya sibuk dengan tugas dan ujian, lalu tesis. Selesai itu saya langsung pulang ke Indonesia. Lalu sibuk mengajar di dua tempat sambil mempersiapkan beasiswa. Coba, bagaiman saya bisa istirahat. Bahkan hari Minggu pun saya masih mengajar privat di Samarinda. Intinya saya selalu bekerja, cari uang hehehe. Namun sejak saya disini dan kena depresi, saya istirahat. Saya diberi obat paten, makan bergizi dan dicurahi kasih sayang. Dan akhirnya saya punya waktu untuk memeriksakan benjolan di dada kanan saya. Itu pun, ya Allah, barokah Allah itu tidak terkira, asuransi yang saya ajukan hanya 600 NZD malah disetujui 893 NZD. Coba bayangkan, betapa banyak Allah Mengirmkan saya rejeki dari arah yang tidak saya sangka-sangka. 

Depresi ini tidak membuat saya menggerutu. Depresi ini membuat saya berkenalan dengan dokter, konselor, punya supervisor baru di bidang pendidikan kimia, dan punya waktu untuk istirahat dan mencintai diri saya.

Five, takdir perceraian (relationship destiny)
Semua orang pasti menyangka saya gila saat saya masih bisa baik sangka pada takdir Allah yang ini. Yeah, saya tidak mengisayaratkan saya mendukung perceraian, namun ada kalanya kita  harus berjuang untuk hal yang tidak cocok untuk kita dan melepaskannya. Orang yang berani bukanlah orang yang sealu mendapatkan apa yang diperjuangkannya, namun adalah mereka yang mampu berjuang dan paham saat ia harus melepaskan sesuatu yang diperjuangkannya. Itulah bagaimana saya memandang keruntuhan rumah tangga saya. Kadang kita harus runtuh, hancur lebur, untuk kembali sebagai pribadi yang lebih baik. 

Dan yeah, saat tahun 2012 itu saya hancur. Tiba tiba saya kehilangan anak, rumah, status yang tidak jelas, dihujat banyak orang, ditinggalkan, wis pokoknya kiamat sugra dah saat itu. Namun, akhirnya perceraian menjadikan saya kuat. Saya jadi menjaga diri saya sendiri. Saya tumbuh jadi wanita yang percaya diri karena saya banyak menyelesaikan masalah saya sendiri. Saya jadi lebih solid dengan diri saya, dan yang paling penting, saya tidak punya waktu lagi menengok hidup orang lain karena hidup saya terlalu rumit dan memusingkan untuk saya hehehe. Saya kadi lebih fokus dengan diri saya, belajar ber negosiasi, tidak manja dan belajar jadi survivor. 

Dan itu yang terjadi. Instead of menangisi kehancuran rumah tangga saya, takdir ini justru membawa pengembaraan saya ke India, menyelesaikan master dan yang membawa saya ke New Zealand. Jika saya masih berumah tangga, mungkin saat ini saya tidak disini.

No, saya tidak menyatakan mendukung perceraian. Itu adalah hal yang paling dibenci Allah, namun jika itu terjadi, maka baik sangka padaNya tidak boleh putus. Meski saya akhirnya kehilangan banyak hal dengan perceraian ini, bahkan akses ke anak saya, saya tidak suudzon pada Allah. Bahkan jika pun saya bisa suudzon, saya memilih untuk positif, memandang ini sebagai suatu kesempatan bukan kesulitan. 



Perceraian menjadikan saya kebih kuat, lebih ringan, lebih ikhlas, tidak suka menghakimi apalagi mengurusi orang lain, membawa saya ke India dan ke New Zealand. 

Well, buruk sangka pda takdir Allah itu tidak akan merubah keadaan. Itu malah membuat kita makin terpuruk. Lebih baik ber khusnudzon padaNya. Percaya bahwa apa yang ditetapkanNya adalah yang terbaik untuk kita. Karena Allah itu sesuai sangkaan hamba-Nya, so lebih baik bersangka ia Maha Baik pada kita dibanding sebaliknya. Sungguh, Allah itu tidak pernah menzalimi hamba-hambaNya. 

Seperti QS. Al-Baqarah:216. Bisa jadi kita membenci sesuatu, meskipun itu baik untuk kita, dan bisa jadi kita mencintai sesuatu meskipun itu buruk untuk kita. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak. 



Believe me, it is true. Bersangka baiklah, maka hanya hal baik yang akan terjadi pada hidup Anda.

Well, time to sleep. Sudah lewat tengah malam waktu Auckland. semoga tulisan konyol ini bisa memberikan sedikit pemahaman koboy saya tentang ayat demi ayat yang saya rasakan dala hdup saya. Saya memang bukan seorang penghafal quran, atau belajar agama hingga ke Mekkah sana. Saya hanya seorang yang sederhana yang melihat ayat quran, mengimaninya, lalu melihat itu dalam berbagai episode hdiup yang saya rasakan. 

Auckland, 17 Mei 2016

-NK-

Sunday, 15 May 2016

KISAH KULKAS DAN LEMARI AJAIB: A "BAROKAH" STORY (QS: At-Thalaq:3)

Hello everyone.

