Saturday, 7 May 2016

My top five of the week (First week of May)

Dear Everyone.

Alhamdulillah, hari ini saya merasa positif. Sepertinya diri saya yang positif telah 80% kembali. Sejak seminggu yang lalu, saya merasa progress kesembuhan saya berjalan sangat baik. Kabar baik dari LPDP yang menyetujui perpindahan PhD saya benar-benar mengangkat beban berat yang saya tanggung selama ini. Selain itu, obat escitalopram yang diberikan dokter juga di dobel dosisnya sehingga mempercepat pergerakan kesembuhan saya. So, here I am, jam 8 pagi waktu Auckland, menulis hal yang saya syukuri seminggu ini.

One, my health
Alhamdulillah, kondisi saya mulai membaik. Saya tidak lagi merasa mual, pingin muntah, atau melayang layang. Kondisi saya benar-benar 80% telah kembali. Ya, kadang kadang masih berat untuk bangun pagi, tapi setidaknya hati saya sudah bisa mensyukuri hal-hal kecil, kualitas diri saya yang sempat hilang akibat depresi. Penyakit ini sangat mengerikan ternyata. Saya pikir ini hanya penyakit mental yang tidak akan menyerang fisik, namun ternyata saya salah. Depresi bisa berakibat fatal pada kesehatan. Dan itu sudah saya rasakan. Saya seperti tenggelam dalam samudera kesedihan dan susah untuk berenang ke permukaan. Namun, alhamdulillah, hal itu telah 80% terlewati. Meski masih dengan dukungan obat dengan dosis dobel, namun pelan pelan dokter dan konselor akan menyesuaikan dosis ini hingga akhirnya saya bisa lepas dari obat. Setidaknya saat ini saya bisa senyum dengan hembusan angin, atau melihat langit, sesuatu yang sejak saya depresi tidak saya rasakan lagi di hati saya. Itu sebenarnya yang saya sedihkan dari depresi saya. Saya tidak sedih karena tidak bisa bangun pagi atau kepala yang berputar-putar. Saya sedih karena kehilangan kemampuan bersyukur. Itu adalah kualitas diri saya yang paling utama dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup sendiri saya. Namun, alhamdulillah, hal itu telah kembali. Kesehatan saya mulai membaik dan semoga saya siap bekerja lagi.

Two, LPDP
Ini hal kedua yang saya syukuri. Sejak minggu lalu sebenarnya, LPDP telah resmi menerima surat perpindahan jurusan yang saya ajukan. Ini sebenarnya saya lakukan di tengah kepala saya yang pusing, saya berjuang agar kehadiran saya di Auckland tidak sia sia. Saat itu saya hanya berpikir bagaimana bernegosiasi dengan sponsor yaitu LPDP agar mau membiayai saya di jurusan yang baru yaitu di education. INI JUGA UNTUNGNYA MEMILIKI DUA GELAR MASTER. Saya sengaja tebalkan dan caps lock kalimat itu, karena benar-benar saya ditolong oleh dua gelar master saya. Sekali lagi, saya melihat bahwa jika kita berilmu, maka ilmu yang akan menjaga kita. Ijazah, meski hanya selembar kertas, itu besar nilainya. Dan di Auckland sini, saya menemukan lagi the power of ilmu. Saat PhD saya tidak sesuai harapan di Kimia, saya bisa membelokkan jurusan karena saya punya gelar master pendidikan. Namun, tentu tidak cukup dengan itu saja. Saya harus punya supervisor yang baru, dan saya tidak kenal siapa siapa selain Jon. Dan dengan kepala yang pusing, mulailah saya bergerilya dengan email dari kamar saya. Mengirimkan beberapa email ke supervisor yang potensial menerima saya. Dan berkat bantuan Jon, saya menemukan seorang supervisor lagi yang ahli di bidang pendidikan kimia.
Setekah itu, apa perjuangan saya selesai? NOOO. Saya berjuang lagi menemui tiga supervisor yang berniat mewawancarai saya. Akhirnya saya memilih dua diantara tiga supervisor yang berkenan menerima saya. Hehe, bayangkan, dengan kepala depresi, saya yang memilih supervisor saya yang baru. Benar-benar pengalaman ajaib.
Apakah masalah selesai? Hoho, beluuumm. Tentu LPDP tidak akan berkenan menerima permohonan saya jika tidak ada bukti yang menyatakan bahwa kesehatan saya memang terganggu. Perlu ada alasan kuat kenapa saya memilih pindah. Lalu saya menemui dokter, konselor, Jon dan dua supervisor di education untuk menulis surat rekomendasi untuk saya. Perlu ada alasan kuat bahwa Jon selaku supervisor saya yang lama mengetahui keinginan saya untuk pindah dan menyetujui itu. Perlu ada dua supervisor baru yang siap menerima saya di education dan perlu ada bukti surat dokter dan konselor yang memperkuat alasan kepindahan saya. Dan, yes, setelah semua terkumpul, mulailah saya menulis email permohonan dengan banyak memohon maaf pada LPDP atas masalah yang terjadi di luar kontrol saya. Terus terang saya belajar ber negosiasi saat di India. Disitulah saya belajar bahwa saat ber negosiasi penting sekali untuk menyatakan semuanya dengan tertulis. Dan jika harus mundur beberapa langkah untuk maju lebih cepat dalam bernegosiasi, lakukanlah. Dan itu yang saya lakukan. Saya tidak gegabah menulis email dengan bukti kosong ke LPDP, tapi saya menulis email terstruktur, dengan alasan kuat dan bukti cukup untuk pindah.
1. Saya direkomendasi oleh Jon.
2. Saya direkomendasi oleh dokter dan konselor.
3. Saya didukung oleh dua supervisor yang baru di education.
Setelah semua siap, lalu saya upload semua dokumen itu dan menulis kalimat di akhir email saya bahwa jika memang ada rejeki saya untuk PhD maka LPDP akan menyetujui ini. Karena jujur saya benar-benar sudah pasrah akan semua hal yang telah terjadi di Auckland ini. Saya benar-benar tidak menyangka akan terkena depresi dan semua tidak berjalan sesuai yang saya harapkan. But anyway, alhamdulillah, tepat tanggal 25 April, saya menerima balasan LPDP MENYETUJUI perpindahan program studi saya. Sejak saat itu, meski beban masih banyak di pundak saya, setidaknya satu beban telah terangkat. Hari itu, Russell menelpon saya sesaat mendengar kabar itu dan kami sangat bahagia karena tahu saya tidak akan pulang lebih cepat, seperti yang kami kira sebelumnya. Alhamdulillah, meski dengan resiko tahun terakhir harus saya tanggung sendiri, setidaknya saya masih ada sponsor hingga tiga tahun ke depan.

Three, Materai
Heheh, iya materai. Siapa yang menyangka saya akan memerlukan materai untuk adendum kontrak. Murah sih, cuma dua lembar materai 6000. Tapi siapa yang punya materai di Auckland sini. Itu pertanyaaannya. Hehehe, alhamdulillah, hari Rabu pagi, saya berdoa saat shalat Dhuha dan benar-benar bersujud minta pada Allah, please kirimkan saya materai. Dan saya selalu berdoa seperti orang yang meminta langsung, tanpai pakai embel-embel bahasa Arab, malah biasanya saya campur dengan bahasa Inggris, yang penting yang nyaman buat saya saja. Hehehehe. Dan akhirnya, yay, Allah Mengirimkan materai untuk saya dari Wellington. Ada staf kedutaan yang akan bertugas ke Auckland. Alhandulillah, bahkan saya tidak perlu membayar dan hanya perlu mengganti materai itu dengan materai lagi saat kiriman dari Samarinda datang untuk saya. BEnar-benar Allah itu the true provider. Allah itu Maha Menyediakan, tepat saat kita membutuhkan.

