Friday, 1 April 2016

Reasons to stay grateful

Dear Everyone.

Well, hidup memang sedang tidak mudah untuk saya saat ini. Di tengah perjuangan saya melawan sakit kepala, mual, muntah di negara orang ini, saya juga dihadapkan dengan kegagalan PhD saya di kimia dan kemungkinan transfer ke Pendidikan Kimia yang masih belum jelas arahnya. Intinya saya sekarang sedang dalam kepusingan dan kebingungan. Jon, selaku supervisor saya, telah nyata-nyata mengontak supervisor di bidang pendidikan dan mereka telah bertemu saya dan bersedia menerima saya. Namun jalan untuk kesana juga masih belum jelas karena menunggu izin LPDP selaku penyandang dana. Jadilah saya dalam kebingungan, di tengah pengobatan depresi saya yang masih membuat kepala saya sakit dan mual atau muntah kadang kadang. Plus, no energy. Hanya bekerja sedikit saja, saya telah begitu kelelahan. Dan, saya jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang yg mengenal saya, dan saya sakit saat ini.

Tapi tetap selalu ada alasan untuk bersyukur. Itu yg selalu saya tumbuhkan dalam hati saya. Seberat apapun masalah saya, saya harus menemukan cara bahwa masih ada alasan untuk tetap bersyukur. Here are some of the reasons:

1. Life
Saya masih bersyukur saya masih hidup, masih ingat dengan diri saya, dan meskipun otak saya sedang kelelahan saat ini, saya masih ingat dimana saya, siapa saya. Karena mungkin saja ada pagi dimana saya bisa bangun tanpa ingat apa apa lagi, itu menurut dokter yang merawat saya, jika saya terus memaksa otak saya untuk berpikir dan melawan penyakit ini. Jadi hidup dan bangun dengan tetao waras, itu adalah hal yg harus saya syukuri hingga hari ini.

2. Him
Orang yg masih merawat saya disini. Ia adalah orang yg begitu setia merawat dan mendorong kesembuhan saya meski dalam keadaan terburuk sekalipun. Ia selalu optimis, saya akan kembali ke saya yang dulu meskipun saya sudah tidak yakin lagi akan kembali seperti dulu. Ia terus menenangkan saya, membawa saya jalan untuk mencari tempat makan yang bisa membuat saya sedikit bernafsu makan, atau memenuhi kulkas saya dengan bahan makanan agar saya tidak kelaparan. Meskipun saya tidak bernafsu makan. Ia mengantarkan saya ke dokter, membei saya semangat meskipun saya sudah benar-benar loyo dengan hidup ini.

Ia benar-benar membuktikan janjinya. Ia tidak meninggalkan saya, ia bersama saya melewati ini. Ia yang memanggil saya dengan panggilan sayang Darling, Sweetheart, Honey, Gorgeous, ah, ia benar-benar seseorang yg memberikan saya semangat dan alasan untuk tetap melanjutkan hidup. Meski saya tidak se sukses kemarin lagi.

Ia yang menjadikan kebahagiaan saya sebagai misinya. Saya seringkali tersentuh dengan perhatiannya. Misalnya saat ia melihat sesuatu yg akan membuat saya senang di TV, ia akan mencarikan barang tersebut agar saya bisa happy. Atau saat ia rela berkeliling Auckland untuk mencarikan saya makanan yg saya suka. Atau saat menelpon saya, ia akan bertanya makanan apa lagi yg saya inginkan selain yg sudah saya pesan. Selalu, ia akan melebihkan apapun yg saya minta padanya. Saya merasa begitu berharga di matanya. Tidak termasuk caranya dengan bangga memperkenalkan saya pada keluarganya dan membuat saya merasa diterima.

Orang ini, yang berjanji akan membawa saya kembali ke Auckland, jika saya pulang lebih cepat.

3. Unilodge
Saya sangat bersyukur dengan tempat ini. Meskipun sewanya lumayan tinggi, namun dengan fasilitas yg mereka sediakan, saya sungguh merasa tertolong saat sakit seperti ini. Saya tidak bisa membayangkan, harus antri ke wc saat saya muntah, atau harus keluar kamar seperti saat saya di hostel. Alhamdulillah, saya punya kamar ini untuk sementara waktu, sehingga saya tidak harus keluar kamar saat muntah. Saya bisa tetap nyaman di dalam kamar dan toilet selalu tersedia untuk saya, kapanpun saya muntah. Unilodge dan segala fasilitasnya adalah hal yg benar-benar harus saya syukuri dalam hidup ini.

4. You
Ya, Anda semua yg mendoakan saya. Doa Anda adalah energi buat saya. Saya mungkin tidak akan bangun dengan waras jika Anda semua tidak mendoakan saya. Saya masih hidup dan masih bisa bergerak ini salah satunya adalah karena doa Anda, doa keluarga saya dan orang-orang yg begitu perduli dengan perjuangan dan kegigihan saya dalam hidup. Saya bukan orang kaya, semua orang tahu hal itu. Namun, memiliki banyak orang dari berbagai belahan dunia mendoakan saya yg sedang sakit ini, itu adalah anugerah yg sangat besar. Saya tidak akan bisa tetap tegar tanpa dorongan semangat dari Anda semua dari berbagai kalangan usia dan dari berbagai belahan dunia untuk saya. Untuk itu, Anda dan doa yang Anda panjatkan untuk saya, adalah hal yg harus saya syukuri. Terima kasih untuk seluruh doa itu, untuk seluruh kepedulian itu. Saya, adalah berkah kemurahan hati Anda, mendoakan saya.

Well, those are my reasons to stay grateful. Alasan untuk tetap bersyukur. Semoga hari ini barokah untuk kita semuanya, dan tulisan ini membawa manfaat bagi siapapun yang membacanya. Dari pembaringan saya di Unilodge, saya mendoakan kita semua, agar selalu menjadi hambaNya yang mampu bersyukur...

Auckland, 2 April 2016,

-NK-

Thursday, 18 February 2016

THE GRATEFUL NURUL

Hi all. Here I am typing to all of you, from my new nest, THE UNILODGE. 

Kali ini saya ingin bercerita tentang 3 hal yg saya syukuri dalam hidup saya saat ini. Yah, perlu diakui bahwa hidup saat ini sudah jauh lebih membaik ketimbang saat saya berangkat ke India. Saya sekarang sedang menempuh S3, di negara maju, di universitas terbaik di New Zealand, University of Auckland. Sempat dihantamb badai keuangan, sampai hendak bayar kos yang cuma 700 ribu rupiah per bulan aja saya harus memutar otak, berhemat sana sini, siapa sangka, hari ini, saya baru saja melunasi uang sewa apartemen saya seharga 36 juta untuk 3 bulan. Bayangkan, betapa plot hidup bisa berbalik kapan saja. Just wait, turning over point itu ada dimana mana. 

Sesuai dengan judulnya, THE GRATEFUL NURUL, saya ingin bercerita tentang 3 hal yg sedang sangat saya syukuri dalam hidup ini. Here are those 3 things: 

One, MY UNILODGE
Ini adalah hal pertama yang sangat saya syukuri saat ini. Bayangkan, saya berada di tengah kota, di jalan utama kota terbesar di New Zealand, Auckland. Saya punya studio apartemen yg keren banget. Saya punya dapur yang super keren, super modern, lengkap dengan kulkas, microwave, kettle air, toaster dan kompor elektrik. Sudah gitu tempat ini terletak dekat banget dengan kampus, dengan internet unlimited dan super cepat, gym membership, kolam renang, meja bilyard, mini teatre, dan banyak lagi fasilitas lain yg hanya dimiliki oleh Unilodge Resident. 
Bagaimana saya tidak bersyukur, saya ikut seleksi utuk apply akomodasi ini sejak Agustus tahun lalu. Saat itu posisi saya sudah lulus beasiswa LPDP dan lulus seleksi S3 di Uni of Auckland sehingga mulailah saya bergerilya mencari tempat akomodasi. Saya melihat link tentang unilodge di student akun saya. Saat itu saya klik APPLY dengan mengandalkan wifi di hotel di Jakarta, tempat saya menginap saat mengurus visa. Saya mendapat banyak pertanyaan saat itu, seperti kenapa Uni of Auckland harus memilih saya, etc. Mulailah saya jual diri lagi hehehe. Dan jualan saya sepertinya berhasil tuh, karena terbukti, saat ini saya salah satu penyewa disini. Dan memang tenpat ini eksklusif banget karena terletak di tengah Symonds street, jalan utama di Auckland. Dan dengan berbagai fasilitas yg kami miliki, sepertinya 300NZD per minggu itu, REALLY A GOOD DEAL.
Saya harus syukuri hal ini, karena tidak semua orang bisa lulus disini, meskipun mereka punya banyak uang untuk bayar sewa. Berada di Unilodge, seperti halnya mendapat keistimewaan dari kampus, karena ini akomodasi resmi kampus. Dan tentu saja untuk terpilih, juga memerlukan kualitas yg bisa dilihat pihak kampus. Entah apa itu, tapi yang jelas, saya memenuhi syarat yg mereka ajukan. 