Hari ini saya tiba tiba ingin menulis. Menulis memang hal yang disarankan dokter untuk memahami apa yang sedang ada di kepala saya. Terapi menulis sangat baik untuk orang depresi karena selain itu memberikan mereka "something to do", menulis juga membuat mereka memahami apa yang sedang ada di kepala mereka. Terus terang saat ini saya sedang beristirahat total, karena selain saya sedang mengurus kepindahan PhD ke school of education, saya juga sedang menjalani terapi depresi. Sehingga, sehari-hari jika tidak sedang menemui dokter atau menjalani sesi terapi dengan konselor, saya ya di kamar. I don't really like going out. Selain karena dingin, saya juga bukan orang yang senang berkumpul. Kadang saya takut mengganggu orang lain, atau juga karena saya merasa lelah dan ingin sendiri saja, dengan musik dan diri saya di kamar. Sahabat saya, ya laptop. Karena melalui media ini, internet saya dapatkan, unlimited, tanpa putus. So, here I am, writing something I like.

Well, edisi kali ini saya ingin berbagi kisah. Alkisah, di negeri far far away, hehe, ada seorang wanita yang hidup sendirian di kamarnya. Ia memiliki kulkas dan lemari ajaib, yang terisi dengan sendirinya. Ok lah, nggak cocok, ganti aja mah. Yah, hari ini saya ingin bercerita tentang kulkas dan lemari ajaib saya. Kulkas ini disediakan oleh unilodge begitu pun lemarinya, yang compact dengan dapur. Terus terang dapur adalah hal yang paling saya sukai dari suatu hunian karena saya suka memasak. Dan saat saya di Samarinda, saya sedih banget karena kamar kos yang kecil mungil milik saya itu tidak ada dapurnya. Yah, memang di sekitar tempat tinggal saya selalu ada sayur dan lauk yang dijual di warung warung. Namun, ya tetap saja, saya kehilangan dapur. I miss being in kitchen.

Saat di hostel, dapurnya sharing dengan orang banyak dan kadang kadang tutup jika saya ingin masak saat tengah malam. Seperti Anda tahu, saya tidak begitu suka berpapasan dengan orang saat saya melakukan kegiatan saya. Aneh memang, tapi itulah saya, penyendiri. Selain itu, jarak dapur ini jauh dari kamar sehingga kadang suka sebel saat ada bumbu yang ketinggalan di kamar. Tapi sejak saya masuk di unilodge, yay, I got my own kitchen. Dan karena ini studio apartment lengkap dengan dapur dan shower sendiri, jadilah saya bahagia dengan kesendirian saya.

Ok, lets get back tentang kulkas. Seperti saya bilang, kulkas saya ini selalu terisi, lengkap. Ada susu putih, susu coklat, keju, kentang goreng, bumbu dapur, es krim di freezer, ayam, beef, sosis buah, buah kaleng, sarden, wis pokoknya komplit. Coklat juga yang cair ada yang batangan ada. Pokoknya saya tinggal milih mau makan yang mana. Di sela sela kulkas ini pun, ada croissant atau muffin yang selalu tersedia untuk sarapan saya.
Soda, mayones, margarin, semua wis ada tinggal pilih. Dan alhamdulillah, ini selalu terisi tanpa se dollar pun keluar dari tabungan saya. Murni saya hanya bayar sewa kamar disini dan saat saya perlu beli yang saya inginkan dan itu pun sedikit sekali.
Selain itu, lemari yang ada di atas cooktop saya juga selalu terisi penuh. Bahkan tissue toilet saja itu dibelikan yang pakai aloe vera supaya tidak iritasi kulit. Minuman, makanan, spaghetti, mi dengan bermacam macam rasa, teh, kopi, gula, tepung dengan berbagai bumbu masak kering selalu tersedia. Subhanallah, betapa besar nikmat Allah untuk saya.
Dan setiap weekend, lemari dan kulkas ini akan terisi penuh, hadiah darinya untuk bahan makanan saya seminggu ke depan. Jika pun saya terlalu lelah untuk keluar karena dingin atau saat di awal awal saya kena depresi berat itu, biasanya paket sembako ini akan datang ke reception unilodge setiap Senin pagi. Mereka bahkan sudah hafal si pengirimnya sehingga cukup menelpon saya dan bilang "your RC pack is here" singkatan mereka untuk Russell Church hehe. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, hanya itu yang bisa saya ucapkan. Banyak bersyukur atas rahmat Allah SWT untuk saya.

Ok, lalu apa hubungannya dengan barokah? Barokah adalah manfaat dari suatu rizki. Sehingga disarankan kita untuk meminta RIZKI YANG BAROKAH. Karena rizki yang tidak barokah akan membawa kita pada kemudaratan. Kita bisa saja mendapatkan uang 10 juta sehari, namun uang itu sia-sia. Tidak bermanfaat baik bagi kita ataupun orang orang di sekeliling kita. Mungkin kita akan sakit atau hal lainnya yang membuat kita tidak menikmati uang tersebut. Sementara, rizki yang barokah akan memberikan manfaat bagi kita dan orang orang di sekeliling kita. Barokah, itulah value dari suatu rizki. Nilai, itu yang kuta cari dalam hidup ini. Karena angka itu hanya sekedar angka, namun nilai, barokah, itulah yang membedakannya. Uang beasiswa boleh 2,000 NZD sebulan, tapi barokahnya bisa berlipat lipat. Seperti tempat tinggal yang nyaman, makanan yang tersedia cukup, kesehatan, jaminan keamanan. Itu yang membedakan.