Four, Russell Church
Ia adalah orang yang begitu mendukung saya saat depresi ini melanda. Ia rela membersihkan kamar saya, wc, dapur, saat saya benar-benar tidak bisa bergerak. Ia membawakan makanan, membesarkan hati saya, menunggui saat saya ke dokter, mengantarkan kemana pun saya perlu. Ia tidak hanya seorang yang begitu mencintai saya. Ia adalah seorang sahabat baik. Ia benar-benar menemani saya dengan kasih sayangnya. Ia, adalah orang yang harus saya syukuri keberadaannya selama saya di Auckland ini. Saya benar-benar beruntung bertemu dan ditemani seseorang yang begitu setia, begitu berkomitmen, begitu berdedikasi, begitu menyayangi tanpa syarat. Apakah saya seorang mahasiswa PhD yang sukses atau seorang yang terkena depresi, baginya yang penting adalah saya tetap saya. Nurul Kasyfita.

Five, ME, yes, ME!
Ya, diri saya ini adalah my top five of the week. Anda bisa bilang saya narsis, or whatever, yang jelas tidak mudah untuk tetap survive dan waras dengan segala hal yang telah saya alami dalam hidup. Sehingga, keberadaan diri saya yang tetap menolak untuk menyerah, tetap bisa berpikir bahkan saat keadaan benar-benar tidak mendukung, masih bisa menemukan solusi di tengah kesendirian, itu adalah anugerah yang tidak terkira. Dan meski sempat kehilangan keceriaan dan rasa syukur yang biasanya tetap ada di hati saya sejak saya terkena depresi, namun setidaknya hal itu tekah kembali saat ini dan itu yang sangat saya syukuri, alhamdulillah. Semoga Allah tetap memberkahi saya dengan otak yang tetap bisa berpikir dengan hati yang penuh syukur, dan dengan semangat juang yang tak pernah putus, amiin ya rabb.

Well, those are my top five of the week. Hanya sekedar berbagi hal kecil yang saya syukuri dalam hidup. Bukan bermaksud pamer, karena walah saya tidak punya apa apa untuk dipamerkan hehehe. Hanya sekedar berbagi tips untuk tetap bersyukur. Karena Anda yang punya jauh lebih banyak dari saya, mestinya juga bisa lebih bersyukur! Amin!

Auckland, 8 Mei 2016

-NK-

Saturday, 9 April 2016

WHAT'S MEANT TO BE: THE ENGAGEMENT STORY

Hello everyone. Good morning.

Hari ini hari minggu, meski saya masih juga belum sehat sepenuhnya, saya mencoba menulis. Kali ini tulisannya tentang WHAT'S MEANT TO BE. Alias takdir.

Seperti yang Anda tahu, saat ini saya sedang di Auckland, NZ untuk mengikuti program doktoral di bidang kimia organik sintesis. Luar biasa perjuangan dan perjalanan yg telah saya lewati untuk tiba disini. Dengan kesulitan keuangan tahun lalu itu, saya berjuang bekerja di dua tempat sambil merangkai rencana demi rencana untuk berangkat sekolah. Saya bekerja tanpa kenal lelah mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk biaya hidup saya, sedikit untuk orang tua saya, Najwa dan beberapa tiket pesawat dan akomodasi untuk mengikuti berbagai seleksi beasiswa dan visa. Dan yah, saya lulus 2 beasiswa sekaligus, LPDP dan NZAS. Namun saya berangkat dengan beasiswa LPDP kesini.

Saat itu, sepertinya takdir sudah jelas. Saya akan menghabiskan 4 tahun hidup saya di NZ untuk mengikuti program doktoral. Namun, benar-benar tidak disangka begitu terjalnya jalan yg harus saya lewati disini. Awal saya datang, semua masih ramah, semua masih mengajari, meski dengan kecepatan mereka dan kadang saya pun masih tidak menangkap apa yg mereka ajarkan. Dengan tekanan pekerjaan dari Jon, supervisor saya, seorang yg sangat perfeksionis dan ingin kami bekerca cepat tapi juga tepat. Dan hari demi hari saya semakin merasakan siksaan di lab itu. Awalnya hanya dari Jon, karena ia ingin saya bekerja lebih cepat, lalu dari teman teman satu lab. Itu benar-benar menekan dan menyakiti saya. Sejak januari saya pulang dengan menangis sendirian di kamar. Entah karena dimarahi Jon, reaksi yg kacau, NMR reading yg buruk, atau dibentak dan ditertawakan teman satu lab, atau bahkan kombiansi semuanya. Saya merindukan hidup saya yg dulu. Bekerja di EF, bertemu mahasiswa dan siswa, diterima dan tdk dianggap lamban, bodoh atau menjengkelkan.

Dan ternyata takdir lain menunggu saya. Takdir yang sebenarnya seringkali saya hindari. Entah mengapa, sejak saya memilih sendiri, saya selalu didekati laki laki. Namun umumnya mereka akan lari tunggang langgang saat tahu masa lalu saya yang kelam. Jarang sekali ada diantara mereka yg memilih bertahan dengan saya. Entah karena pribadi saya yg rumit, atau karena masa lalu saya yg memang sulit untuk diterima. Beberapa ada yg melamar, bahkan saat saya di India, namun kesungguhan mereka biasanya saya ragukan. Umumnya mereka tidak mampu bertahan dengan saya dan akhirnya berlalu begitu saja.

It takes a strong man to handle a broken woman. Itu benar sekali. Perlu seorang pejantan tangguh untuk bisa terus mengejar saya dan meyakinkan saya bahwa ia serius dengan saya. Dan itu yg tidk saya sangka terjadi di NZ. Terus terang saya tidak pernah berniat menarik perhatian laki laki. Ya, saya berdandan, pakai baju yg sopan dan rapi, tapi tidak ada niat sedikitpun untuk menarik perhatian. Saya cenderung cuek, tidak akan menegur jika tidak ditegur, tapi jika mereka menegur saya akan membalas dengan sopan. Dan datanglah ia, si bule yg bernama Russell yg sedari awal sdh begitu menunjukkan ketertarikannya pada saya. Namun saya tidak percaya dan masih terus menghindar. Satu, saya malas melibatkan orang lain dalam hidup saya yg rumit, dua, karena saya paham betapa beratnya keluarga Banjar saya menerima bule western seperti dia untuk masuk dalam keluarga kami. Apa coba kata tetangga, apa kata sepupu, ah, sudahlah, saya bingung kalau sudah memikirkan ini.

But you know,  what's meant to be. Takdir itu tidak akan bisa dihindari. Dan here I am, tinggal seminggu lagi menuju ke pertunangan saya dg si bule. Hari ini cincin saya rencananya akan diambil dan disiapkan. Ia juga sedang mempersiapkan lamaran romantis antara kami berdua sebelum bertemu keluarganya minggu depan. Bukankah ini sesuatu yg sangat tdk saya sangka tapi akhirnya terjadi juga. Saya sudah mengabarkan ini pada keluarga saya, namun saya masih bingung dengan penerimaan Abah saya. Saya paham apa yg beliau pikirkan. Siapa yg akan pindah. Bagimana kami mengkompromikan perbedaan dua negara ini. Jika saya yg pindah bagiaman dengan tanggung jawab saya di Indonesia. Jika ia yg pindah, akan sampai berapa lama di Samarinda. Saat ini rencana kami berdasarkan negosiasi alot adalah, ia akan mengikuti saya hingga lima tahun, lalu kembali ke Auckland dan menetap disini hingga tua. Saya juga sudah sepakat untuk berpindah kewarganegaraan menjadi a kiwi. Tapi mungkin itu akan terjadi saat saya sudah tinggal dan menetap di Auckland. Tapi lihatlah, bagaimana semua cerita yg tdk disangka bisa terjadi. Awal datang hendak S tiga eh malah dilamar jadi istri. Awal datang hendak bertahan 4 tahun, eh mungkin harus pulang lebih cepat dan kemudian kembali lagi dan menetap lebih lama. Heh, benar-benar tidak disangka.

Tapi itulah takdir. Kita semua hanya bisa berusaha terbaik yg kita bisa. Mengenai hasil dari usaha kita itu Allah yg menentukan melalui takdirNya. Proses pertunangan dan pernikahan ini pun masih tanda tanya apakah kami bisa bersatu dan akhirnya bersama. Karena kita tidak akan pernah tahu apa yg akan terjadi di depan sana. Mungkin kenjutan lain telah menunggu saya, atau bahkan hal lain yg akan terjadi. Allah lah penentuNya.