Two, MY REACTION
Setelah sempat berbulan-bulan berusaha melakukan reaksi MICHAEL ADDITION dan setelah melewati 50 Experimen yg terus menerus gagal, akhirnya reaksi saya mulai jalan. Saat ini saya sedang melakukan 5 tahap reaksi dan akhir minggu ini saya sudah memasuki tahap yg keempat. Sempat terganjal dengan kualitas skill lab saya yg masih kurang, saya terus menerus berusaha melakukan yg terbaik. Yah, saya tahu, saya sangat kurang dibanding teman-teman yg lain, baik dari segi teori maupun praktek di lab, namun saya yakin dengan usaha keras saya yg kontinyu dan terus menerus, saya akan mencapai tujuan saya. Saya sudah pernah dihantam badai penyakit, badai perpisahan, badai kehilangan, badai keuangan, sehingga berada di posisi dimana saya harus berjuang lebih keras dari orang lain, itu hal yg sudah sering saya lakukan, meskipun saya tidak berharap untuk terus berusaha lebih keras. I wish my life was easier. Tapi karena kita tidak bisa memilih hidup, ya saat hidup kurang ramah dengan kita, ya diterima saja. 
Kadang saya menangis, karena kadang prof menganggap saya masih kurang, meskipun saya sdh berusaha sebaik-baiknya. Atau kadang saya berbuat kesalahan di lab, yg mebuat saya begitu sedih saat pulang ke rumah. Namun saya adalah manusia yg down by the end of the day, lalu bangkit lagi esok hari. Bagi saya, no matter how hardI fall, what matters is the fact that I will rise again tomorrow. Sekeras apapun saya jatuh hari ini, esok, saat matahari bersinar, saya akan kembali bangkit dan mengerjakan apa yg seharusnya saya lakukan. 
Saat ini, mungkin karena reaksi yg kemarin memang WILL NEVER WORK, dan saat ini saya mengerjakan reaksi baru yg ternyata jauh lebih DO ABLE, saya mulai melihat kinerja saya menemui hasilnya di lab. Meskipun belum di langkah akhir, namun saya hanya tinggal 2 langkah lagi menuju akhir. Semoga benzylic oxidation yg akan saya kerjakan senin minggu depan dan nucleophilic substitution yg saya  rencanakan diridhoi Allah SWT, sehingga saya bisa segera menuntaskan project pertama saya ini. Amiin. 
Prosedur untuk benzylic oxidation itu sudah ada, namun karena saya masih belum bisa menghasilkan produk yg lumayan cukup dari reaksi sebelumnya, maka saya masih mundur ke langkah kedua untuk bisa menghasilkan produk yg lebih banyak untuk masuk ke reaksi berikutnya. 
Alhamdulillah, setidaknya saya sudah mulai berproses di lab. 

Three, MY LOVE STORY
Russell, adalah orang yg harus saya syukuri keberadaannya dalam hidup saya saat ini. Ia adalah orang yg mendengarkan cerita tentang reaksi saya. Ia yg mengendurkan ketegangan urant syaraf saya, each and everyday. Ia adalah orang yg paling perduli dengan nafsu makan saya. Ia selalu berusaha membahagiakan saya, dan cara ia mencintai saya, benar-benar massive. Russell adalah gabungan romantisme seorang westerner dengan kesopanan seorang muslim. Cara ia mencintai saya seolah-olah saya adala seorang putri yg layak dihormati, disanjung dan dimanjakan, benar-benar membuat hidup saya berwarna. 
Saat pertama kali bertemu dengannya, saya tidak menyangka ia akan berhasil merebut hati saya. Karena terus terang saya sudah tidak ingin siapapun lagi dalam hidup, kecuali diri saya sendiri. Saya sudah terlalu solid dengan kesendirian saya dan berpikir bahwa tidak ada orang yg dengan sejatinya memberikan cintanya untuk saya yg penuh dengan cerita masa lalu ini. Kalau pun lelaki itu bisa menerima saya, biasanya keluarganya akan nyinyir dengan masa lalu saya. Namun Russell berbeda. Ia tahu semua masa lalu saya, dari yg paling kelam sekalipun, dan berniat menghabiskan seluruh hidupnya bersama saya. Dan cara ia menemani saya benar-benar LUAR BIASA. Ia berusaha sekeras yg ia bisa untuk bisa membersamai saya. Entah dengan jalan kaki, menyetir mobilnya dengan keceppatan tinggi, atau ganti ganti bis, semua dilakukan, demi satu hal, SPENDING HIS MINUTE WITH ME. 
Dan 14 Februari kemarin, benar-benar membahagiakan saya. Yah, ia telah banyak memberi kebahagiaan untuk saya. Tidak hanya hari itu. Namun kemarin ia bertubi tubi menghujani saya dengan kasih sayang, yg membuat saya tidak bisa berkata apa apa lagi selain terima kasih. Bunga, perhiasan, tulisan di pasir pantai, hingga makan malam romantis di bawah sinar bintang dan pertunjukan bintang di planetarium. Benar-benar massive. Saya yang tidak pernah dapat bunga seumur hidup saya, tidak mampu menahan air mata saat ia membawa buket bunga besar itu dan mengucapkan I LOVE YOU. Begitu pun saat ia begitu bersemangat menuliskan nama saya di pasir pantai lalu berlalri untuk memotretnya dari atas pohon. Lalu malamnya saat ia menghabiskan berjuta juta rupiah untuk memboking tempat di planetarium valentine show. Saya benar-benar merasa dicintai olehnya. Dengan sepenuh hati dan romantisme seorang westerner.
Karena itu Russell adalah hal yg harus saya syukuri keberadaannya. Ia yg selalu memikirkan kemana akan mengajak saya jalan saat weekend. Ia yg memikirkan nafsu makan saya dan selalu mendengarkan keluh kesah saya sepulang di lab. Ia, yg dengan cintanya, berhasil meruntuhkan pertahanan saya. Ia, yg mungkin akan jadi masa depan saya, meskipun saya masih belun tahu kemana takdir membawa saya dengan kisah ini. Namun melihat keseriusannya menemani saya, mungkin saja saya akan memutuskan menghabiskan sisa hidup saya bersama seorang Kiwi dari negara yg jauh sekali dari Indonesia ini. Negara yg perlu 3 kali naik pesawat untuk mencapainya. Negara yg tidak pernah terpikirkan dalam hidup, akan saya diami, akan saya tempati selama bertahun tahun.

Itulah 3 hal baik yg saya alami akhir-akhir ini. Dan seperti saya bilang di judul saya, I am THE GRATEFUL NURUL, sehingga meskipun saya tidak punya apa-apa, saya dengan kemampuan saya, akan selalu bersyukur. Bagaimana pun hidup memperlakukan saya, saya akan selalu berusaha mencarai alasan untuk bersyukur, tetap semangat esok hari.

Jika saya bisa sangat bersyukur dengan hidup saya yg hampir tidak punya apa-apa ini, maka seharusnya Anda yg punya jauh lebih banyak, bisa tersenyum lebih lebar dan lebih damai dari saya di Unilodge saat ini. Hayo, carilah 3 alasan kenapa Anda harus bersyukur malam ini. Dan finally, jadilah THE GRATEFUL YOU. Pribadi, yg selalu mampu, bersyukur.

Auckland, 18 Februari 2016

-NK-

Wednesday, 30 December 2015

MY SWEET 2015!

Hey hey.

Ini adalah tulisan terakhir saya di tahun 2015. Seperti halnya tahun lalu, saya akan menandai hari ini dengan tulisan yang berisi harapan positif untuk tahun depan. Dan masih seperti dulu, saya menulis ini bukan untuk ikut-ikutan dengan orang-orang lain yang merayakan pergantian tahun, tapi karena saya memang ingin menulis. You know me, i will not do something just because most people do it.
Well, saya bisa bilang 2015 is A SWEET BRIGHT YEAR. Tahun 2015 saya benar-benar bekerja keras dan menikmati setiap hasilnya dengan sangat optimal. Meskipun begitu, ada saja hal ayng belum tercapai di tahun ini dan karena itu hanya target pendek, maka saya memtuskan untuk berhenti atau berusaha melanjutkannya jika memang itu worthy untuk dilanjutkan. Ada dua hal, satu, buku saya 365 chemistry belum bisa ter realisasi akibat kesibukan wara wiri sepanjang tahun, dan saat ini saya keburu di Auckland untuk PhD saya ayng super sibuk. Lalu ada satu aplikasi saya yang ditolak yaitu aplikasi ikut short course ke Jepang yang mestinya juga terjadi di Oktober 2015, saat saya pun sudah di Auckland. Ah, Allah memang Maha Sempurna dalam rencanaNya. Selain itu, so far, 2015 isinya SWEET SURPRISE, SWEET HARDWORK AND SWEET RESULT. Everything is SWEET this year!