Jadi mintalah rizki yang barokah. Jangan pernah buruk sangka dengan takdir Allah. Itu pasti yang terbaik untuk masing masing kita. Jangan lepas untuk tetap bertakwa, karena hanya orang yang bertakwa yang akan diberikan jalan keluar dan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka. It is true.

Alhamdulillah.

Auckland, 16 Mei 2016

-NK-




Saturday, 14 May 2016

My Top Five of The Week (second Week of May)

Hi all, happy weekend from New Zealand!

Well, saat ini seperti biasa, saya akan posting tentang 5 hal yang saya syukuri minggu ini. Mungkin ada diantara Anda yang bertanya kenapa cuma 5 hal. Yeah, sebenarnya banyak abnget yangs aya syukuri setiap harinya, cuma untuk lebih nge hitss ya dipilih 5 saja selama seminggu. Selain karena hari kerja itu 5  hari dimana lebih banyak dinamika yang terjadi selain saat weekend, dan juga kelihatan lebih keren ah kalau disebut TOP FIVE OF THE WEEK, iya kan hehehe. Itulah alasannya kenapa postingan saya tentang hal yg saya syukuri selalu saya sebut sebagai TOP FIVE OF THE WEEK.

Ok, minggu ini masih seperti biasa, hidup saya masih menunggu. Menunggu kabar saya diterima atau tidak di fakultas yang baru yaitu School of Education and Social Work. Setelah dihantam depresi, lalu mengumpulkan dukungan dari dokter, konselor dan supervisor, dan disetujui oleh LPDP, saat ini saya sedang menunggu tanda diterima di fakultas yang baru untuk segera memulai PhD saya di bidang yang baru. Menegangkan? Pastinya. Tapi saya yakin, usaha saya sudah maksimal, sehingga saat ini saya menyerahkan segalanya pada Allah SWT, apa keputusan terbaik untuk saya. Well, here are my top five of this second week of May.

One, my HOW TO DEFEAT DEPRESSION program
Sebenarnya saya hampir putus asa menghadapi depresi ini. Ini seperti penyakit aneh. Saya tidak ada keluhan fisik apa apa tapi selalu merasa pusing, mual, muntah tanpa sebab. Bahkan hingga minggu kedua April, saya susah sekali bangun dari tempat tidur. Ada saat dimana saya bahkan ditolong oleh mekanik unilodge hanya untuk sekedar mengambil obat depresi saya di lemari. Bayangkan, saya sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur. Setelah itu, saat saya pergi ke luar ruangan, saya merasa bangunan bakal menimpa saya. Saya benar-benar merasa saya sepertinya sudah gila. Namun, alhamdulillah sejak awal Mei, saya merasa membaik. Sakit kepala saya sudah mulai menghilang dan badan saya terasa segar.
Saat inilah saya mulai meneruskan membaca buku 15 steps to overcome anxiety and depression, buku yang saya pinjam dari Uni of Auckland Library. Disini ada 15 langkah setiap minggunya untuk mengatasi depresi. Kelihatannya aneh saya harus berlatih supaya tenang dan tidak stress, tapi memang depresi itu sungguh mengerikan, saudara saudara. Saya bisa berkata begini karena saya merasakan hal itu.
Program pertama di buku ini adalah RELAX. Saya berlatih teknik relax setiap hari selama 5 menit tiga kali sehari. Dan program minggu keduanya yang saat ini saya jalankan adalah OLAHRAGA MINIMAL 30 MENIT SEHARI. Ini benar-benar OK. Awalnya tentu saya merasa lelah apalagi sudah sebulan setengah saya hanya berbaring di tempat tidur tanpa beraktifitas yang berat. Namun setelah saya jalani, treadmill, rowing, yoga, cycling, alhamdulillah saya merasa jauh lebih sehat. Akhirnya saya bertekat akan menjadikan ini kebiasaan saya. Yah, tentu tidak mudah, namun kebiasaan baik harus dilestarikan. Dan saya pikir it is time to do sport again.
Program di buku ini benar-benar saya syukuri karena buku ini seperti berbicara dengan saya tentang depresi. Jadi saya benar-benar merasa dituntun. The book talks to me hehehe. Dan setiap hari akhirnya saya habiskan dengan membaca langkah demi langkah dari buku ini yang saya aplikasikan satu demi satu. Dan semoga dengan ini, depresi saya benar-benar akan terlewati. Amin!