So, jika sesuatu bukan takdir kita, bagaimana pun dikejar, sekuat apapun kita berusaha, itu tidak akan jadi takdir kita. Namun jika itu memang sdh menjadi takdir kita, sekuat apapun kita menghindar, menjauh maka akhirnya akan terjadi juga.

Saya telah belajar banyak tentang hal ini. Kegagalan sekolah saya saat di farmasi, lalu perceraian saya, lalu kehilangan Najwa, lalu berangkat ke Auckland, kena depresi dan akhirnya berencana menikah lagi, hanyalah gambaran betapa up and down hidup yg saya jalani. Namun sekali lagi, what's meant to be. Apa yg telah ditakdirkan untuk kita, pasti terjadi. Dan apa yg tidak, pasti tidak akan terjadi.

Selamat hari minggu. Stay happy and healthy.

Auckland, 10 April 2016

-NK-


Sunday, 3 April 2016

Auckland, aku mengizinkanmu menemaniku... (the proposals story from Auckland)

Auckland, April 2016

Dear you.

Ini adalah postingan dari orang yang tidak bisa tidur lalu akhirnya memutuskan menulis di blognya. Mungkin karena segelas cola yg kita share tadi sore, mungkin karena kerumitan yg kini mengeliling hidup, mungkin karena rencana masa depan kita begitu exciting dan membuat aku tak bisa tidur karenanya. Entahlah, yang jelas, here I am typing in front of my laptop, almost midnight in Auckland time.

Aku ingin menulis bahwa aku bahagia bersamamu. Terlepas dari kerumitan yg mengelilingi hidupku, kau memberikan rumah untuk jiwaku yg tak pernah beristirahat sejak aku kehilangan kapal rumah tanggaku. Kau menerima masa laluku, berusaha membuatku bahagia, kau melamarku berkali-kali, hingga akhirnya aku menerima mu.

Saat ini sebenarnya aku bingung apa rahasia Allah mengirimku kesini. My PhD kelihatannya tidak berjalan baik, meski bagaimanapun aku berusaha. Dan entah mengapa aku memulai semua perjalanan PhD ku itu tahun lalu. Lalu tiba tiba merubah rencana keberangkatanku dari Februari 2016 menjadi Oktober 2015 yang akhirnya membuat aku transit di Rockland. Seandainya aku berangkat Februari 2016, aku pasti akan langsung masuk unilodge dan tidak akan pernah transit di Rockland. Dan entah mengapa juga, di minggu ketiga aku disana, aku memasak untuk buka puasaku dan kau menemukanku disana. Di dapur, saat kau juga sedang memasak.

Sejak saat itu, kau mengejarku, dan perlu ku akui kau adalah pemburu ulung. Kau begitu fokus dengan buruanmu dan aku hampir hampir tidak mampu menolak berbagai tawaranmu. Entah hanya sekedar berbagi kue, belanja bersama ke supermarket, atau pun hal lain seperti mengunjungi tempat tempat di Auckland atau menjemputku dari kampus. Kupikir saat itu kau mesti berpikir sedang memburu seorang perawan, karena aku tak pernah membuka sisi gelap hidupku pada orang lain, terutama laki laki. Tidak, aku tidak malu atas status sendiriku, namun aku tidak mau lelaki iseng memanfaatkanku dan menganggapku wanita jablay yg murahan dan bisa diajak apa saja. Well, sebagai wanita sendirian, aku harus bisa menjaga diriku.

Tiga minggu setelah kita berkenalan di dapur itu, kau sudah melamarku melalui guru mengajimu. Aku marah saat itu. Aku pikir kau pasti lelaki tua yg kesepian dan mengira bisa mendapatkan seorang wanita Indonesia dengan lamaran murahan. Aku bahkan mem blok guru mengajimu dari facebookku, namun akhirnya aku sadar bahwa kau benar-benar ingin menghabiskan sisa hidupmu, menemaniku.

Lalu tibalah malam saat Jon habis habisan memarahiku di lab.Aku menangis di mobil saat kau menjemputku. Aku ingat Najwa dan rindu sekali padanya malam itu. Saat itu aku berterus terang padamu tentang masa laluku. Kau terkejut dan kupikir kau pasti lari dari perburuanmu. Kau akan menyesal telah menghabiskan waktumu mengejar seorang perempuan yg ternyata punya masa lalu kelam. Namun, aku salah. Kau memilih tetap bersamaku, melamarku lagi malam itu, dan memohon aku untuk menerimamu.

Lalu kau membawaku naik helikopter di sekitar Sky Tower. Kau juga melamarku di helikopter itu. Tapi masih dengan rikuh, aku menolaknu dan mengatakan bahwa aku masih nyaman sendiri dan aku tidak ingin melibatkan siapa pun dalam kerumitan hidupku. Hidupku rumit, itu benar sekali. Dan perlu seseorang yg berhati besar dan mulia untuk menerimaku lengkap dengan paket rumit di belakangku. Ah, betapa aku begitu besar hati menerimaku.

Kau melamarku lagi di Hobbiton, lalu setiap saat kita bersama, kau pasti menyelipkan betapa indahnya jika aku mengizinkanmu menemaniku. Aku masih terus menolak meskipun kau selalu berhasil membuatku tersipu malu saat kau mengatakan betapa menawannya aku di matamu.

Hingga aku masuk rumah sakit. Disitu pula, kau masih berusaha melamarku. Aku masih tak mau mengizinkanmu, aku masih berusaha kuat, meskipun aku akui perjuanganku di Auckland mulai menanjak dan aku mulai lelah dengan segala hal yang menekanku di lab. Yang aku takjub adalah keyakinanmu bahwa aku, adalah takdir Allah untuk mu. Atas keislaman mu, aku adalah kado Allah untukmu. How can you be so sure?

Hingga akhirnya aku jatuh dalam depresi ini. Dengan segala kekuatanmu, kau melamarku lagi. Dan akhirnya aku mengiyakanmu. Aku menerima mu dan kau begitu bahagia saat itu. Dan mulailah rencana masa depan itu kita rancang, meski dengan segala kerumitan yang mengelilingiku.

Yang membuatku terharu adalah, kau begitu memuliakanku seolah olah aku adalah perawan suci yang turun dari surga. Hari ini kau membawaku mencari cincin indah untuk jari manisku. Sepotong berlian bertahta disana, lengkap dengan berlian mungil di sekelilingnya. Kau habiskan hampir 20 juta rupiah untuk cincin itu. Ah, bahkan si pramuniaga pun begitu terharu saat mengetahui betapa kau menabung untuk membelikanku cincin yg sesuai dengan kehendakku. Itu pun saat aku memilih yang murah, kau menyuruhku memilih yg lebih mahal, karena anggaranmu belum melewati apa yg kupilih. Setelah itu kau masih memikirkan bagaimana suasana yg sesuai untukmu berlutut untukku di hadapan orang banyak agar aku tahu itulah cara seorang westerner memuliakan wanitanya. Aku masih belum tahu kejutan apa yg menantiku beberapa minggu ke depan, namun kau berjanji akan memberikanku lamaran yg jauh lebih romantis dari yg sudah kau lakukan untukku. Ah, Barokah Allah untukmu, my lovely old man, terima kasih telah begitu memuliakanku, membanggakanku meskipun aku gagal dalam sekolahku, membahagiakan wanita yg telah berjuang begitu lama sendiri.

Dan malam ini, aku tak bisa tidur lagi memikirkan betapa hebatnya kisah hidupku dirancang Allah SWT. Bertemu Jon melalui email, dibawa ke Auckland untuk PhD, dan malah bertemu denganmu, dan kita sedang merencanakan masa depan hebat bersama. Aku bahkan sudah mulai terbuka untuk memiliki bayi lagi bersamamu. Kau, begitu membahagiakanku. Terima kasih.