Mari kita review apa saja yang telah berhasil saya capai di tahun ini. Dan saya menamainya sebagai 12 Sweet Months of Celebrations. Perayaan hidup yang manis selama 12 bulan. Ah, saya masih ingat tanggal 31 Desember tahun 2014, saya menulis blog saya dari kantor pajak karena saya mengurus pelaporan SPT, dan menulis banyak hal positif saat itu. Saat itu, aplikasi saya masih di review oleh Uni Of Auckland dan saya bahkan tidak menyangka 365 hari kemudian, saya menulis ini dari sebuah kamar di Auckland. Siapa yang menyangka saat itu J. Ok, here is the timeline!

JANUARI 2015
Saat ini, tahun lalu saya sedang sibuk dengan persiapan TOEFL iBT saya yang harus dijalanai bulan Februari. Saya sibuk belajar melalui buku pinjaman selain tetap mengajar di dua tempat. Pagi di unmul, sore di EF, malam belajar.
Ow, selain itu, saya juga intens berkomunikasi dengan graduate studies di Auckland mengenai aplikasi lamaran saya sebagai PhD applicant. Saat ini tahun lalu, mereka sedang me review lamaran saya dan meminta saya melengkapi referensi dari India. Januari tahun lalu itu adalah saat mendebarkan karena saya tidak yakin prof India saya rela ber susah payah menulsikan referensi untuk saya, yang orang asing ini. Apalagi, formulir referensi itu harus dikirim LANGSUNG dari email si prof hehehe. Sementara posisi saya di Indonesia untuk bisa meyakinkan beliau-beliau di India. Itulah, tantangan yang harus saya lalui di Januari 2015. Tapi sekali lagi, ini tetap SWEET!

FEBRUARI 2015.
Ammm, TOEFL iBT. Saya berangkat ke Surabaya pertengahan Februari untuk mengerjakan soal TOEFL di ETS. Bertemu dengan beberapa orang yg juga bercita-cita ke luar negeri. Bertemu dengan petugasnya yang orang India dan mengerjakan soalnya. Bulan ini pula, saya lulus permintaan Auckland dengan skor 101! Excellent work for me!
Yang kedua, saya dapat conditional Letter of Acceptance juga di bulan ini, sehari sebelum saya TOEFL iBT. Dengan surat sakti ini, itu membuktikan bahwa saya memenuhi syarat yang diinginkan Auckland secara akademik, dan hanya tinggal menunggu pengiriman dokumen serta hasil TOEFL iBT. Benar-benar berbunga-bunga hati saya saat itu hehehe.

MARET 2015.
Ini bulan yang agak mendebarkan, karena saya segera harus mengurus pengiriman dokumen ke Auckland, padahal  SAYA TIDAK PUNYA SELEMBAR IJAZAH PUN DI TANGAN SAYA. Namun saya berhasil mengatasi itu dan berhasil mengirimkan dokumen ke Auckland tepat waktu.

APRIL 2015.
Ini saat saya mendengar tentang LPDP pertama kalinya dari seorang murid yang saya ajar conversation untuk berangkat ke Thailand. Saya agak ragu saat itu karena usia saya< namun setelah membaca guideline nya saya lihat mungkin saya bisa. Saya submit aplikasi saya meski dengan keraguan bahwa LPDP mungkin tidak menerima dosen, namun yah, saya tetap submit.
Oya, bulan ini juga saya kirim lamaran saya ke kedutaan NZ untuk ikut beasiswa NZAS yang diselenggarakan kedutaan, dan jujur saya sebenarnya lebih fokus ke beasiswa ini karena menurut saya peluang saya lulus mungkin lebih besar. Saya juga submit aplikasi saya ke DIKTI untuk ikut skema BPP-LN dikti saat itu.
Ow, di bulan ini juga, saya berjuang melobby pihak unmul agar berkenan mengizinkan saya berangkat sekolah lagi, meskipun saya baru tiba dari India. Dan alhamdulillah, itu berhasil.

MEI 2015.
Ini saat saya lulus seleksi administrasi dan dipanggil LPDP untuk interview. Benar-benar mendebarkan, karena saya punya latar belakang hidup yang cukup rumit untuk dipahami oleh orang Indonesia. But well, I did try my best and get the best result.

JUNI 2015.
Bulan ini saya dapat rejeki besar. Saya LULUS beasiswa LPDP. Saat itulah semua mimpi ke Auckland menjadi 50% nyata. Saya masih harus berjuang mengurus visa dan mengikuti kegiatan PK LPDP. Saya mengurus visa untuk dua negara di bulan ini. Saya mengurus visa on arrival saya ke India dan men submit aplikasi saya ke kedutaan NZ.

JULI 2015.
My India trip. Saya kembali ke India, mengambil ijazah saya, lalu menyelesaikan berabagi urusan yang masih tersisa di India. Bulan ini sangat menyenangkan karena saya begitu menikmati saat-saat saya di India lagi. God, I miss that country.

AGUSTUS 2015.
Saya berjuang di pengurusan visa ke NZ. Begitu rumit medical check up yang mereka terapkan, membuat saya kehilangan satu tiket pesawat saat itu karena ada dokumen yang mereka perlukan dari rumah sakit. Selain itu, saya deg deg ser menunggu hasilnya. Maklum, Auckland sudah di depan mata, masa gagal hanya karena visa hehehe.
Di bulan ini saya juga mengurus penyetaraan ijazah saya dari India sekaligus mengurus surat tugas belajar ke Auckland. Anda bisa bayangkan, betapa sibuknya saya di tahun 2015 dengan kerja keras saya.

SEPTEMBER 2015.
Saya ikut PK LPDP. Menolak beberapa tawaran mengajar ke luar kota. Bulan ini pula saya kedatangan tamu dari Jerman dan mengurus akomodasi mereka selama di Samarinda.
Saya ingat, saya baru landing dari Yogya pasca PK LPDP, saya menunggu rombongan Jerman untuk saya escort ke Samarinda. Masih sibuk di bulan terakhir saya di Samarinda.
Ow, dan visa saya lulus. Tiket saya siap, hanya dalam waktu beberapa menit setelah saya confirm dokumen ke LPDP, saya siap berangkat 30 September 2015. Dan ini juga bulan penuh kesibukan pindah dari kos, packing barang ke Auckland, dan berurai air mata karena saya harus memeluk orang-orang yg saya sayangi.

OKTOBER 2015.
Saya memulai bab baru di Auckland. Saya tiba tanggal 1 Oktober, masuk kamar ini, menangis, kedinginan, kelaparan, bertemu Jon, bertemu teman-teman di lab hehe. What a life.
Bulan ini pula saya sudah melulusi 3 goal yang diminta Uni of Auckland, yaitu induction day, academic integrity modul dan lulus DELNA. Tes english diagnostik dari Auckland.

NOVEMBER 2015.
Saya ulang tahun! Dirayakan dengan sangat meriah oleh Russell dan adiknya. Dan yeah, bulan ini berlalu dengan kerja-kerja di lab. Ditambah cerita romantisme dari hostel oleh si lelaki NZ bernama Russell.

DESEMBER 2015.
Saya ke Hobbitton. Saya naik yacht. Saya dimanjakan, dipuja oleh seorang lelaki NZ yang menawarkan banyak hal pada saya. Apakah saya tertarik? Ammm, belum tahu ya. Tapi ini bukan target pencapaian saya di Auckland hehe. Saya datang ke Auckland bukan bertujuan mencari jodoh, tapi saya mencari PhD saya. Jika pun jodoh come along seiring dengan PhD saya, well, alhamdulillah dan itu pasti takdir terbaik dari Allah untuk saya.
Yay, readers, can u see how sweet my 2015 is? Lulus seleksi untuk PhD, dapat beasiswa, lulus visa, trip ke India, berangkat ke NZ dan merayakan tahun baru di NZ. What can be sweeter than that?
Happy New Year guys! Semoga tahun 2016 kita semakin barokah amiin....

Auckland, 31 Des 2015,

-NK-


Saturday, 19 December 2015

WHEN BAD THINGS HAPPEN TO A GOOD PERSON

Hey there, its me again with my silly writing...