Two, my GREAT UNILODGE
Saya tidak pernah berhenti bersyukur tinggal di Unilodge. Yeah, sewanya memang mahal, 300 dollar seminggu dan itu saya bayar sendiri artinya saya tidak berbagi dengan orang lain atau menyewa satu tempat lalu sharing sewa. Ini studio apartment. Namun yang saya syukuri adalah, despite sewanya yang tinggi, tempat ini nyaman banget. Saya punya dapur sendiri, punya shower yg ok, punya gym, swimming pool meskipun saya gak bisa berenang hehehe, punya meja billyard kalau lagi bosen meskipun saya nggak pernah main hehehe dan INTERNET UNLIMITED yang super cepat karena jaringannya terkoneksi dengan uni of auckland. Coba bayangkan, saat saya di hostel, iya sih, sewanya cuma 200 dollar seminggu, tapi itu cuma kamar. Toilet sharing yang kadang bikin saya nggak nyaman karena harus berpapasan dengan bule lain. Shower sharing, bahkan dapur yg buat masak masak juga sharing, dan tutup jam 11 malam, padahal kadang tengah malam saya masih lapar hehehe. Lalu jarak dengan bus stop yang jauh banget dan yang sering bikin gak puas adalah internetnya cuma 2GB seminggu dan harus beli lagi kalau pas lagi habis. Sementara di unilodge youtube saya nggak pernah putus karena internet yang super cepat dan unlimited. Selain itu, fasilitas yang lengkap dan manajemen yang profesional karena mereka attach dengan uni of auckland, jadi gak akan macam macam hehehe. Belum lagi fasilitas gym yang bikin saya nggak perlu jauh jauh berolahraga. Itulah sebabnya unilodge adalah kediaman yang pantas saya syukuri.

Three, my WONDERFUL INSURANCE
Yup, asuransi. Ini adalah hal yang paling menyenangkan saya pikir dari keberadaan saya di Auckland. Kalau biasanya jika ingin berobat, yang pertama kita tengok adalah isi dompet, namun disini saya benar-benar dijamin bebas biaya untuk ketemu dokter, bahkan dapat obat-obat paten yang oke banget. Semuanya karena kami di cover asuransi yang terkait dengan SPP uni of auckland. Asuransinya sih namanya student safe yang berada di bawah allianz. Namun servicenya ok banget. Sejak awal Januari saat saya masuk rumah sakit, mereka benar-benar profesional menangani saya. Saat itu terus terang saya agak keder melihat tagihan rumah sakit yang hampir 2,000 Dollar atau 20 juta rupiah. Busyet, dapat uang darimana segitu. Namun dengan tawakkal, saya kirim formulir dan mengklaim penggantian biaya. Dan cuma perlu seminggu, mereka telah melunasi tagihan rumah sakit itu, Benar-benar mudah dan gak berbelit belit.
Dan minggu depan saya akan menjalani mammogram. Itu adalah x ray untuk payudara karena saya menemukan benjolan di dada kanan saya. Awalnya saya juga khawatir mereka tidak approve karena saya merasa banget sudah banyak tagihan yang saya kirim ke asuransi ini hehehe. Saya sepertinya satu satunya mahasiswa internasional yang sering sakit. Sejak Maret hingga April, saya benar-benar ditangani dokter dan konselor dan semua tagihan kosnultasi, obat semua ditagihkan ke asuransi. Jadi saya ya agak keder untuk tagihan mammogram ini sehingga saya minta pre approval terlebih dahulu. Dan alhamdulillah, pre approval saya disetujui sehingga minggu depan ini saya bisa menjalani mammogram dan ultrasound untuk memastikan benjolan tersebut. Lengkap dengan konsultasi ke dokter bedah untuk membicarakan hasil pemeriksaan. Saya akan ditangai ahli kanker payudara di New Zealand. Dan semuanya ditanggung asuransi. Isnt it wonderful?

Four, my love story
Yes, ini adalah hal yang juga saya syukuri. Meski tidak muda lagi, namun perubahan di bidang asmara dalam hidup saya ini tentu membawa kebahagiaan hehehe. Apalagi, saat ini yang kami jalani adalah hubungan antar orang dewasa yang sudah jauh dari kesan cemburu buta, jauh dari kesan menggebu gebu, kami saling dukung, saling support, menikmati kebersamaan masing masing. Dan ia benar-benar partner yang oke, despite umurnya yang terpaut jauh dari saya. Ia adalah seorang sahabat baik yang bisa diajak berbagi dari cerita hidup hingga program TV. Ia bukan hanya seorang kekasih romantis, yes, ia romantis, banget romantisnya, tapi ia juga sahabat baik. Jadi hubungan ini terasa begitu tenang, menyenangkan, tanpa ada drama atau roller coaster feeling. Tidak ada tuh namanya menunggu nunggu sms nya, ia selalu sms sebelum saya gusar menunggu. Ia selalu bercanda, meski kadang kadang silly, tapi itu bikin saya kangen hehe. Belum lagi dukungannya pada saya yang begitu massive. Ia tidak pernah berhenti percaya bahwa saya mampu melakukan sesuatu yang besar bahkan saat saya tidak percaya lagi dengan diri saya. Selain itu, ia juga kekasih yang romantis, penyayang, seorang lelaki yang begitu menghormati saya dan membanggakan saya. Saya benar-benar merasa tersanjung saat bersamanya. Jujur, bahkan ia membuat saya merasa seperti gadis perawan yang masih muda dan belum pernah gagal dalam pernikahan. Anda tahu, kadang laki-laki memandang rendah pada wanita seperti saya ini dan cenderung merendahkan. Intinya sih, banyak aja yang menikahi janda namun dengan banyak catatan SUDAH UNTUNG SAYA MAU SAMA KAMU, sehingga si wanita cenderung hopeless dan akhirnya menikah dengan opini daripada nggak ada. Namun, Russell Church adalah laki-laki yang begitu menghormati saya, meskipun ia tahu seluruh masa lalu saya. Ia masih berkenan menerima dan menghormati saya. Bahkan lebih dari saat dulu saya masih perawan dan dipinang untuk pertama kalinya hehehe. Itu yang bikin saya bahagia banget dimuliakan sebegitu rupa olehnya.