Dan dengan ini, Auckland, aku mengizinkanmu menemaniku. Aku ingin hidup bersamamu. Kau adalah lelaki romantis hebat yg pernah kutemui dalam hidup. Dalam sehari, jarang sekali kau memanggilku dengan namaku. Kau selalu memanggilku dengan SWEETHEART, DARLING, BABY, atau MY LOVE. Dan aku begitu kagum dengan cara bercanda khas western yg kau punya, yg membuatku bisa melupakan keteganganku. Dan hampir setiap malam, kau menelponku, sebelum kau tidur disana dan minta aku mendoakanmu. Kau berterima kasih padaku hampir setiap detik, karena aku mencintaimu, kau minta maaf malam ini jika cicnin yg kau belikan belum memenuhi seleraku dan kau masih berharap kau bisa membelikan yg lebih besar. Ah, bagaimana aku tak mencintaimu?

Malam ini, Auckland, aku nyatakan aku mencintaimu. Aku mengizinkanmu menemaniku. Dengan segala kerumitanku, maka mari kita bersama mengarungi hidup ini. Tua bersama, berlibur di tempat-tempat yg sudah kita rencanakan. Dan jika PhD ini tidak berhasil juga, maka ku tunggu kau menjemputku disana. Di sebuah tempat ribuan km jauhnya dari asalmu. Saat kita akan bertemu kembali dan merencanakan seremoni indah untuk kita berdua dihadapan keluargaku.

Auckland, I love you. Aku, mencintaimu.

With love,

-NK-

Friday, 1 April 2016

Reasons to stay grateful

Dear Everyone.

Well, hidup memang sedang tidak mudah untuk saya saat ini. Di tengah perjuangan saya melawan sakit kepala, mual, muntah di negara orang ini, saya juga dihadapkan dengan kegagalan PhD saya di kimia dan kemungkinan transfer ke Pendidikan Kimia yang masih belum jelas arahnya. Intinya saya sekarang sedang dalam kepusingan dan kebingungan. Jon, selaku supervisor saya, telah nyata-nyata mengontak supervisor di bidang pendidikan dan mereka telah bertemu saya dan bersedia menerima saya. Namun jalan untuk kesana juga masih belum jelas karena menunggu izin LPDP selaku penyandang dana. Jadilah saya dalam kebingungan, di tengah pengobatan depresi saya yang masih membuat kepala saya sakit dan mual atau muntah kadang kadang. Plus, no energy. Hanya bekerja sedikit saja, saya telah begitu kelelahan. Dan, saya jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang yg mengenal saya, dan saya sakit saat ini.

Tapi tetap selalu ada alasan untuk bersyukur. Itu yg selalu saya tumbuhkan dalam hati saya. Seberat apapun masalah saya, saya harus menemukan cara bahwa masih ada alasan untuk tetap bersyukur. Here are some of the reasons:

1. Life
Saya masih bersyukur saya masih hidup, masih ingat dengan diri saya, dan meskipun otak saya sedang kelelahan saat ini, saya masih ingat dimana saya, siapa saya. Karena mungkin saja ada pagi dimana saya bisa bangun tanpa ingat apa apa lagi, itu menurut dokter yang merawat saya, jika saya terus memaksa otak saya untuk berpikir dan melawan penyakit ini. Jadi hidup dan bangun dengan tetao waras, itu adalah hal yg harus saya syukuri hingga hari ini.

2. Him
Orang yg masih merawat saya disini. Ia adalah orang yg begitu setia merawat dan mendorong kesembuhan saya meski dalam keadaan terburuk sekalipun. Ia selalu optimis, saya akan kembali ke saya yang dulu meskipun saya sudah tidak yakin lagi akan kembali seperti dulu. Ia terus menenangkan saya, membawa saya jalan untuk mencari tempat makan yang bisa membuat saya sedikit bernafsu makan, atau memenuhi kulkas saya dengan bahan makanan agar saya tidak kelaparan. Meskipun saya tidak bernafsu makan. Ia mengantarkan saya ke dokter, membei saya semangat meskipun saya sudah benar-benar loyo dengan hidup ini.

Ia benar-benar membuktikan janjinya. Ia tidak meninggalkan saya, ia bersama saya melewati ini. Ia yang memanggil saya dengan panggilan sayang Darling, Sweetheart, Honey, Gorgeous, ah, ia benar-benar seseorang yg memberikan saya semangat dan alasan untuk tetap melanjutkan hidup. Meski saya tidak se sukses kemarin lagi.

Ia yang menjadikan kebahagiaan saya sebagai misinya. Saya seringkali tersentuh dengan perhatiannya. Misalnya saat ia melihat sesuatu yg akan membuat saya senang di TV, ia akan mencarikan barang tersebut agar saya bisa happy. Atau saat ia rela berkeliling Auckland untuk mencarikan saya makanan yg saya suka. Atau saat menelpon saya, ia akan bertanya makanan apa lagi yg saya inginkan selain yg sudah saya pesan. Selalu, ia akan melebihkan apapun yg saya minta padanya. Saya merasa begitu berharga di matanya. Tidak termasuk caranya dengan bangga memperkenalkan saya pada keluarganya dan membuat saya merasa diterima.

Orang ini, yang berjanji akan membawa saya kembali ke Auckland, jika saya pulang lebih cepat.

3. Unilodge
Saya sangat bersyukur dengan tempat ini. Meskipun sewanya lumayan tinggi, namun dengan fasilitas yg mereka sediakan, saya sungguh merasa tertolong saat sakit seperti ini. Saya tidak bisa membayangkan, harus antri ke wc saat saya muntah, atau harus keluar kamar seperti saat saya di hostel. Alhamdulillah, saya punya kamar ini untuk sementara waktu, sehingga saya tidak harus keluar kamar saat muntah. Saya bisa tetap nyaman di dalam kamar dan toilet selalu tersedia untuk saya, kapanpun saya muntah. Unilodge dan segala fasilitasnya adalah hal yg benar-benar harus saya syukuri dalam hidup ini.

4. You
Ya, Anda semua yg mendoakan saya. Doa Anda adalah energi buat saya. Saya mungkin tidak akan bangun dengan waras jika Anda semua tidak mendoakan saya. Saya masih hidup dan masih bisa bergerak ini salah satunya adalah karena doa Anda, doa keluarga saya dan orang-orang yg begitu perduli dengan perjuangan dan kegigihan saya dalam hidup. Saya bukan orang kaya, semua orang tahu hal itu. Namun, memiliki banyak orang dari berbagai belahan dunia mendoakan saya yg sedang sakit ini, itu adalah anugerah yg sangat besar. Saya tidak akan bisa tetap tegar tanpa dorongan semangat dari Anda semua dari berbagai kalangan usia dan dari berbagai belahan dunia untuk saya. Untuk itu, Anda dan doa yang Anda panjatkan untuk saya, adalah hal yg harus saya syukuri. Terima kasih untuk seluruh doa itu, untuk seluruh kepedulian itu. Saya, adalah berkah kemurahan hati Anda, mendoakan saya.

Well, those are my reasons to stay grateful. Alasan untuk tetap bersyukur. Semoga hari ini barokah untuk kita semuanya, dan tulisan ini membawa manfaat bagi siapapun yang membacanya. Dari pembaringan saya di Unilodge, saya mendoakan kita semua, agar selalu menjadi hambaNya yang mampu bersyukur...

Auckland, 2 April 2016,

-NK-

Thursday, 18 February 2016

THE GRATEFUL NURUL

Hi all. Here I am typing to all of you, from my new nest, THE UNILODGE. 

Kali ini saya ingin bercerita tentang 3 hal yg saya syukuri dalam hidup saya saat ini. Yah, perlu diakui bahwa hidup saat ini sudah jauh lebih membaik ketimbang saat saya berangkat ke India. Saya sekarang sedang menempuh S3, di negara maju, di universitas terbaik di New Zealand, University of Auckland. Sempat dihantamb badai keuangan, sampai hendak bayar kos yang cuma 700 ribu rupiah per bulan aja saya harus memutar otak, berhemat sana sini, siapa sangka, hari ini, saya baru saja melunasi uang sewa apartemen saya seharga 36 juta untuk 3 bulan. Bayangkan, betapa plot hidup bisa berbalik kapan saja. Just wait, turning over point itu ada dimana mana. 