Jika kadang setiap minggu saya memposting MY TOP FIVE OF THE WEEK, minggu ini setelah lama absen menulis, saya ingin menulis tentang teknik survive "ala saya", yeah, karena tidak semua orang survive dengan cara yg sama. Jika saya bisa survive dengan cara saya, mungkin itu tidak untuk Anda, tapi setidaknya, bagaimana saya tetap positif memandang hidup, bisa Anda jadikan referensi, or wrong example, or whatever lah yg mungkin bisa membantu Anda survive dengan cara Anda. Anyway, this is just a writing, Anda bisa setuju atau tidak.

Seperti biasa, saya akan membagi tulisan saya ke dalam berberapa session, agar saya mudah menulisnya dan Anda mudah membacanya, tentu saja.

Well, kadang dalam hidup, everything could happen. Bahkan jika Anda orang baik, Anda bisa saja ditemukan pada sebuah keadaan yg membuat Anda berpikir, WHY, GOD? Contoh sederhana, Anda baru beli sepatu, Anda jalan kaki, yah, keinjak tai kucing. Is that your fault? No. Is that the cats fault? Well, bisa saja Anda menyalahkan kucing, karena buang air sembarangan, tapi bukankah itu tidak menyelesaikan apa apa? Its just life, shit happens, what matters is the way we handle it.

Ini beberapa formula survival ala saya yg mungkin bisa sedikit membantu Anda.

1. Love storm
Saya menyebut cobaan itu sebagai storm, karena memang itu yg sdg terjadi. Dunia kita berguncang karena badai itu. Love storm adalah jika kita disakiti oleh org yg kita cintai. Love sebenarnya tdk menyakiti, itu hanya karena kita memberikannya pada org yg salah. Orang yg kita percaya akan melindungi kita, justru jadi musuh dalam selimut yg siap menikam kita. Orang yg tdk menghargai perasaan kita. Jangan pernah lupa, seberapa pun dahsyatnya LOVE STORM, Anda harus TETAP MENCINTAI DIRI SENDIRI. Anda harus egois, Anda harus menyelamatkan diri. Gak ada cerita Anda berkorban untuk dia yg Anda cintai, jika ia hanya ingin terus menyakiti Anda, memanfaatkan Anda, menjadikan Anda budak hidupnya. No, you are more worthy than that.

Maka, meski menakutkan untuk hidup sendiri, make that decision. Walk away. Meski hanya membawa dua koper pakaian dan diri sendiri, demi keselamatan diri Anda, pergi. Tinggalkan hidup yg membahayakan itu. Apalagi jika Anda wanita, hidup bersama laki laki yg dgn kekuatannya siap menyakiti Anda, tidak melindungi, no excuse, walk away from him. Hidup Anda jauh lebih berharga daripada mati pelan pelan dalam sakit hati. Tentu tidak mudah, karena orang orang akan mencap Anda macam macam, karena you walk away. Tapi, jangan dengarkan, mereka tdk hidup dlm hidup Anda. Its your life, not theirs.

Ini terjadi pada saya di tahun 2012. Seperti film yg diluncurkan dengan judul sama, 2012 adalah saat kapal saya karam, dunia saya hancur, saya remuk karena saya membuat keputusan terberat dalam hidup saya. Saya pergi, dari orang yg tdk pernah menghargai saya, orang yg tdk menginginkan saya, sebagaimana pun saya memperjuangkannya, saya menyelamatkan diri dari orang yg siap menyakiti saya dengan kekuatannya. Tidak mudah, karena saya terpaksa kehilangan Najwa untuk itu. Dan perlu bertahun tahun, bahkan hingga saat ini untuk sembuh dari luka itu. Saya remuk, saya hancur, tanpa adanya akses ke Najwa. Tapi saya masih hidup, saya selamat, itu yg penting.

2. Financial storm.
Bisa saja meski Anda orang baik, rajin menabung, eh Anda ketemu kondisi dimana mungkin Anda salah ber investasi, hingga seluruh uang tabungan Anda habis. Apakah itu salah Anda? Tentu tidak, that is life. Kadang kita tertipu oleh orang jahat yg menghabisi uang kita meski itu bukan haknya. Saat ini, yg harus Anda lakukan adalah, CARI PEKERJAAN. Jangan memilih pekerjaan, jemput pekerjaan, meskipun itu mungkin belum pernah Anda kerjakan. Percayalah, Anda akan takjub dengan kemampuan Anda sendiri, karena Anda tiba tiba bisa melakukan hal yg blm pernah Anda lakukan hanya untuk menyelamatkan diri. Jika dulu Anda bos, tiba tiba Anda jadi pelayan. Biasanya naik mobil, tiba tiba Anda harus jalan kaki. Selain CARI PEKERJAAN, Anda juga harus berhemat. Agar Anda mampu mengembalikan kestabilan finansial Anda segera. Mungkin tidak sama dengan posisi Anda dulu, tapi setidaknya Anda tidak bangkrut. Jangan pernah mencoba berhutang saat sedang dlm badai ini. Anda perlu mengembalikan hidup Anda bukan menambah parah kesulitan.

Ini terjadi saat tahun 2012. Saya tidak punya apa apa dan siapa siapa. Saat itu saya dapat beasiswa ke India dan itu, PEKERJAAN. Saya bisa makan dari uang beasiswa dan gaji PNS saya bisa tersimpan. Fakta bahwa beasiswanya sangat kecil, yah, setidaknya ada tambahan dibanding tdk punya apa apa. Dan uang beasiswa yg menurut teman lain sangat kecil itu, CUKUP untuk saya. Saya yg memang tidak butuh banyak dalam hal.

Itu juga terjadi di tahun 2014 saat saya pulang dari India. Gaji saya dipotong hingga separuhnya akibat keterlambatan surat tugas dari Jakarta. Saya hanya hidup dengan 1,7 juta dengan sewa kos 700 rb. Lalu apa yg saya lakukan? Saya melamar pekerjaan, diterima di dua kursus besar di Samarinda, lalu bekerja keras dari pagi hingga malam agar saya bisa membayar banyak hal, TANPA MEREPOTKAN SIAPA SIAPA. Ini penting, karena saat Anda tidak punya apa apa, minimal Anda masih punya PRIDE, HARGA DIRI. JANGAN PERNAH MERENDAHKAN DIRI ANDA DENGAN MEMINTA UANG PADA ORANG LAIN. Meski cuma bisa makan bakso dengan uang keringat sendiri, jgn pernah menginginkan KFC tapi dengan cara meminta pada orang lain. Nope.

3. Confidence storm.
Disakiti seseorang yg dulu pernah Anda cintai itu pasti menyakitkan. Anda pasti remuk. Anda hancur. Tapi remuk, hancur, itu kadang perlu agar Anda bisa membangun diri Anda yg baru. Sayap itu kadang perlu patah, sehingga Anda berlari lebih kencang, awalnya untuk menyembuhkan luka, namun akhirnya Anda terbang JAUH LEBIH TINGGI dari sebelumnya. Anda punya sayap baru, yg lebih kuat, lebih kokoh, lebih tangguh.

Saya tahu, saya tidak pernah sama lagi setelah badai 2012 itu. Awalnya saya takut hidup sendiri. Saya ingat saat itu saya gemetar bersama seorang mahasiswa mencari kos dekat kampus. Saya menangis saat itu di motor bersamanya dan cuma bisa berkata APA SAYA BISA APA SAYA BISA? Dan akhirnya kami menemukan kos yg sesuai dengan kebutuhan saya. Lalu mulailah saya berenang dengan diri saya. Belum sampai sebulan di kos itu, Allah Menolong saya dengan tawaran beasiswa ke India. Banyak yg meragukan keputusan saya saat itu. Ada yg bilang saya akan mati di India, ada yg mempertanyakan kenapa S dua lagi padahal sdh S dua. Dan SAYA DITINGGALKAN, DIHUJAT BANYAK ORANG SAAT ITU. Hanya sedikit orang yg masih sudi bergaul atau mendukung saya. Tapi saat saya perlu survive, saya akan melakukan satu hal, TULI. Saya akan tuli dari semua omongan, fokus dengan tujuan saya, dan melakukan apa yg mestinya saya lakukan. Dan meski saat itu keputusan ke India itu sangat sangat konyol, kerja keras saya dua tahun menyembuhkan diri itu sudah menunjukkan hasilnya, meskipun tidak banyak. Saya di Auckland saat ini, karena kerja keras saya di India. Riset saya saat itu, yg meskipun bukan ide saya dan banyak dibantu professor, setidaknya membuat saya "cukup menarik" di mata supervisor saya saat ini. Belum lagi rekomendasi professor di India yg TIDAK MUNGKIN TERJADI tanpa kerja keras saya yg mereka lihat sebagai salah satu kualitas saya. Dan meski hidup saya msh belum sempurna hingga hari ini, karena saya masih sendiri, setidaknya saya TIDAK MEREPOTKAN SIAPA SIAPA.