Five, me, still ME!
Yah, meskipun mungkin banyak yang tidak paham dengan gaya saya, namun saya benar-benar mencintai diri saya ini. Karena meskipun saya sendiri, saya tidak pernah merasa kesepian. Saya selalu bisa menciptakan kebahagiaan meskipun saya sendiri. Dan dengan gaya sendiri, saya menemukan jalan untuk survive. Saya memang penyendiri, terutama sejak jalan hidup saya berubah, saya lebih suka hidup dengan diri saya. Namun saya tahu, justru dengan itu, saya terhindar dari ghibah, dari iri dengan hidup orang lain, dari tindakan menghakimi orang lain. Karena saya merasa hidup saya aja belum benar, gimana saya bisa menghakimi orang lain hehehe. Selain itu, fokus dengan diri saya sendiri membuat saya bisa fokus dengan kekuatan saya dan akhirnya menghasilkan pencapaian. Saya tidak bergantung pada orang lain. Saya posting apa yang saya suka di fb saya, ada yang komen syukur, gak komen juga gak apa apa. Ada yang kirim pesan di inbox ya dibalas, kalau pun sepi yo wis, berarti saya bisa fokus dengan hal lain. Saya tidak punya teman akrab, tapi saya akrab dengan banyak orang. Saya tidak pilah pilih dalam bersahabat, niat saya hanya satu bagaimana saya bisa memudahkan hidup orang lain. Dan saya bersyukur, meski saya tidak punya banayk dalam hidup, hati saya benar-benar penuh dengan syukur hingga kadang malam hari saat saya tidur, saya bisa tidur dengan senyum mengingat betapa ajaibnya hidup saya dan tidak semua orang dipercaya untuk menjalani takdir seperti yang saya jalani. Meski sehari hari saya sendirian di kamar saya di unilodge ini, saya selalu bisa menciptakan kebahagiaan. Saat sampai waktu shalat, saya shalat, kadang saya mengaji, kadang saya mendengarkan musik, atau memasak, selalu ada hal yang bisa dilakukan. Dan itu menarik untuk saya. Dan demi kualitas diri yang begitu solid ini, saya bersyukur menjadi diri saya. Yes, me, still me!

Well, itulah lima hal yang saya syukuri minggu ini. Bagaimana dengan Anda? Think of your top five of the week, dan berbahagialah. Karena tidak semua manusia, dikaruniai hati yang mampu bersyukur.

Auckland, 15 Mei 2016

-NK-

Saturday, 7 May 2016

My top five of the week (First week of May)

Dear Everyone.

Alhamdulillah, hari ini saya merasa positif. Sepertinya diri saya yang positif telah 80% kembali. Sejak seminggu yang lalu, saya merasa progress kesembuhan saya berjalan sangat baik. Kabar baik dari LPDP yang menyetujui perpindahan PhD saya benar-benar mengangkat beban berat yang saya tanggung selama ini. Selain itu, obat escitalopram yang diberikan dokter juga di dobel dosisnya sehingga mempercepat pergerakan kesembuhan saya. So, here I am, jam 8 pagi waktu Auckland, menulis hal yang saya syukuri seminggu ini.

One, my health
Alhamdulillah, kondisi saya mulai membaik. Saya tidak lagi merasa mual, pingin muntah, atau melayang layang. Kondisi saya benar-benar 80% telah kembali. Ya, kadang kadang masih berat untuk bangun pagi, tapi setidaknya hati saya sudah bisa mensyukuri hal-hal kecil, kualitas diri saya yang sempat hilang akibat depresi. Penyakit ini sangat mengerikan ternyata. Saya pikir ini hanya penyakit mental yang tidak akan menyerang fisik, namun ternyata saya salah. Depresi bisa berakibat fatal pada kesehatan. Dan itu sudah saya rasakan. Saya seperti tenggelam dalam samudera kesedihan dan susah untuk berenang ke permukaan. Namun, alhamdulillah, hal itu telah 80% terlewati. Meski masih dengan dukungan obat dengan dosis dobel, namun pelan pelan dokter dan konselor akan menyesuaikan dosis ini hingga akhirnya saya bisa lepas dari obat. Setidaknya saat ini saya bisa senyum dengan hembusan angin, atau melihat langit, sesuatu yang sejak saya depresi tidak saya rasakan lagi di hati saya. Itu sebenarnya yang saya sedihkan dari depresi saya. Saya tidak sedih karena tidak bisa bangun pagi atau kepala yang berputar-putar. Saya sedih karena kehilangan kemampuan bersyukur. Itu adalah kualitas diri saya yang paling utama dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup sendiri saya. Namun, alhamdulillah, hal itu telah kembali. Kesehatan saya mulai membaik dan semoga saya siap bekerja lagi.