Sesuai dengan judulnya, THE GRATEFUL NURUL, saya ingin bercerita tentang 3 hal yg sedang sangat saya syukuri dalam hidup ini. Here are those 3 things: 

One, MY UNILODGE
Ini adalah hal pertama yang sangat saya syukuri saat ini. Bayangkan, saya berada di tengah kota, di jalan utama kota terbesar di New Zealand, Auckland. Saya punya studio apartemen yg keren banget. Saya punya dapur yang super keren, super modern, lengkap dengan kulkas, microwave, kettle air, toaster dan kompor elektrik. Sudah gitu tempat ini terletak dekat banget dengan kampus, dengan internet unlimited dan super cepat, gym membership, kolam renang, meja bilyard, mini teatre, dan banyak lagi fasilitas lain yg hanya dimiliki oleh Unilodge Resident. 
Bagaimana saya tidak bersyukur, saya ikut seleksi utuk apply akomodasi ini sejak Agustus tahun lalu. Saat itu posisi saya sudah lulus beasiswa LPDP dan lulus seleksi S3 di Uni of Auckland sehingga mulailah saya bergerilya mencari tempat akomodasi. Saya melihat link tentang unilodge di student akun saya. Saat itu saya klik APPLY dengan mengandalkan wifi di hotel di Jakarta, tempat saya menginap saat mengurus visa. Saya mendapat banyak pertanyaan saat itu, seperti kenapa Uni of Auckland harus memilih saya, etc. Mulailah saya jual diri lagi hehehe. Dan jualan saya sepertinya berhasil tuh, karena terbukti, saat ini saya salah satu penyewa disini. Dan memang tenpat ini eksklusif banget karena terletak di tengah Symonds street, jalan utama di Auckland. Dan dengan berbagai fasilitas yg kami miliki, sepertinya 300NZD per minggu itu, REALLY A GOOD DEAL.
Saya harus syukuri hal ini, karena tidak semua orang bisa lulus disini, meskipun mereka punya banyak uang untuk bayar sewa. Berada di Unilodge, seperti halnya mendapat keistimewaan dari kampus, karena ini akomodasi resmi kampus. Dan tentu saja untuk terpilih, juga memerlukan kualitas yg bisa dilihat pihak kampus. Entah apa itu, tapi yang jelas, saya memenuhi syarat yg mereka ajukan. 

Two, MY REACTION
Setelah sempat berbulan-bulan berusaha melakukan reaksi MICHAEL ADDITION dan setelah melewati 50 Experimen yg terus menerus gagal, akhirnya reaksi saya mulai jalan. Saat ini saya sedang melakukan 5 tahap reaksi dan akhir minggu ini saya sudah memasuki tahap yg keempat. Sempat terganjal dengan kualitas skill lab saya yg masih kurang, saya terus menerus berusaha melakukan yg terbaik. Yah, saya tahu, saya sangat kurang dibanding teman-teman yg lain, baik dari segi teori maupun praktek di lab, namun saya yakin dengan usaha keras saya yg kontinyu dan terus menerus, saya akan mencapai tujuan saya. Saya sudah pernah dihantam badai penyakit, badai perpisahan, badai kehilangan, badai keuangan, sehingga berada di posisi dimana saya harus berjuang lebih keras dari orang lain, itu hal yg sudah sering saya lakukan, meskipun saya tidak berharap untuk terus berusaha lebih keras. I wish my life was easier. Tapi karena kita tidak bisa memilih hidup, ya saat hidup kurang ramah dengan kita, ya diterima saja. 
Kadang saya menangis, karena kadang prof menganggap saya masih kurang, meskipun saya sdh berusaha sebaik-baiknya. Atau kadang saya berbuat kesalahan di lab, yg mebuat saya begitu sedih saat pulang ke rumah. Namun saya adalah manusia yg down by the end of the day, lalu bangkit lagi esok hari. Bagi saya, no matter how hardI fall, what matters is the fact that I will rise again tomorrow. Sekeras apapun saya jatuh hari ini, esok, saat matahari bersinar, saya akan kembali bangkit dan mengerjakan apa yg seharusnya saya lakukan. 
Saat ini, mungkin karena reaksi yg kemarin memang WILL NEVER WORK, dan saat ini saya mengerjakan reaksi baru yg ternyata jauh lebih DO ABLE, saya mulai melihat kinerja saya menemui hasilnya di lab. Meskipun belum di langkah akhir, namun saya hanya tinggal 2 langkah lagi menuju akhir. Semoga benzylic oxidation yg akan saya kerjakan senin minggu depan dan nucleophilic substitution yg saya  rencanakan diridhoi Allah SWT, sehingga saya bisa segera menuntaskan project pertama saya ini. Amiin. 
Prosedur untuk benzylic oxidation itu sudah ada, namun karena saya masih belum bisa menghasilkan produk yg lumayan cukup dari reaksi sebelumnya, maka saya masih mundur ke langkah kedua untuk bisa menghasilkan produk yg lebih banyak untuk masuk ke reaksi berikutnya. 
Alhamdulillah, setidaknya saya sudah mulai berproses di lab. 

Three, MY LOVE STORY
Russell, adalah orang yg harus saya syukuri keberadaannya dalam hidup saya saat ini. Ia adalah orang yg mendengarkan cerita tentang reaksi saya. Ia yg mengendurkan ketegangan urant syaraf saya, each and everyday. Ia adalah orang yg paling perduli dengan nafsu makan saya. Ia selalu berusaha membahagiakan saya, dan cara ia mencintai saya, benar-benar massive. Russell adalah gabungan romantisme seorang westerner dengan kesopanan seorang muslim. Cara ia mencintai saya seolah-olah saya adala seorang putri yg layak dihormati, disanjung dan dimanjakan, benar-benar membuat hidup saya berwarna. 
Saat pertama kali bertemu dengannya, saya tidak menyangka ia akan berhasil merebut hati saya. Karena terus terang saya sudah tidak ingin siapapun lagi dalam hidup, kecuali diri saya sendiri. Saya sudah terlalu solid dengan kesendirian saya dan berpikir bahwa tidak ada orang yg dengan sejatinya memberikan cintanya untuk saya yg penuh dengan cerita masa lalu ini. Kalau pun lelaki itu bisa menerima saya, biasanya keluarganya akan nyinyir dengan masa lalu saya. Namun Russell berbeda. Ia tahu semua masa lalu saya, dari yg paling kelam sekalipun, dan berniat menghabiskan seluruh hidupnya bersama saya. Dan cara ia menemani saya benar-benar LUAR BIASA. Ia berusaha sekeras yg ia bisa untuk bisa membersamai saya. Entah dengan jalan kaki, menyetir mobilnya dengan keceppatan tinggi, atau ganti ganti bis, semua dilakukan, demi satu hal, SPENDING HIS MINUTE WITH ME. 
Dan 14 Februari kemarin, benar-benar membahagiakan saya. Yah, ia telah banyak memberi kebahagiaan untuk saya. Tidak hanya hari itu. Namun kemarin ia bertubi tubi menghujani saya dengan kasih sayang, yg membuat saya tidak bisa berkata apa apa lagi selain terima kasih. Bunga, perhiasan, tulisan di pasir pantai, hingga makan malam romantis di bawah sinar bintang dan pertunjukan bintang di planetarium. Benar-benar massive. Saya yang tidak pernah dapat bunga seumur hidup saya, tidak mampu menahan air mata saat ia membawa buket bunga besar itu dan mengucapkan I LOVE YOU. Begitu pun saat ia begitu bersemangat menuliskan nama saya di pasir pantai lalu berlalri untuk memotretnya dari atas pohon. Lalu malamnya saat ia menghabiskan berjuta juta rupiah untuk memboking tempat di planetarium valentine show. Saya benar-benar merasa dicintai olehnya. Dengan sepenuh hati dan romantisme seorang westerner.
Karena itu Russell adalah hal yg harus saya syukuri keberadaannya. Ia yg selalu memikirkan kemana akan mengajak saya jalan saat weekend. Ia yg memikirkan nafsu makan saya dan selalu mendengarkan keluh kesah saya sepulang di lab. Ia, yg dengan cintanya, berhasil meruntuhkan pertahanan saya. Ia, yg mungkin akan jadi masa depan saya, meskipun saya masih belun tahu kemana takdir membawa saya dengan kisah ini. Namun melihat keseriusannya menemani saya, mungkin saja saya akan memutuskan menghabiskan sisa hidup saya bersama seorang Kiwi dari negara yg jauh sekali dari Indonesia ini. Negara yg perlu 3 kali naik pesawat untuk mencapainya. Negara yg tidak pernah terpikirkan dalam hidup, akan saya diami, akan saya tempati selama bertahun tahun.