Dan well, disinilah saya saat ini. Mengetik dengan tab saya di sebuah kota terbesar di salah satu negara maju, New Zealand, terdaftar sebagai mhswa PhD di universitas 100 besar dunia, menjadi bagian dari riset grup besar dari seorang profesor mengerjakan organik sintesis, sesuatu yg  saya juga tidak menyangka bisa memikirkannya, dibiayai oleh beasiswa terbesar di Indonesia. Siapa yg menyangka, wanita yg di tahun 2012 lalu gemetar, kecut, menangis, dihujat, ditinggalkan, dihina, saat ini sedang kuliah PhD di universitas besar. Orang Teluk Lerong yang dulu SD nya pernah terbakar, yang berasal dari keluarga biasa biasa saja, wanita yg dihujat habis habisan di tahun 2012 itu, kini sedang menikmati langit pagi Auckland, dengan musik di telinganya, sepotong pesan cinta dari seorang lelaki yg begitu mengaguminya, bersyukur akan perubahan positif dalam hidupnya. 

Tahun 2015 saya lewati dengan banyak kejutan. Sepanjang tahun saya KICKING MY ASS, bekerja keras dari pagi hingga malam. Sambil mempersiapkan aplikasi beasiswa saya, perjalanan saya ke India, visa saya ke NZ, dan keberangkatan saya ke Auckland. Tapi kerja keras itu membuat saya bertemu banyak orang, menyerap ilmu mereka, lalu mensinergikannya dengan diri saya, untuk mencaoai tujuan saya. Saya bertemu manajer restoran, pemilik perusahaan shipping, calon pendamping walikota, CEO bank terkenal, dan banyak lagi. Dan amazingly, karena saya pembelajar, bahkan dari seorang anak kecil, saya bisa belajar banyak hal. Dan tahun 2015 ini, saya berhasil lewati dengan mendaftarkan diri di TOEFL IBT, lulus di Uni of Auckland, mendaftar di tiga beasiswa, mengurus dua visa, ke NZ dan ke India, mengurus akomodasi saya di India dan NZ, hingga saat ini saya disini. Bahkan sebulan sebelum berangkat, saya masih mengurusi tim Jerman yg datang ke samarinda. Sweet!

Dan sekarang, saya punya begitu banyak mimpi. Mungkin post doktoral lagi, mungkin bekerja di bawah profesor yg jauh lebih terkenal, who knows. Satu yang saya tahu, jika saya tidak MEMUTUSKAN TO WALK AWAY tahun 2012 itu, LALU MENGAMBIL KESEMPATAN KE INDIA, mungkin hidup saya TIDAK AKAN BERUBAH. So, tiga hal itu berurutan saudara saudara.

DECIDE.

TAKE A CHANCE.

MAKE A CHANGE.

Well, itulah storm. Badai itu tidak akan membuat seseorang yg survive melewatinya menjadi orang yg sama. She will change. Stronger, tougher, wiser. Satu hal yg TIDAK BOLEH HILANG dalam menghadapi badai adalah, IMAN. Apapun yg terjadi, IMAN harus di atas segalanya. Pasti mudah berucap, Well, God, I give up on you, saat things dont go right. No way! Iman, harus tetap di atas segala logika, kepedihan, kepahitan hidup. Jangan pernah berpikir untuk MENINGGALKAN TUHAN saat ANDA DITINGGALKAN BANYAK ORANG karena TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN ANDA.

Saya telah melihat banyak hal dalam hidup saya. Saya melihat bagaimana orang India hidup, mempercayai apa yg mereka percayai, tanpa pernah kehilangan apa yg saya percayai. Dan saat ini, saya dikelilingi orang orang atheis, yg bahkan tidak percaya apa apa, sekali lagi, saya tetap dengan apa yg saya percayai. Saya bersyukur, sepahit apapun hidup, saya tidak kehilangan satu hal, IMAN.

So, saat badai apapun datang dalam hidup. Anda, hanya ada tiga ucapan.

HAVE A FAITH

HAVE A FAITH

HAVE A FAITH

Auckland, 20 Desember 2015,
Salam survive,

-Nurul Kasyfita-

Sunday, 22 November 2015

MY TOP FIVE IN ONE OF THE ROUGH WEEK (16-22 Nov 2015): Dedicated to Rusell

Hello there, this is me dengan my silly posting again.

Amm...minggu ini lumayan berat untuk saya ya karena eksperimen saya yg belum juga membuahkan hasil dan ini membuat supervisor mempertanyakan keputusan saya memberhentikan suatu reaksi yg menurut beliau, TOO SOON TO STOP. Jadilah minggu ini minggu yang berat untuk saya. Tapi, bukan saya namanya kalau tidak ada alasan untuk KEEP SMILE. So, jadilah ini postingan saya dedikasikan untuk Russell, the FIVE IN ONE thing yg saya syukuri minggu ini.

So here are five in one thing about RUSSELL yang saya syukuri.

Satu, he is AROUND
Orang ini sangat penuh dedikasi menurut saya. Ia rela tidur dengan handphone di dekat bantalnya hanya agar bisa membalas teks saya malam malam. Atau rela menunggu saya di symonds street semata mata agar saya tidak kedinginan menunggu mobilnya. Atau ia rela membagi apapun yg ia makan agar saya juga merasakan apa yang ia rasakan. Intinya orang ini AROUND. Ia mengelilingi saya dengan teks teksnya selama 24 jam. Dari pagi, makan siang, sore nawarin jemput hingga malam mau tidur. Punya teman baik yg selalu ada itu adalah berkah menurut saya, dan itu harus disukuri.

Dua, he is THERE.
Jumat, itu hari terberat buat saya/ Benar-benar berat karena rute sintesis yg berbelok gak karuan dan minimnya pengalaman di lab membuat keputusan saya memberhentikan suatu reaksi dipertanyakan supervisor. Beliau bertemu saya sudah jam 6 sore, saat saya sudah lelah dari pagi melakukan kolom yg tidak jua kunjung memberikan hasil dan komen beliau bahwa apa yg saya lakukan KURNG TEPAT memberikan saya perasaan down yg luar biasa.

Saya selesai jam 8 30, sudah gelap di luar, hujan deras, angin kencang dan belum shalat magrib. Saat saya ke meja saya, ada teks nya

"I am at the supermarket, can i get anything for u, Nurul?" Saya langsung membalas saya lagi di lab, habis disemprot supervisor, blm shalat magrib dan mungkin akan pulang jam 9. Ia langsung telpon, jangan pulang naik bis, ia akan menjemput, tunggu.

Dan saat saya baru keluar gedung, melihat mobilnya yg langsung mengklakson saya yg jalan kaki itu serasa TANGAN ALLAH menolong saya. Bayangkan, hujan deras, angin, hbs dimarahi supervisor, pulang malam, asma, harus nunggu bis, terus ada mobil yg dengan setia menunggu itu apa bukan anugerah. Dan saya pun menangis sekeras kerasnya malam itu. Itu adalah tangis terkeras dalam hidup sendiri saya, karena saya biasanya terlalu khawatir melibatkan orang lain dalam kesedihan saya.

Dan ia ada disitu, ia memberikan pertolongan, terlepas apapun motifnya. Untuk itu, saya bersyukur, ia ada di hari terberat saya.

Tiga, he takes me as IMPORTANT
Sudah beberapa kali ia menyelamatkan saya dari cuaca dingin di Auckland minggu ini dengan mobilnya. Suatu saat ia menyelamatkan saya dari kemacetan bis, esoknya ia menyelamatkan saya dari asma, lalu hampir setiap hari karena hujan, ia menyelamatkan saya dari deras dan dinginnya hujan di Auckland yang berpotensi menimbulkan asma bagi saya. Dan ia menempatkan saya sebagai IMPORTANT. Saya penting. kenyamanan saya itu prioritas. Dan tentu saja itu membahagiakan meskipun saya masih menganggapnya teman saat ini. Dan ia menghormati saya, ia tidak macam macam dengan wanita sneidri seperti saya. Ia tidak melecehkan saya. Itu yang paling penting.

Four, he is GENTLE
Orang western dengan usia hampir akhir 40 tentunya punya nilai beda dgn anak anak millenium ya hehe. Lagu lagunya masih Kenny Rogers atau si Julio Iglesias yg mendayu dayu dan begitu juga ia menganut nilai nilai bagimana memperlakukan wanita. Ia minimal membukakan pintu, memasangkan jaket atau membantu melepaskannya, membawa barang belanjaan, intinya treatment nya ke perempuan adalah gentle. He knows how to treat a woman nicely. Dengan gaya jadul dan klasiknya itu, jadi bikin saya merasa aman hehehe. Not to include bagaimana dia selalu berusaha agar saya cukup makanan, terlindungi dan baik baik saja. Not to include that.