Two, LPDP
Ini hal kedua yang saya syukuri. Sejak minggu lalu sebenarnya, LPDP telah resmi menerima surat perpindahan jurusan yang saya ajukan. Ini sebenarnya saya lakukan di tengah kepala saya yang pusing, saya berjuang agar kehadiran saya di Auckland tidak sia sia. Saat itu saya hanya berpikir bagaimana bernegosiasi dengan sponsor yaitu LPDP agar mau membiayai saya di jurusan yang baru yaitu di education. INI JUGA UNTUNGNYA MEMILIKI DUA GELAR MASTER. Saya sengaja tebalkan dan caps lock kalimat itu, karena benar-benar saya ditolong oleh dua gelar master saya. Sekali lagi, saya melihat bahwa jika kita berilmu, maka ilmu yang akan menjaga kita. Ijazah, meski hanya selembar kertas, itu besar nilainya. Dan di Auckland sini, saya menemukan lagi the power of ilmu. Saat PhD saya tidak sesuai harapan di Kimia, saya bisa membelokkan jurusan karena saya punya gelar master pendidikan. Namun, tentu tidak cukup dengan itu saja. Saya harus punya supervisor yang baru, dan saya tidak kenal siapa siapa selain Jon. Dan dengan kepala yang pusing, mulailah saya bergerilya dengan email dari kamar saya. Mengirimkan beberapa email ke supervisor yang potensial menerima saya. Dan berkat bantuan Jon, saya menemukan seorang supervisor lagi yang ahli di bidang pendidikan kimia.
Setekah itu, apa perjuangan saya selesai? NOOO. Saya berjuang lagi menemui tiga supervisor yang berniat mewawancarai saya. Akhirnya saya memilih dua diantara tiga supervisor yang berkenan menerima saya. Hehe, bayangkan, dengan kepala depresi, saya yang memilih supervisor saya yang baru. Benar-benar pengalaman ajaib.
Apakah masalah selesai? Hoho, beluuumm. Tentu LPDP tidak akan berkenan menerima permohonan saya jika tidak ada bukti yang menyatakan bahwa kesehatan saya memang terganggu. Perlu ada alasan kuat kenapa saya memilih pindah. Lalu saya menemui dokter, konselor, Jon dan dua supervisor di education untuk menulis surat rekomendasi untuk saya. Perlu ada alasan kuat bahwa Jon selaku supervisor saya yang lama mengetahui keinginan saya untuk pindah dan menyetujui itu. Perlu ada dua supervisor baru yang siap menerima saya di education dan perlu ada bukti surat dokter dan konselor yang memperkuat alasan kepindahan saya. Dan, yes, setelah semua terkumpul, mulailah saya menulis email permohonan dengan banyak memohon maaf pada LPDP atas masalah yang terjadi di luar kontrol saya. Terus terang saya belajar ber negosiasi saat di India. Disitulah saya belajar bahwa saat ber negosiasi penting sekali untuk menyatakan semuanya dengan tertulis. Dan jika harus mundur beberapa langkah untuk maju lebih cepat dalam bernegosiasi, lakukanlah. Dan itu yang saya lakukan. Saya tidak gegabah menulis email dengan bukti kosong ke LPDP, tapi saya menulis email terstruktur, dengan alasan kuat dan bukti cukup untuk pindah.
1. Saya direkomendasi oleh Jon.
2. Saya direkomendasi oleh dokter dan konselor.
3. Saya didukung oleh dua supervisor yang baru di education.
Setelah semua siap, lalu saya upload semua dokumen itu dan menulis kalimat di akhir email saya bahwa jika memang ada rejeki saya untuk PhD maka LPDP akan menyetujui ini. Karena jujur saya benar-benar sudah pasrah akan semua hal yang telah terjadi di Auckland ini. Saya benar-benar tidak menyangka akan terkena depresi dan semua tidak berjalan sesuai yang saya harapkan. But anyway, alhamdulillah, tepat tanggal 25 April, saya menerima balasan LPDP MENYETUJUI perpindahan program studi saya. Sejak saat itu, meski beban masih banyak di pundak saya, setidaknya satu beban telah terangkat. Hari itu, Russell menelpon saya sesaat mendengar kabar itu dan kami sangat bahagia karena tahu saya tidak akan pulang lebih cepat, seperti yang kami kira sebelumnya. Alhamdulillah, meski dengan resiko tahun terakhir harus saya tanggung sendiri, setidaknya saya masih ada sponsor hingga tiga tahun ke depan.