Itulah 3 hal baik yg saya alami akhir-akhir ini. Dan seperti saya bilang di judul saya, I am THE GRATEFUL NURUL, sehingga meskipun saya tidak punya apa-apa, saya dengan kemampuan saya, akan selalu bersyukur. Bagaimana pun hidup memperlakukan saya, saya akan selalu berusaha mencarai alasan untuk bersyukur, tetap semangat esok hari.

Jika saya bisa sangat bersyukur dengan hidup saya yg hampir tidak punya apa-apa ini, maka seharusnya Anda yg punya jauh lebih banyak, bisa tersenyum lebih lebar dan lebih damai dari saya di Unilodge saat ini. Hayo, carilah 3 alasan kenapa Anda harus bersyukur malam ini. Dan finally, jadilah THE GRATEFUL YOU. Pribadi, yg selalu mampu, bersyukur.

Auckland, 18 Februari 2016

-NK-

Wednesday, 30 December 2015

MY SWEET 2015!

Hey hey.

Ini adalah tulisan terakhir saya di tahun 2015. Seperti halnya tahun lalu, saya akan menandai hari ini dengan tulisan yang berisi harapan positif untuk tahun depan. Dan masih seperti dulu, saya menulis ini bukan untuk ikut-ikutan dengan orang-orang lain yang merayakan pergantian tahun, tapi karena saya memang ingin menulis. You know me, i will not do something just because most people do it.
Well, saya bisa bilang 2015 is A SWEET BRIGHT YEAR. Tahun 2015 saya benar-benar bekerja keras dan menikmati setiap hasilnya dengan sangat optimal. Meskipun begitu, ada saja hal ayng belum tercapai di tahun ini dan karena itu hanya target pendek, maka saya memtuskan untuk berhenti atau berusaha melanjutkannya jika memang itu worthy untuk dilanjutkan. Ada dua hal, satu, buku saya 365 chemistry belum bisa ter realisasi akibat kesibukan wara wiri sepanjang tahun, dan saat ini saya keburu di Auckland untuk PhD saya ayng super sibuk. Lalu ada satu aplikasi saya yang ditolak yaitu aplikasi ikut short course ke Jepang yang mestinya juga terjadi di Oktober 2015, saat saya pun sudah di Auckland. Ah, Allah memang Maha Sempurna dalam rencanaNya. Selain itu, so far, 2015 isinya SWEET SURPRISE, SWEET HARDWORK AND SWEET RESULT. Everything is SWEET this year!

Mari kita review apa saja yang telah berhasil saya capai di tahun ini. Dan saya menamainya sebagai 12 Sweet Months of Celebrations. Perayaan hidup yang manis selama 12 bulan. Ah, saya masih ingat tanggal 31 Desember tahun 2014, saya menulis blog saya dari kantor pajak karena saya mengurus pelaporan SPT, dan menulis banyak hal positif saat itu. Saat itu, aplikasi saya masih di review oleh Uni Of Auckland dan saya bahkan tidak menyangka 365 hari kemudian, saya menulis ini dari sebuah kamar di Auckland. Siapa yang menyangka saat itu J. Ok, here is the timeline!

JANUARI 2015
Saat ini, tahun lalu saya sedang sibuk dengan persiapan TOEFL iBT saya yang harus dijalanai bulan Februari. Saya sibuk belajar melalui buku pinjaman selain tetap mengajar di dua tempat. Pagi di unmul, sore di EF, malam belajar.
Ow, selain itu, saya juga intens berkomunikasi dengan graduate studies di Auckland mengenai aplikasi lamaran saya sebagai PhD applicant. Saat ini tahun lalu, mereka sedang me review lamaran saya dan meminta saya melengkapi referensi dari India. Januari tahun lalu itu adalah saat mendebarkan karena saya tidak yakin prof India saya rela ber susah payah menulsikan referensi untuk saya, yang orang asing ini. Apalagi, formulir referensi itu harus dikirim LANGSUNG dari email si prof hehehe. Sementara posisi saya di Indonesia untuk bisa meyakinkan beliau-beliau di India. Itulah, tantangan yang harus saya lalui di Januari 2015. Tapi sekali lagi, ini tetap SWEET!

FEBRUARI 2015.
Ammm, TOEFL iBT. Saya berangkat ke Surabaya pertengahan Februari untuk mengerjakan soal TOEFL di ETS. Bertemu dengan beberapa orang yg juga bercita-cita ke luar negeri. Bertemu dengan petugasnya yang orang India dan mengerjakan soalnya. Bulan ini pula, saya lulus permintaan Auckland dengan skor 101! Excellent work for me!
Yang kedua, saya dapat conditional Letter of Acceptance juga di bulan ini, sehari sebelum saya TOEFL iBT. Dengan surat sakti ini, itu membuktikan bahwa saya memenuhi syarat yang diinginkan Auckland secara akademik, dan hanya tinggal menunggu pengiriman dokumen serta hasil TOEFL iBT. Benar-benar berbunga-bunga hati saya saat itu hehehe.

MARET 2015.
Ini bulan yang agak mendebarkan, karena saya segera harus mengurus pengiriman dokumen ke Auckland, padahal  SAYA TIDAK PUNYA SELEMBAR IJAZAH PUN DI TANGAN SAYA. Namun saya berhasil mengatasi itu dan berhasil mengirimkan dokumen ke Auckland tepat waktu.

APRIL 2015.
Ini saat saya mendengar tentang LPDP pertama kalinya dari seorang murid yang saya ajar conversation untuk berangkat ke Thailand. Saya agak ragu saat itu karena usia saya< namun setelah membaca guideline nya saya lihat mungkin saya bisa. Saya submit aplikasi saya meski dengan keraguan bahwa LPDP mungkin tidak menerima dosen, namun yah, saya tetap submit.
Oya, bulan ini juga saya kirim lamaran saya ke kedutaan NZ untuk ikut beasiswa NZAS yang diselenggarakan kedutaan, dan jujur saya sebenarnya lebih fokus ke beasiswa ini karena menurut saya peluang saya lulus mungkin lebih besar. Saya juga submit aplikasi saya ke DIKTI untuk ikut skema BPP-LN dikti saat itu.
Ow, di bulan ini juga, saya berjuang melobby pihak unmul agar berkenan mengizinkan saya berangkat sekolah lagi, meskipun saya baru tiba dari India. Dan alhamdulillah, itu berhasil.

MEI 2015.
Ini saat saya lulus seleksi administrasi dan dipanggil LPDP untuk interview. Benar-benar mendebarkan, karena saya punya latar belakang hidup yang cukup rumit untuk dipahami oleh orang Indonesia. But well, I did try my best and get the best result.

JUNI 2015.
Bulan ini saya dapat rejeki besar. Saya LULUS beasiswa LPDP. Saat itulah semua mimpi ke Auckland menjadi 50% nyata. Saya masih harus berjuang mengurus visa dan mengikuti kegiatan PK LPDP. Saya mengurus visa untuk dua negara di bulan ini. Saya mengurus visa on arrival saya ke India dan men submit aplikasi saya ke kedutaan NZ.

JULI 2015.
My India trip. Saya kembali ke India, mengambil ijazah saya, lalu menyelesaikan berabagi urusan yang masih tersisa di India. Bulan ini sangat menyenangkan karena saya begitu menikmati saat-saat saya di India lagi. God, I miss that country.