Five, he STAYS, even as A BEST FRIEND
Jujur, saya adalah orang yg kompleks Tidak mudah memahami saya meski dari sisi manapun. Hidup saya kompleks, pribadi saya kompleks, saya pokoknya not fun to be with. Dan dengan latar belakang hidup saya yg memang kompleks, tidak semua orang bisa bertahan dengan saya. Dan dengan penolakan saya pada lamarannya sekitar dua minggu lalu, saya pikir ia akan menjauh dan mulai mencari target lain, tapi nggak, he stays. Dia bertahan, dan meskipun tidak bisa memiliki, maka menjadi sahabt baik saja sudah cukup menurutnya. Dan ia terus meyakinkan saya bahwa saya ini WORTHY. Saya pantas untuk diperjuangkan, dihargai dan dibahagiakan. Itu yg kdg membuat saya terharu dengan orang ini, terlepas ini cuma gombal atau apapun itu. Yang jelas, ia membuktikan ucapannya. Ia mengontak klinik laser di Jakarta untuk menghapus tatonya, dan ia berniat menyebrangi gap yg ada jika saya menghendaki itu. Namun untuk sementara, saya masih ingin berteman saja dan fakta bahwa ia STAY, itu yag harus diyukuri.

Well, meskipun minggu ini minggu yang berat untuk saya, saya bersyukur saya masih punya a reason to be grateful of. Sesuatu yg pantas disyukuri. Dan untuk minggu ini, itu Russell, my friend.

Auckland, 22.11.2015.

Nurul Kasyfita

Saturday, 14 November 2015

My Top Five of the Week (9-15 November 2015)

Hey there!

It is sunny now here in Auckland, dan saya duduk lagi di depan laptop saya, menulis, untuk meredakan syaraf saya yg sering tegang karena memikirkan reaksi hehehe. Amm, reaksTOP BANGET untuk saya karena ini adalah minggu dimana saya merayakan ulang tahun saya here in Auckland, and to be honest, this is THE MOST SURPRISING BIRTHDAY CELEBRATION EVER! Terus terang saya tidak menyangka akan dirayakan banyak orang disini dan tentu saja, ini adalah hal yg benar benar harus saya syukuri dalam hidup saya.

Well, let's start to my TOP FIVE OF THE WEEK people.

One, My birthday celebration!
Ini adalah hal pertama dan the top thing of my list! Saya ulang tahun kemarin hari Rabu. Saya memutuskan membeli coklat untuk dibagi bagi pada teman teman di lab. Di India, kami biasa membagikan sesuatu yg manis saat ada perayaan sebagai tanda bersyukur. Budaya itu saya adopsi karena saya rasa itu adalah hal yang baik. So, jadilah hari itu saya membagi coklat ke teman teman di lab dan saya senang sekali karena mereka ingat hari lahir saya bahkan sebelum saya menyerahkan coklat mereka sudah memeluk saya. Ah, sekarang saya punya Josh, Lachlan, Andrew, Ram, Kyriakus, Emma dan Ashley yang sudah seperti sahabat dekat karena hanya itulah orang-orang yg saya temui setiap hari. Mereka bahkan merayakan perayaan susulan di kafe kemarin saat kami lunch bareng. Saya senang saya saat ini jadi bagian dari THE SPERRY GROUP dan itu merupakan kebanggan bagi kami semua.

Sebelum itu, Russel dan adiknya Angie, bahkan telah membawakan karton berukuran besar sambil mengikuti bis saya. Bahkan supir bis tersenyum saat melihat tingkah laku mereka. Well, bukan kado yang mahal, tapi cukup membuat saya merasa saya IMPORTANT. Sesuatu yang sudah lama tidak saya rasakan dalam hidup. Yah, saya punya banyak teman, namun saya terbiasa tidak mengistimewakan diri saya among others. Itu membuat saya humble and never stop learning.

Malamnya saya diajak makan di restoran Malaysia. Sebenarnya kasihan banget ni dua orang berusaha menyenangkan hati saya. Saya pesan fish and chips saja yang murah hehe. Saya ini bukan orang yg suka memanfaatkan orang lain, jadi meskipun saya ditraktir, saya tidak akan pesan yg sekiranya akan memberatkan siapa pun yg sedang berbaik hati dengan saya. Aapalgi hanya untuk sekedar mengenyangkan perut, ah, itu menyedihkan banget, masa nilai kita hanya setinggi sepiring makanan.

Ulang tahun kali ini adalah yg berkesan buat saya karena satu, ini saya rayakan di negara western yang tingkat individualisme nya tinggi, namun surprisingly, saya punya banyak org yang peduli dengan saya disini, ikut merayakan, ikut berbahagia. Dua, saya berada di usia pertengahan 30 dan saya sedang kuliah PhD Kimia di negara yang maju dan di universitas terbaik di negara ini. Ah, sungguh saya beruntung sekali.

So, tidak salah sepertinya jika saya menempatkan my birthday celebration sebagai list nomer 1 di my top five of this week hehehe. I do feel so special here in Auckland, in a western country but I got the full spotlight.

Two, Russel.
Yup, ini adalah nama bule yang sedang berusaha keras mengejar saya disini dan meyakinkan saya untuk berkomitmen dengannya. Kenapa is harus saya syukuri? Karen meski bagaimana pun, ia adalah orang yang siap sedia menolong saya disini, 24 jam 7 hari seminggu. Dan sebenarnya saya agak takut dengan kehadiran orang ini. Karena jujur saya bertemu dengannya sesaat setelah saya (iseng-iseng) berdoa pada Allah SWT untuk memberikan saya teman yang baik dalam hidup jika saya sudah tidak mampu lagi sendiri. Jujur, saat saya berdoa itu saya memang lagi down karena baru minggu kedua di Auckland saat itu dan terasa sekali suasana sepi. Apalagi teman-teman yang saya temui di awal kedatangan saya di Auckland, terlalu sibuk untuk sedikit membantu saya. Jadi sedih sekali saat itu dan si wanita aneh ini (iseng-iseng) berdoa lah pada Allah. Saat itu duit beasiswa saya juga belum cair jadi saya masih belum bisa beli ayam, demi menghemat dollar yang ada. Saat itu juga doa saya sebenarnya minta ayam ke Allah, (ada-ada saja memang si wanita aneh ini). Saya ingat saat itu saya berdoa hari Selasa.

Wonderfully, Kamis, saya bertemu dengannya di dapur. Saya biasanya memasak pagi hari namun jika saya puasa, saya akan berada di dapur sore hari untuk memasak menu buka puasa saya. Dan ia juga sedang disitu, memasak. Yah seperti biasa, ia menyapa saya sama laaah seperti penghuni lain yang bertemu kami kami yang penghuni baru di hostel ini. Where are you from, what are you studying itu mah biasa disini. Ok, lalu ia meminta email id saya. Yah saya berikan lah email saya. Wong cuma email, pikir saya, amaaan.

Saat itu saya ingat baru saja saya pulang ke kamar, ia langsung meng email saya. Ia menyapa dan menyebut ia senang berkenalan dengan saya. Yah saya pikir, biasa lah. Esok sorenya, Jumat, ia mengundang saya makan makanan halal dan disitulah saya baru tahu, ia juga muslim yang mengucap syahadat 3 tahun lalu. Doa saya tentang ayam dijawab tuh oleh Allah SWT karena itu yang dihidangkannya. Ia dapat makanan itu dari masjid sepulang ia shalat Jumat. Tapi up to this point, saya masih berpikir ia hanya teman.

Sabtu, ia mengajak saya lagi minum kopi. Saya biasa saja saat dijemput dan kami duduk di sebuah kafe dekat hostel. Saya pikir itu hanyalah dua orang teman yang sedang duduk menghabiskan malam minggu bersama. Tapi saya memang merasakan yang ia lakukan agak "berbeda" karena ia sampai membukakan kursi, membawakan bunga, menggantungkan jaket, berdiri saat saya hendak ke toilet, tapi saya pikr itu hanya a kiwi being kiwi. Yeah, itu something different pastinya, Tapi again, I take him just as A FRIEND. Not a LIFE PARTNER. Sedikit pun itu tidak terpikir di dalam diri saya. Russel, adalah teman yang harus saya syukuri karena ia selalu ada untuk saya, meski dengan niat yang tidak sama dengan yang ada di  hati saya.