Three, Materai
Heheh, iya materai. Siapa yang menyangka saya akan memerlukan materai untuk adendum kontrak. Murah sih, cuma dua lembar materai 6000. Tapi siapa yang punya materai di Auckland sini. Itu pertanyaaannya. Hehehe, alhamdulillah, hari Rabu pagi, saya berdoa saat shalat Dhuha dan benar-benar bersujud minta pada Allah, please kirimkan saya materai. Dan saya selalu berdoa seperti orang yang meminta langsung, tanpai pakai embel-embel bahasa Arab, malah biasanya saya campur dengan bahasa Inggris, yang penting yang nyaman buat saya saja. Hehehehe. Dan akhirnya, yay, Allah Mengirimkan materai untuk saya dari Wellington. Ada staf kedutaan yang akan bertugas ke Auckland. Alhandulillah, bahkan saya tidak perlu membayar dan hanya perlu mengganti materai itu dengan materai lagi saat kiriman dari Samarinda datang untuk saya. BEnar-benar Allah itu the true provider. Allah itu Maha Menyediakan, tepat saat kita membutuhkan.

Four, Russell Church
Ia adalah orang yang begitu mendukung saya saat depresi ini melanda. Ia rela membersihkan kamar saya, wc, dapur, saat saya benar-benar tidak bisa bergerak. Ia membawakan makanan, membesarkan hati saya, menunggui saat saya ke dokter, mengantarkan kemana pun saya perlu. Ia tidak hanya seorang yang begitu mencintai saya. Ia adalah seorang sahabat baik. Ia benar-benar menemani saya dengan kasih sayangnya. Ia, adalah orang yang harus saya syukuri keberadaannya selama saya di Auckland ini. Saya benar-benar beruntung bertemu dan ditemani seseorang yang begitu setia, begitu berkomitmen, begitu berdedikasi, begitu menyayangi tanpa syarat. Apakah saya seorang mahasiswa PhD yang sukses atau seorang yang terkena depresi, baginya yang penting adalah saya tetap saya. Nurul Kasyfita.

Five, ME, yes, ME!
Ya, diri saya ini adalah my top five of the week. Anda bisa bilang saya narsis, or whatever, yang jelas tidak mudah untuk tetap survive dan waras dengan segala hal yang telah saya alami dalam hidup. Sehingga, keberadaan diri saya yang tetap menolak untuk menyerah, tetap bisa berpikir bahkan saat keadaan benar-benar tidak mendukung, masih bisa menemukan solusi di tengah kesendirian, itu adalah anugerah yang tidak terkira. Dan meski sempat kehilangan keceriaan dan rasa syukur yang biasanya tetap ada di hati saya sejak saya terkena depresi, namun setidaknya hal itu tekah kembali saat ini dan itu yang sangat saya syukuri, alhamdulillah. Semoga Allah tetap memberkahi saya dengan otak yang tetap bisa berpikir dengan hati yang penuh syukur, dan dengan semangat juang yang tak pernah putus, amiin ya rabb.

Well, those are my top five of the week. Hanya sekedar berbagi hal kecil yang saya syukuri dalam hidup. Bukan bermaksud pamer, karena walah saya tidak punya apa apa untuk dipamerkan hehehe. Hanya sekedar berbagi tips untuk tetap bersyukur. Karena Anda yang punya jauh lebih banyak dari saya, mestinya juga bisa lebih bersyukur! Amin!

Auckland, 8 Mei 2016

-NK-

Saturday, 9 April 2016

WHAT'S MEANT TO BE: THE ENGAGEMENT STORY

Hello everyone. Good morning.

Hari ini hari minggu, meski saya masih juga belum sehat sepenuhnya, saya mencoba menulis. Kali ini tulisannya tentang WHAT'S MEANT TO BE. Alias takdir.

Seperti yang Anda tahu, saat ini saya sedang di Auckland, NZ untuk mengikuti program doktoral di bidang kimia organik sintesis. Luar biasa perjuangan dan perjalanan yg telah saya lewati untuk tiba disini. Dengan kesulitan keuangan tahun lalu itu, saya berjuang bekerja di dua tempat sambil merangkai rencana demi rencana untuk berangkat sekolah. Saya bekerja tanpa kenal lelah mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk biaya hidup saya, sedikit untuk orang tua saya, Najwa dan beberapa tiket pesawat dan akomodasi untuk mengikuti berbagai seleksi beasiswa dan visa. Dan yah, saya lulus 2 beasiswa sekaligus, LPDP dan NZAS. Namun saya berangkat dengan beasiswa LPDP kesini.

Saat itu, sepertinya takdir sudah jelas. Saya akan menghabiskan 4 tahun hidup saya di NZ untuk mengikuti program doktoral. Namun, benar-benar tidak disangka begitu terjalnya jalan yg harus saya lewati disini. Awal saya datang, semua masih ramah, semua masih mengajari, meski dengan kecepatan mereka dan kadang saya pun masih tidak menangkap apa yg mereka ajarkan. Dengan tekanan pekerjaan dari Jon, supervisor saya, seorang yg sangat perfeksionis dan ingin kami bekerca cepat tapi juga tepat. Dan hari demi hari saya semakin merasakan siksaan di lab itu. Awalnya hanya dari Jon, karena ia ingin saya bekerja lebih cepat, lalu dari teman teman satu lab. Itu benar-benar menekan dan menyakiti saya. Sejak januari saya pulang dengan menangis sendirian di kamar. Entah karena dimarahi Jon, reaksi yg kacau, NMR reading yg buruk, atau dibentak dan ditertawakan teman satu lab, atau bahkan kombiansi semuanya. Saya merindukan hidup saya yg dulu. Bekerja di EF, bertemu mahasiswa dan siswa, diterima dan tdk dianggap lamban, bodoh atau menjengkelkan.