AGUSTUS 2015.
Saya berjuang di pengurusan visa ke NZ. Begitu rumit medical check up yang mereka terapkan, membuat saya kehilangan satu tiket pesawat saat itu karena ada dokumen yang mereka perlukan dari rumah sakit. Selain itu, saya deg deg ser menunggu hasilnya. Maklum, Auckland sudah di depan mata, masa gagal hanya karena visa hehehe.
Di bulan ini saya juga mengurus penyetaraan ijazah saya dari India sekaligus mengurus surat tugas belajar ke Auckland. Anda bisa bayangkan, betapa sibuknya saya di tahun 2015 dengan kerja keras saya.

SEPTEMBER 2015.
Saya ikut PK LPDP. Menolak beberapa tawaran mengajar ke luar kota. Bulan ini pula saya kedatangan tamu dari Jerman dan mengurus akomodasi mereka selama di Samarinda.
Saya ingat, saya baru landing dari Yogya pasca PK LPDP, saya menunggu rombongan Jerman untuk saya escort ke Samarinda. Masih sibuk di bulan terakhir saya di Samarinda.
Ow, dan visa saya lulus. Tiket saya siap, hanya dalam waktu beberapa menit setelah saya confirm dokumen ke LPDP, saya siap berangkat 30 September 2015. Dan ini juga bulan penuh kesibukan pindah dari kos, packing barang ke Auckland, dan berurai air mata karena saya harus memeluk orang-orang yg saya sayangi.

OKTOBER 2015.
Saya memulai bab baru di Auckland. Saya tiba tanggal 1 Oktober, masuk kamar ini, menangis, kedinginan, kelaparan, bertemu Jon, bertemu teman-teman di lab hehe. What a life.
Bulan ini pula saya sudah melulusi 3 goal yang diminta Uni of Auckland, yaitu induction day, academic integrity modul dan lulus DELNA. Tes english diagnostik dari Auckland.

NOVEMBER 2015.
Saya ulang tahun! Dirayakan dengan sangat meriah oleh Russell dan adiknya. Dan yeah, bulan ini berlalu dengan kerja-kerja di lab. Ditambah cerita romantisme dari hostel oleh si lelaki NZ bernama Russell.

DESEMBER 2015.
Saya ke Hobbitton. Saya naik yacht. Saya dimanjakan, dipuja oleh seorang lelaki NZ yang menawarkan banyak hal pada saya. Apakah saya tertarik? Ammm, belum tahu ya. Tapi ini bukan target pencapaian saya di Auckland hehe. Saya datang ke Auckland bukan bertujuan mencari jodoh, tapi saya mencari PhD saya. Jika pun jodoh come along seiring dengan PhD saya, well, alhamdulillah dan itu pasti takdir terbaik dari Allah untuk saya.
Yay, readers, can u see how sweet my 2015 is? Lulus seleksi untuk PhD, dapat beasiswa, lulus visa, trip ke India, berangkat ke NZ dan merayakan tahun baru di NZ. What can be sweeter than that?
Happy New Year guys! Semoga tahun 2016 kita semakin barokah amiin....

Auckland, 31 Des 2015,

-NK-


Saturday, 19 December 2015

WHEN BAD THINGS HAPPEN TO A GOOD PERSON

Hey there, its me again with my silly writing...

Jika kadang setiap minggu saya memposting MY TOP FIVE OF THE WEEK, minggu ini setelah lama absen menulis, saya ingin menulis tentang teknik survive "ala saya", yeah, karena tidak semua orang survive dengan cara yg sama. Jika saya bisa survive dengan cara saya, mungkin itu tidak untuk Anda, tapi setidaknya, bagaimana saya tetap positif memandang hidup, bisa Anda jadikan referensi, or wrong example, or whatever lah yg mungkin bisa membantu Anda survive dengan cara Anda. Anyway, this is just a writing, Anda bisa setuju atau tidak.

Seperti biasa, saya akan membagi tulisan saya ke dalam berberapa session, agar saya mudah menulisnya dan Anda mudah membacanya, tentu saja.

Well, kadang dalam hidup, everything could happen. Bahkan jika Anda orang baik, Anda bisa saja ditemukan pada sebuah keadaan yg membuat Anda berpikir, WHY, GOD? Contoh sederhana, Anda baru beli sepatu, Anda jalan kaki, yah, keinjak tai kucing. Is that your fault? No. Is that the cats fault? Well, bisa saja Anda menyalahkan kucing, karena buang air sembarangan, tapi bukankah itu tidak menyelesaikan apa apa? Its just life, shit happens, what matters is the way we handle it.

Ini beberapa formula survival ala saya yg mungkin bisa sedikit membantu Anda.

1. Love storm
Saya menyebut cobaan itu sebagai storm, karena memang itu yg sdg terjadi. Dunia kita berguncang karena badai itu. Love storm adalah jika kita disakiti oleh org yg kita cintai. Love sebenarnya tdk menyakiti, itu hanya karena kita memberikannya pada org yg salah. Orang yg kita percaya akan melindungi kita, justru jadi musuh dalam selimut yg siap menikam kita. Orang yg tdk menghargai perasaan kita. Jangan pernah lupa, seberapa pun dahsyatnya LOVE STORM, Anda harus TETAP MENCINTAI DIRI SENDIRI. Anda harus egois, Anda harus menyelamatkan diri. Gak ada cerita Anda berkorban untuk dia yg Anda cintai, jika ia hanya ingin terus menyakiti Anda, memanfaatkan Anda, menjadikan Anda budak hidupnya. No, you are more worthy than that.

Maka, meski menakutkan untuk hidup sendiri, make that decision. Walk away. Meski hanya membawa dua koper pakaian dan diri sendiri, demi keselamatan diri Anda, pergi. Tinggalkan hidup yg membahayakan itu. Apalagi jika Anda wanita, hidup bersama laki laki yg dgn kekuatannya siap menyakiti Anda, tidak melindungi, no excuse, walk away from him. Hidup Anda jauh lebih berharga daripada mati pelan pelan dalam sakit hati. Tentu tidak mudah, karena orang orang akan mencap Anda macam macam, karena you walk away. Tapi, jangan dengarkan, mereka tdk hidup dlm hidup Anda. Its your life, not theirs.

Ini terjadi pada saya di tahun 2012. Seperti film yg diluncurkan dengan judul sama, 2012 adalah saat kapal saya karam, dunia saya hancur, saya remuk karena saya membuat keputusan terberat dalam hidup saya. Saya pergi, dari orang yg tdk pernah menghargai saya, orang yg tdk menginginkan saya, sebagaimana pun saya memperjuangkannya, saya menyelamatkan diri dari orang yg siap menyakiti saya dengan kekuatannya. Tidak mudah, karena saya terpaksa kehilangan Najwa untuk itu. Dan perlu bertahun tahun, bahkan hingga saat ini untuk sembuh dari luka itu. Saya remuk, saya hancur, tanpa adanya akses ke Najwa. Tapi saya masih hidup, saya selamat, itu yg penting.

2. Financial storm.
Bisa saja meski Anda orang baik, rajin menabung, eh Anda ketemu kondisi dimana mungkin Anda salah ber investasi, hingga seluruh uang tabungan Anda habis. Apakah itu salah Anda? Tentu tidak, that is life. Kadang kita tertipu oleh orang jahat yg menghabisi uang kita meski itu bukan haknya. Saat ini, yg harus Anda lakukan adalah, CARI PEKERJAAN. Jangan memilih pekerjaan, jemput pekerjaan, meskipun itu mungkin belum pernah Anda kerjakan. Percayalah, Anda akan takjub dengan kemampuan Anda sendiri, karena Anda tiba tiba bisa melakukan hal yg blm pernah Anda lakukan hanya untuk menyelamatkan diri. Jika dulu Anda bos, tiba tiba Anda jadi pelayan. Biasanya naik mobil, tiba tiba Anda harus jalan kaki. Selain CARI PEKERJAAN, Anda juga harus berhemat. Agar Anda mampu mengembalikan kestabilan finansial Anda segera. Mungkin tidak sama dengan posisi Anda dulu, tapi setidaknya Anda tidak bangkrut. Jangan pernah mencoba berhutang saat sedang dlm badai ini. Anda perlu mengembalikan hidup Anda bukan menambah parah kesulitan.