Three, the proposal
Ini juga hal wonderful dan agak aneh plus menakutkan yang terjadi minggu ini. Saya dilamar, saudara-saudara hahahaha. What a funny story to be here in Auckland! Sebenarnya Russel sudah menyatakan secara implisit bahwa ia sedang mengagumi seorang wanita muslim dan berniat melamarnya. Ya saya sebagai teman (dan sebenarnya agak mikir mungkin itu saya), memberi saran yang baik lah, ya lamar baik-baik kalau kamu ingin tu cewek karena di Islam kita nggak pake dating dating an. Gitu tuh saran saya. Terus dia bilang dia akan bicara dengan guru ngajinya dan meminta si istri guru ngaji itu untuk memulai mediasi dengan si cewek. Saat itu saya pikir, halah, palng main main. Gitu tu cowok mah biasa mulutnya, gombal, gitu tu mikir saya. Lagian, meskipun sempat GR, tapi saya juga tidak menutup kemungkinan bahwa si cewek muslim yang lagi dibicarakan, mungkin bukan saya juga.

Tapi tentu saya ingat tuh doa iseng yang saya minta ke Allah SWT saat sedang benar-benar down saat itu. Ni kok tiba tiba ada ni bule, umurnya sdh 40+ sudah punya kerjaan dan tergila gila nih ma saya. Kenapa tiba tiba ni datang ni laki-laki. Si wanita aneh ini ingatlah dengan doa isengnya saat itu saat kombinasi kepingin makan ayam dengan kepingin (entah kenapa) ada teman berbagi dalam hidup. Tapi karena tuh guru ngaji belum ada juga menghubungi yo wis lah, palingan gombal menurut saya hahaha.

Dan, malam Jumat, si ustadzah menghubungi saya. Beliau menyatakan niat Russel untuk melamar saya. Mengajak saya menikah. MENIKAH, saudara-saudara! Alamak! Itu pusing banget tu kepala saya saat itu. Saya cuma beralasan dengan si ustadzah saya punya orang tua yg harus dirawat di tanah air dan saya harus pulang. Si ustadzah masih berusaha meyakinkan saya bahwa menikah adalah salah satu sunnah Rasul dan yeah, itulah, penyempurna iman. Saya cuma mengucapkan terima kasih.

Habis itu, saya bombardir si Russel. Saya semprot habis habisan dengan ucapan WHO DO U THINK U ARE. Jangan mentang-mentang lu bule yah, terus mikir bisa flrting ma Indonesian woman. Pokoknya habis habisan malam itu saya marah dengan dia. Yah saya sudah agak mengira sih, si cewek yg bakal dilamar itu (mungkin) saya. Tapi saya pikir ni orang main-main nih. Eh, melihat semuanya benar-benar terjadi dan sudah sampai melibatkan guru ngaji gitu bikin saya TRULY PANIC. Belum lagi saya ingat tuh doa iseng iseng yg saya minta ke Allah SWT karena saking kepinginnya makan ayam, jadi saya berhalusinasi yang macam macam. I don't really think I need a life partner at this point. Cuma kombinasi halusinasi pingin makan ayam aja saat itu hehe. The fact that doa itu (sepertiny sedang seriously dijawab ma Allah, itu yang agak menakutkan).

Four, The Gracious Rejection.
Yup, saya menolak lamaran si bule. Hahaha, imagine, naik nih rating saya ni karena menolak orang New Zealander asli yang ingin berkomitmen ma saya hehehe. Penolakan ini harus saya syukuri karena saya sempat berpikir setelah saya berpisah dengan mantan suami saya beberapa tahun lalu, saya akan langsung mengikatkan diri saya dengan siapa pun yang menawari a shoulder to cry on. As long as dia seiman ma saya. Dan saat saya hendak berangkat ke Auckland, bahkan saya sempat bercanda dengan si manager di EF bahwa I WILL MARRY THE FIRST MAN WHO TALKS TO ME IN THE AIRPORT OF AUCKLAND. Gitu tu ucapan aneh saya hahaha.

Sebenarnya itu biasa sih terjadi dengan wanita yang sendirian seperti saya ini. Biasanya wanita yang sendirian langsung berpikir bahwa laki laki berikutnya akan jadi THE HERO for her. Mereka biasanya tergoda untuk mengikatkan diri lagi pada anyone who comes, no matter what. Yah wanita lagi terluka, lemah, terus tiba tiba ada laki laki yang memberi perhatian, menawarkan a shoulder to cry on, siapa yang nggak mau. Dan biasanya laki laki juga akan memandang lebih rendah pada wanita seperti saya ini karena mereka berpikir, kami ini makhluk makhluk jablay yang dengan mudah bisa dirayu terus dinikahi deh dengan whatever motive. Dan ke deseperate an si wanita itu yang bikin akhirnya ia jadi makhluk rendahan yang bisa diremehkan. Dinikahi lalu ditinggalkan, atau cuma dipacarin terus dibuang. Wanita yang sendirian menurut saya, harus bisa menunjukkan kemandirian mereka, tidak mudah dirayu oleh laki laki.

Penolakan tadi malam meyakinkan saya bahwa saya tidak desperate, saya masih berpikir waras, masih bermartabat, biarpun saya tidak punya apa apa dan tidak punya siapa siapa, but I am fine. Saya masih bisa cari uang dengan otak saya. Saya masih bisa survive dengan hidup. Mungkin saya cuma punya makanan, pakaian dan kamar sewaan dimana pun saya berada saat ini, tapi itu cukup tuh untuk saya. Jadi saya tidak perlu laki laki untuk menyelamatkan saya, karena saya tidak perlu diselamatkan. Saya tidak perlu HERO karena saya dan diri saya adalah HERO untuk diri saya sendiri. Saya, cukup dengan apa yang saya punya, meskipun itu hanya diri saya sendiri. Saya punya Allah kok, jadi why should be worry?

Dengan penolakan tadi malam itu, saya menolak banyak hal yang sebenarnya menggiurkan untuk seorang wanita yang sedang sendirian. Komitmen, teman hidup (seperti yang iseng-iseng saya doakan hehehe), kemungkinan bisa membeli rumah lebih cepat di Indonesia, tawaran permanent resident di NZ jika saya memilih tidak kembali, dukungan full di NZ (tempat tinggal, antar jemput, perawatan kalau saya sakit), tawaran untuk terbang ke Indonesia untuk melamar saya secara resmi dengan orang tua saya, etc, semua hal yang sebenarnya bisa bikin sakit kepala kenapa ditolak. Tapi, well, saya memilih untuk menolak itu semua. Dan itu, saya sangat syukuri, saudara saudara. Saya sudah stabil saat ini. Saya tidak lagi meletakkan kebahagiaan saya dengan mengikatkan diri dengan orang lain. Saya benar benar SOLID dengan diri saya sendiri. Yay!

Five, MYSELF!
Yup, diri saya sendiri. Saya bersyukur sekali saya adalah seorang NURUL KASYFITA. Saya adalah si mandiri, si autis, si pekerja keras, si easily happy person. Saya bisa tertawa hanya dengan hembusan angin, atau tersenyum damai hanya dengan melihat langit. Saya benar-benar cukup dengan diri saya sendiri. I AM PROUD TO SAY I AM THE HERO OF MYSELF. Saya benar-benar bahagia dan solid dengan diri saya sendiri. Well, bukan berarti saya tidak punya teman. Saya punya banyak teman, tapi dengan bijaknya, saya membatasi jarak kedekatan mereka dengan saya. Saya apa adanya dengan siapa pun. Anda bisa lihat dari status FB saya. Rasanya sudah kayak breaking news di TV ya kan. Tapi ya itulah saya. Memang begitu itu saya. Namun saya tidak hang out dengan banyak orang. Atau punya grup grup tertentu yang itu tuh geng saya. Saya solitaire, tapi saya tahu saya tidak pernah sendiri. Saya pasti punya orang lain yang menerima saya apa adanya, dimana pun saya berada. Itu pasti. Saya bukan orang jahat. Saya tidak arogan. Saya tidak oportunis. Saya tidak suka memanfaatkan orang lain. Jadi dimana pun saya berada, saya insya Allah tidak sendiri.

Dan kejadian tadi malam itu membuat saya sadar betapa solidnya saya dengan diri saya. Betapa saya sangat bahagia dengan seorang diri saya NURUL KASYFITA. Betapa saya sangat menyatu dengan kejiwaan saya dan saya sangat nyaman dengan diri saya. Betapa tidak ada seorang pun yang bisa mengganggu hal ini dari saya. Dan dengan bangganya tadi malam saat si bule menawarkan pertolongannya dan berusaha menjadi HERO untuk saya, saya bisa berkata NO THANK YOU, I HAVE MY HERO, IT IS MYSELF.