Dan ternyata takdir lain menunggu saya. Takdir yang sebenarnya seringkali saya hindari. Entah mengapa, sejak saya memilih sendiri, saya selalu didekati laki laki. Namun umumnya mereka akan lari tunggang langgang saat tahu masa lalu saya yang kelam. Jarang sekali ada diantara mereka yg memilih bertahan dengan saya. Entah karena pribadi saya yg rumit, atau karena masa lalu saya yg memang sulit untuk diterima. Beberapa ada yg melamar, bahkan saat saya di India, namun kesungguhan mereka biasanya saya ragukan. Umumnya mereka tidak mampu bertahan dengan saya dan akhirnya berlalu begitu saja.

It takes a strong man to handle a broken woman. Itu benar sekali. Perlu seorang pejantan tangguh untuk bisa terus mengejar saya dan meyakinkan saya bahwa ia serius dengan saya. Dan itu yg tidk saya sangka terjadi di NZ. Terus terang saya tidak pernah berniat menarik perhatian laki laki. Ya, saya berdandan, pakai baju yg sopan dan rapi, tapi tidak ada niat sedikitpun untuk menarik perhatian. Saya cenderung cuek, tidak akan menegur jika tidak ditegur, tapi jika mereka menegur saya akan membalas dengan sopan. Dan datanglah ia, si bule yg bernama Russell yg sedari awal sdh begitu menunjukkan ketertarikannya pada saya. Namun saya tidak percaya dan masih terus menghindar. Satu, saya malas melibatkan orang lain dalam hidup saya yg rumit, dua, karena saya paham betapa beratnya keluarga Banjar saya menerima bule western seperti dia untuk masuk dalam keluarga kami. Apa coba kata tetangga, apa kata sepupu, ah, sudahlah, saya bingung kalau sudah memikirkan ini.

But you know,  what's meant to be. Takdir itu tidak akan bisa dihindari. Dan here I am, tinggal seminggu lagi menuju ke pertunangan saya dg si bule. Hari ini cincin saya rencananya akan diambil dan disiapkan. Ia juga sedang mempersiapkan lamaran romantis antara kami berdua sebelum bertemu keluarganya minggu depan. Bukankah ini sesuatu yg sangat tdk saya sangka tapi akhirnya terjadi juga. Saya sudah mengabarkan ini pada keluarga saya, namun saya masih bingung dengan penerimaan Abah saya. Saya paham apa yg beliau pikirkan. Siapa yg akan pindah. Bagimana kami mengkompromikan perbedaan dua negara ini. Jika saya yg pindah bagiaman dengan tanggung jawab saya di Indonesia. Jika ia yg pindah, akan sampai berapa lama di Samarinda. Saat ini rencana kami berdasarkan negosiasi alot adalah, ia akan mengikuti saya hingga lima tahun, lalu kembali ke Auckland dan menetap disini hingga tua. Saya juga sudah sepakat untuk berpindah kewarganegaraan menjadi a kiwi. Tapi mungkin itu akan terjadi saat saya sudah tinggal dan menetap di Auckland. Tapi lihatlah, bagaimana semua cerita yg tdk disangka bisa terjadi. Awal datang hendak S tiga eh malah dilamar jadi istri. Awal datang hendak bertahan 4 tahun, eh mungkin harus pulang lebih cepat dan kemudian kembali lagi dan menetap lebih lama. Heh, benar-benar tidak disangka.

Tapi itulah takdir. Kita semua hanya bisa berusaha terbaik yg kita bisa. Mengenai hasil dari usaha kita itu Allah yg menentukan melalui takdirNya. Proses pertunangan dan pernikahan ini pun masih tanda tanya apakah kami bisa bersatu dan akhirnya bersama. Karena kita tidak akan pernah tahu apa yg akan terjadi di depan sana. Mungkin kenjutan lain telah menunggu saya, atau bahkan hal lain yg akan terjadi. Allah lah penentuNya.

So, jika sesuatu bukan takdir kita, bagaimana pun dikejar, sekuat apapun kita berusaha, itu tidak akan jadi takdir kita. Namun jika itu memang sdh menjadi takdir kita, sekuat apapun kita menghindar, menjauh maka akhirnya akan terjadi juga.

Saya telah belajar banyak tentang hal ini. Kegagalan sekolah saya saat di farmasi, lalu perceraian saya, lalu kehilangan Najwa, lalu berangkat ke Auckland, kena depresi dan akhirnya berencana menikah lagi, hanyalah gambaran betapa up and down hidup yg saya jalani. Namun sekali lagi, what's meant to be. Apa yg telah ditakdirkan untuk kita, pasti terjadi. Dan apa yg tidak, pasti tidak akan terjadi.

Selamat hari minggu. Stay happy and healthy.

Auckland, 10 April 2016

-NK-