Ini terjadi saat tahun 2012. Saya tidak punya apa apa dan siapa siapa. Saat itu saya dapat beasiswa ke India dan itu, PEKERJAAN. Saya bisa makan dari uang beasiswa dan gaji PNS saya bisa tersimpan. Fakta bahwa beasiswanya sangat kecil, yah, setidaknya ada tambahan dibanding tdk punya apa apa. Dan uang beasiswa yg menurut teman lain sangat kecil itu, CUKUP untuk saya. Saya yg memang tidak butuh banyak dalam hal.

Itu juga terjadi di tahun 2014 saat saya pulang dari India. Gaji saya dipotong hingga separuhnya akibat keterlambatan surat tugas dari Jakarta. Saya hanya hidup dengan 1,7 juta dengan sewa kos 700 rb. Lalu apa yg saya lakukan? Saya melamar pekerjaan, diterima di dua kursus besar di Samarinda, lalu bekerja keras dari pagi hingga malam agar saya bisa membayar banyak hal, TANPA MEREPOTKAN SIAPA SIAPA. Ini penting, karena saat Anda tidak punya apa apa, minimal Anda masih punya PRIDE, HARGA DIRI. JANGAN PERNAH MERENDAHKAN DIRI ANDA DENGAN MEMINTA UANG PADA ORANG LAIN. Meski cuma bisa makan bakso dengan uang keringat sendiri, jgn pernah menginginkan KFC tapi dengan cara meminta pada orang lain. Nope.

3. Confidence storm.
Disakiti seseorang yg dulu pernah Anda cintai itu pasti menyakitkan. Anda pasti remuk. Anda hancur. Tapi remuk, hancur, itu kadang perlu agar Anda bisa membangun diri Anda yg baru. Sayap itu kadang perlu patah, sehingga Anda berlari lebih kencang, awalnya untuk menyembuhkan luka, namun akhirnya Anda terbang JAUH LEBIH TINGGI dari sebelumnya. Anda punya sayap baru, yg lebih kuat, lebih kokoh, lebih tangguh.

Saya tahu, saya tidak pernah sama lagi setelah badai 2012 itu. Awalnya saya takut hidup sendiri. Saya ingat saat itu saya gemetar bersama seorang mahasiswa mencari kos dekat kampus. Saya menangis saat itu di motor bersamanya dan cuma bisa berkata APA SAYA BISA APA SAYA BISA? Dan akhirnya kami menemukan kos yg sesuai dengan kebutuhan saya. Lalu mulailah saya berenang dengan diri saya. Belum sampai sebulan di kos itu, Allah Menolong saya dengan tawaran beasiswa ke India. Banyak yg meragukan keputusan saya saat itu. Ada yg bilang saya akan mati di India, ada yg mempertanyakan kenapa S dua lagi padahal sdh S dua. Dan SAYA DITINGGALKAN, DIHUJAT BANYAK ORANG SAAT ITU. Hanya sedikit orang yg masih sudi bergaul atau mendukung saya. Tapi saat saya perlu survive, saya akan melakukan satu hal, TULI. Saya akan tuli dari semua omongan, fokus dengan tujuan saya, dan melakukan apa yg mestinya saya lakukan. Dan meski saat itu keputusan ke India itu sangat sangat konyol, kerja keras saya dua tahun menyembuhkan diri itu sudah menunjukkan hasilnya, meskipun tidak banyak. Saya di Auckland saat ini, karena kerja keras saya di India. Riset saya saat itu, yg meskipun bukan ide saya dan banyak dibantu professor, setidaknya membuat saya "cukup menarik" di mata supervisor saya saat ini. Belum lagi rekomendasi professor di India yg TIDAK MUNGKIN TERJADI tanpa kerja keras saya yg mereka lihat sebagai salah satu kualitas saya. Dan meski hidup saya msh belum sempurna hingga hari ini, karena saya masih sendiri, setidaknya saya TIDAK MEREPOTKAN SIAPA SIAPA.

Dan well, disinilah saya saat ini. Mengetik dengan tab saya di sebuah kota terbesar di salah satu negara maju, New Zealand, terdaftar sebagai mhswa PhD di universitas 100 besar dunia, menjadi bagian dari riset grup besar dari seorang profesor mengerjakan organik sintesis, sesuatu yg  saya juga tidak menyangka bisa memikirkannya, dibiayai oleh beasiswa terbesar di Indonesia. Siapa yg menyangka, wanita yg di tahun 2012 lalu gemetar, kecut, menangis, dihujat, ditinggalkan, dihina, saat ini sedang kuliah PhD di universitas besar. Orang Teluk Lerong yang dulu SD nya pernah terbakar, yang berasal dari keluarga biasa biasa saja, wanita yg dihujat habis habisan di tahun 2012 itu, kini sedang menikmati langit pagi Auckland, dengan musik di telinganya, sepotong pesan cinta dari seorang lelaki yg begitu mengaguminya, bersyukur akan perubahan positif dalam hidupnya. 

Tahun 2015 saya lewati dengan banyak kejutan. Sepanjang tahun saya KICKING MY ASS, bekerja keras dari pagi hingga malam. Sambil mempersiapkan aplikasi beasiswa saya, perjalanan saya ke India, visa saya ke NZ, dan keberangkatan saya ke Auckland. Tapi kerja keras itu membuat saya bertemu banyak orang, menyerap ilmu mereka, lalu mensinergikannya dengan diri saya, untuk mencaoai tujuan saya. Saya bertemu manajer restoran, pemilik perusahaan shipping, calon pendamping walikota, CEO bank terkenal, dan banyak lagi. Dan amazingly, karena saya pembelajar, bahkan dari seorang anak kecil, saya bisa belajar banyak hal. Dan tahun 2015 ini, saya berhasil lewati dengan mendaftarkan diri di TOEFL IBT, lulus di Uni of Auckland, mendaftar di tiga beasiswa, mengurus dua visa, ke NZ dan ke India, mengurus akomodasi saya di India dan NZ, hingga saat ini saya disini. Bahkan sebulan sebelum berangkat, saya masih mengurusi tim Jerman yg datang ke samarinda. Sweet!

Dan sekarang, saya punya begitu banyak mimpi. Mungkin post doktoral lagi, mungkin bekerja di bawah profesor yg jauh lebih terkenal, who knows. Satu yang saya tahu, jika saya tidak MEMUTUSKAN TO WALK AWAY tahun 2012 itu, LALU MENGAMBIL KESEMPATAN KE INDIA, mungkin hidup saya TIDAK AKAN BERUBAH. So, tiga hal itu berurutan saudara saudara.

DECIDE.

TAKE A CHANCE.

MAKE A CHANGE.

Well, itulah storm. Badai itu tidak akan membuat seseorang yg survive melewatinya menjadi orang yg sama. She will change. Stronger, tougher, wiser. Satu hal yg TIDAK BOLEH HILANG dalam menghadapi badai adalah, IMAN. Apapun yg terjadi, IMAN harus di atas segalanya. Pasti mudah berucap, Well, God, I give up on you, saat things dont go right. No way! Iman, harus tetap di atas segala logika, kepedihan, kepahitan hidup. Jangan pernah berpikir untuk MENINGGALKAN TUHAN saat ANDA DITINGGALKAN BANYAK ORANG karena TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN ANDA.

Saya telah melihat banyak hal dalam hidup saya. Saya melihat bagaimana orang India hidup, mempercayai apa yg mereka percayai, tanpa pernah kehilangan apa yg saya percayai. Dan saat ini, saya dikelilingi orang orang atheis, yg bahkan tidak percaya apa apa, sekali lagi, saya tetap dengan apa yg saya percayai. Saya bersyukur, sepahit apapun hidup, saya tidak kehilangan satu hal, IMAN.

So, saat badai apapun datang dalam hidup. Anda, hanya ada tiga ucapan.

HAVE A FAITH

HAVE A FAITH

HAVE A FAITH

Auckland, 20 Desember 2015,
Salam survive,

-Nurul Kasyfita-