Jadilah independen, people. Jangan terlalu bergantung dengan manusia lain. Jangan menggantungkan kebahagiaan Anda dengan kekasih, pacar, suami, anak, etc, yang jelas ORANG LAIN. Anda bertanggung jawab dengan kebahagiaan Anda sendiri. Tidak ada manusia lain di dunia ini yang sanggup membuat Anda bahagia or menderita, unless Anda memberi mereka power untuk itu. So, be responsible for your own happiness. Jika ada yang memberi perhatian, well, mereka cuma bonus kok. Anda cukup dengan diri Anda sendiri. Anda adalah monumen kemandirian itu. Sungguh, sangat membahagiakan menjadi bahagia cukup dengan diri kita sendiri itu. Well, dari dulu sih saya memang sudah sangat autis jadi manusia. Tapi dengan kesendirian saya, perpisahan, bahkan dengan adanya badai finansial, dan menemukan saya BERHASIL melewati itu dengan bantuan Allah SWT memberikan saya MORE AND MORE CONFIDENCE. Bahwa saya mampu, saya berhasil melewati itu semua dengan bantuan Allah SWT dan diri saya sendiri tentunya. So, karena itu saya bilang, I am my OWN HERO.

Saya, adalah pahlawan untuk diri saya sendiri. Dan for that, saya BERSYUKUR.

Well, people, that is all my TOP FIVE OF THE WEEK. Lima hal yang saya syukuri minggu ini. Pastinya saya punya lebih banyak lagi sebenarnya. But anyway, this is still my top five of the week. What are yours?

Auckland, 15.11.2015


Nurul Kasyfita

Sunday, 8 November 2015

My TOP FIVE OF THE WEEK

Hello there. It is me again, with my silly writing. Amm sebenarnya mau posting minggu lalu tapi karena kejadian LOCK OUT selama 6 jam itu akhirnya hanya bisa masuk kamar dan tertidur saat itu. Jadilah my TOP FIVE OF THE WEEK nya batal hehehe.

Amm...minggu ini sdh minggu kelima saya di Auckland. So I must have more and more things to be grateful of, or not, I dont know. Yang jelas, saya selalu berusaha mensyukuri hal hal kecil yg terjadi dalam hidup saya setiap harinya. That keep me alive. It does.

Well, without being here and there, inilah my top five of this 5th week in Auckland.

One, A Warm Welcome Friends in Lab
Sebenanrnya sih msh sama, cuma karena sekarang saya sudah semakin dekat dengan teman teman di lab, kami sdh seperti ONE TEAM gitu, THE SPERRY GROUP. Mereka selalu menanyakan kabar saya, reaksi saya, meskipun masing masing sibuk dengan reaksinya. Bulan depan kami akan pesta lagi di restoran dan dengan ramahnya mereka kembali megikutkan saya. Bahkan ada beberapa yg mulai mengajak kerjasama untuk publish penelitian minimal yg berabu literature review. Alhamdulillah, saya punya banyak orang orang yg begitu "membesarkan hati" saya yang sering ciut ini karena saya tidak punya apa apa yg bisa dibanggakan. Untuk Ram, Kyriakus, Emma, Lachlan, Josh, Andrew, Ashley, Lidya, Emmily, Alan dan Jess yg akan segera bergabung, I am truly blessed punya teman teman di lab yang begitu suportif dan tidak kompetitif.

Two, I found a nice barbeque chicken and cumi cumi hehehe
Sudah lama saya tidak makan ayam hehhe. Pertama karena duit beasiswa blm cair saat itu dan kedua masih bingung yg mana yg halal. And...yup, I found it. Yummy banget akhirnya bisa makan ayam dg bumbu barbeque yg asyik bgt. Energi saya bertambah dan bahkan kmrn ketemu cumi cumi akhirnya yayyy, dengan harga yg masih terjangkau dengan kantong saya yg tipis ini hehehe. This is something I should be grateful of.

Three, teman baik di hostel.
Amm, yang ini mungkin antara grateful ama confused ya. Mungkin sudah banyak yg observe status saya akhir akhir ini. Ada satu new zealander yg lagi ehem pedekate dengan selimut "friend" sebetulnya jadi saya masih nggak mau terlalu frontal menolaknya. Jujur, saya masih belum ingin membangun apa apa lagi saat ini selain mimpi akademik saya. Mungkin banyak yg bilang saya msih belum move on, no, saya emang gak move on, saya move forward. Itulah kenapa saya mungkin tdk akan mencoba lagi di lapangan yg sama. Saya sadar saya bukan pemain yg tepat untuk itu, jdi saya memilih minggir saja dari the game called as LOVE. Mungkin saya memang tidak ditakdirkan untuk bersama orang orang yg saya cintai, jadi saya memilih sendiri.

Orang ini terus terang begitu gencar menawarkan bantuan dengan status "teman". Dan karena ia masih sangat sangat sopan, saya juga tidak berhak untuk kasar. Terlebih lagi, ia selalu menyebut saya sebagai "teman" dan saya pikir mungkin itu caranya memperlakukan "teman". Sudahlah, yg jelas saat ini saya punya orang di hostel yg 24 jam siap sedia membantu saya. Yang selalu menyediakan waktunya untuk berkomunikasi dengan saya, menanyakan reaksi, menanyakan sdh makan apa belum, hal hal kecil yg membuat saya merasa, saya ada. Dan untuk di level ini, saya pikir saya harus mensyukuri keberadaan "teman" ini.

Four, a nice evening coffee
Ini hal baik yg terjadi minggu ini. Saya bertemu adik si "teman" yg bernama Angie. Saya diajak ke beberapa tempat sebenarnya di Auckland oleh si kakak, namun dengan halus saya selalu menolak dengan NO THANK YOU saya yg sepertinya kurang ampuh di NZ hehehe. So, hari ini kami ngopi lagi, saya pesan kopi yg sama dengan Angie (intinya sih karena saya gak tau mau pesan apa hehehe). Dan kopi itu datang dengan bentuk yg bagus banget, ada daunnya di krim heheh saya jadi segan mengaduknya. Lalu kami pun bercerita tentang PhD saya, tentang saya yg bisa sampai ke NZ, etc yg intinya sih tentang saya, saya dan saya. Bayangkan, saya yang bukan siapa siapa di Indonesia ini, didengarkan oleh dua bule sekaligus di sebuah coffee shop mahal di NZ hahaha. What a life story.

Lalu saat pulang kami melihat burung. Dan si adik terus menerus mengundang saya bertamu ke rumahnya, bertemu anak anaknya. What a pleasant experience. Belum lagi tawaran pesta BBQ, nonton kembang api dan setiap saya berkilah akan sesuatu, misalnya dingin, etc, mereka akan menangkis itu dengan hal lain yg menyamankan hati saya either dengan ucapan we will have blanket for you, you will be fine.

Yang lebih mengagetkan tu si Angie dengan ramahnya mengecup pipi saya saat pulang tadi. Ia benar benar sangat ramah. Saya seperti dapat keluarga baru disini. Terlepas tu kakak emang punya "hidden agenda"atau nggak. Yg jelas dua orang ini benar benar ramah. Dan saya benar benar bersyukur untuk itu.

Five, My five weeks of life in Auckland
Untuk yg ini, saya hanya bisa meneteskan air mata. Terus terang saya berjuang dengan diri saya disini. Kadang saya rindu Najwa, keluarga saya di Indonesia, tanpa punya teman berbagi. Hidup hanya saya bawa dengan bersyukur, bersyukur, bersyukur, sekecil apapun itu. Setiap hari saya mencoba reaksi dengan harapan akan berhasil dan saat pulang kadang sedikit kecewa karena apa yg saya baca di jurnal itu belum juga membuahkan hasil. Ini bukan perjuangan sederhana, saudara saudara. Saya BENAR BENAR sendiri, really. Saya pulang ke kamar, lalu bercerita dengan beberapa buku di kamar saya, Yeah, it still did not work. Saya hanya punya Allah SWT yang terus saya percaya akan SELALU memberikan hal baik dalam hidup saya. Dan iman ini, yang saya syukuri. Saya tidak pernah putus asa akan rahmat Allah. Allah Maha Baik, saya masih survive di minggu kelima di Auckland. Alhamdulillah, terima kasih ya Rabb.

Well, those are my Top five of the week, Folks. What are yours? Mari bersyukur akan sekecil apapun hal baik yang terjadi dalam hidup kita. Dengan itu, hal hal besar akan datang di masa depan untuk kita.

Penerimaan, itu yg saya syukuri di NZ. Saya tidak pernah menyangka akan BEGITU diterima oleh orang orang disini. I am truly blessed for that.

Selamat tidur dari Auckland. Saya bisa tidur dengan senyum disini, Anda, yg punya jauh lebih banyak dari saya, harus bisa tidur dengan senyum yg lebih damai disana.

Hugs,

Auckland, 8.11.2015,

Nurul Kasyfita